DEFINISI DO’A

Posted: 24 Agustus 2010 in Uncategorized

Ketika makan, berdoalah
semoga mengenyangkan dan mendapat berkah
mengisi tenaga kembali tuk bekerja dan beribadah

Ketika berangkat, berdoalah
walau sekedar dengan lafaz bismillah
ketika awal kaki melangkah

Ketika berjumpa, maka doa berbagilah
semoga keselamatan dan rahmat terlimpah
berjabat tangan menghapus dosa hingga berpisah

Ketika bekerja, berdoalah
meminta segala urusan semoga dipermudah
agar diri tak perlu berkeluh kesah

Ketika kembali, berdoalah
saat mengetuk pintu lantas masuk ke rumah
agar disambut senyum ramah hingga hilanglah rasa lelah

Ketika menutup mata, berdoalah
semoga setiap detik yang terlewati bernilai ibadah
dan bila mata tak terbuka lagi maka tiada rasa sesal dan bersalah

Ketika mata dibuka kembali, berdoalah
seraya lisan berucap ringan sebuah Alhamdulillah

Yaallah…
Lindungikan Diri Kami Dari Segala Fitnah Keji,
Dan Hasad Dengki Manusia.
Jauhkan Diri Kami Dari Manusia-manusia Kejam Dan Durjana,
Jauhkanlah Kami Dari Orang-orang Yang Munafik,
Lindungikanlah Kami Dari Fitnah Api Neraka,
Jadikan Kami Anak Dan Anak-Anak Yang Soleh,
Ya Allah Murahkanlah Rezeki Kami,
Kuatkanlah Iman Kami,Sihatkanlah Tubuh Badan Kami,
Agar Kami dapat membela nasib keluarga Kami,
Semuga Perjalanan Kami, Keluarga Kami,
Anak-anak Kami Dibawah Lindunganmu,
Jadikanlah Kami Insan Yang Saling,
Sayang Menyanyangi Antara Satu Sama Lain,
Bawalah kami kejalan yg benar,
yg Diridhaimu Ya Allah.
Aminn..

Subhanallah..
walhamdulillah…
walailahaillallah..
Allahhuakhbar.. –

 

 

Dalam Al-Quran banyak sekali kata-kata do’a dalam pengertian yang bebeda. Abû Al-Qasim Al-Naqsabandî dalam kitab syarah Al-Asmâ’u al-Husnâ menjelaskan beberapa pengertian dari kata doa.

Pertama, do’a dalam pengertian “Ibadah.” Seperti dalam Al-Quran surah Yûnûs ayat 106.

Artinya: “Dan janganlah kamu beribadah, kepada selain Allah, yaitu kepada sesuatu yang tidak dapat mendatangkan manfaat kepada engkau dan tidak pula mendatangkan madarat kepada engkau.”

Maksud kata berdo’a di atas adalah ber-”ibadah” (menyembah). Yaitu jangan menyembah selain daripada Allah, yakni sesuatu yang tidak memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan madarat kepadamu.

Kedua, doa dalam pengertian “Istighatsah” (memohon bantuan dan pertolongan). Seperti dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 23 dibawah ini.

Artinya: “Dan berdo’alah kamu (mintalah bantuan) kepada orang-orang yang dapat membantumu.”

Maksud kata ber-”doa” (wad’u) dalam ayat ini, adalah “Istighatsah” (meminta bantuan, atau pertolongan). Yaitu mintalah bantuan atau pertolongan dari orang-orang yang mungkin dapat membantu dan memberikan pertolongan kepada kamu.

Ketiga, Doa dalam pengertian “permintaan” atau “permohonan.” Seperti dalam Al-Quran surah Al-Mu’minûn ayat 60 dibawah ini.

Artinya: “Mohonlah (mintalah) kamu kepada-Ku, pasti Aku perkenankan (permintaan) kamu itu.”

Maksud kata “Doa” (ud’ûnî) dalam ayat ini adalah, “memohon” atau “meminta.” Yaitu, mohonlah (mintalah) kepada Aku (Allah) nisscaya Aku (Allah) akan perkenankan permohonan (permintaan) kamu itu.

Keempat, Doa dalam pengertian “percakapan”. Seperti dalam Al-Quran surah Yûnûs ayat 10 dibawah ini.

Artinya: “Doa (percakapan) mereka di dalamnya (surga), adalah Subhânakallâhumma (Mahasuci Engkau wahai Tuhan).”

Kelima, Doa dalam pengertian “memanggil.” Seperti firman Allah dalam Al-Quran dibawah ini.

Artinya: “Pada hari, dimana la mendoa (memanggil) kamu.”

Maksud kata “doa” (yad’û) dalam ayat ini adalah “memanggil.” Yaitu, pada suatu hari, dimana la (Tuhan) menyeru (memanggil) kamu.

Keenam, Doa dalam pengertian “memuji.” Seperti dalam Al-Quran surah Al-Isrâ’ ayat 110 dibawah ini.

Artinya: “Katakanlah olehmu hai Muhammad: berdoalah (pujilah) akan Allah atau berdoalah (pujilah), akan Ar-Rahmân (Maha penyayang).”

Maksud kata “doa ” (qulid’û) dalam ayat ini adalah “memuji”. Yaitu, pujilah olehmu Muhammad akan Allah atau pujilah olehmu Muhammad akan Al-Rahmân.

Maka atas dasar uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa “doa” adalah ucapan permohonan dan pujian kepada Allah SWT. dengan cara-cara tertentu disertai kerendahan hati untuk mendapatkan kemaslahatan dan kebaikan yang ada disisi-Nya. Atau dengan istilah Al-Tîbî seperti dikutip Hasbi Al-Shidiq “do’a” adalah “Melahirkan kehinaan dan kerendahan diri serta menyatakan kehajatan (kebutuhan) dan ketundukan kepada Allah Swt.”

Doa Ketika Membuka Dan Menutup Majlis

Subha naka Allahumma wa bihamdika asyhadu an la ila ha illa anta astaghfiruka waatu bu ilaika.

Ertinya:”Maha Suci Engkau Ya Allah dengan segala pujiMu,aku bersaksi tidak ada tuhan kecuali Engkau aku bermohon ampun kepadaMu dan aku bertaubat kepadaMu.”

 

Doa ini kami Akan Baca Apabila Mengada Majlis Perjumpaan Pada Setiap Minggu…

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ
وَعَلَى ءَالِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْن

Robbisrohli sodri, wa yassirli amri,“Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku

wah lul uqdatan min lisani, yafqohu qouli “mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”

Sahabat-sahabat …………………………………………………
Syukur Ke Hadrat Allah, Kita Dapat Berjumpa pada mesyuarat pada kali ini,
Terima kasih diatas kehadiran semua.

Kita Mulakan Majlis kita pada hari ini dengan bacaan Ummu Al-Quran Atau Al-Fatihah,
( Bacaan Alfatihah ini akan dibacakan bersama-sama semua hadirin.

Sebutan
1. “Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani” بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيم Bismi Llâhi r-rahmâni r-rahîm
2. “Pujian bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam” ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِين Al-hamdu liLlâhi rabbi l-`âlamîn
3. “Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani” ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيم Ar-rahmâni r-rahîm
4. “Yang Menguasai pemerintahan hari Pembalasan (hari Akhirat)” مَـٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّين Mâliki yawmi d-dîn
5. “Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah, dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan” إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ Iyyâka na`budu wa’iyyâka nasta`în
6. “Tunjukilah kami jalan yang lurus” ٱهْدِنَا ٱلصِّرَ ٰط ٱلْمُسْتَقِيمَ Ihdina s-sirâta l-mustaqîm
7. “Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang yang dimurkai ke atas mereka, dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat” صِرَ ٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ ٱلضَّاۤلِّينَ Sirâta llazîna an`amta `alayhim ghayri l-maghdhûbi `alayhim wala dh-dhâllîn

akan meminta supaya hadirin membaca

 

Tasbih Kafarrah ( ” Amalan Penghapus Dosa ” )
sebanyak Tiga ( 3 ) Kali Beramai, dan dikuti Dengan Bacaan Wal Asri,

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
: Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

1. وَالْعَصْرِ Demi masa.
2. إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Doa istiftah (bacaan permulaan solat sehingga habis Solat )


Maksudnya:

“Ya Allah, jauhilah di antaraku dan kesalahanku seperti Engkau jauhkan di antara timur dan barat. Ya Allah sucikanlah aku dari kesalahanku seperti dibersihkan kain yang putih dari kotoran. Ya Allah bersihkanlah aku dari kesalahanku dengan salji, air dan air sejuk”.

Doa ketika rukuk


Maksudnya:

“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung”.
(Tiga kali).

Doa ketika bangun dari rukuk (I’tidal)


Maksudnya:

“Allah telah mendengar orang-orang yang memujinya”.

Doa ketika sujud


Maksudnya:

“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi”.
(Tiga kali).

Doa ketika duduk antara dua sujud


Maksudnya:

“Ya Tuhanku, ampunilah aku, ampunilah aku”.

Doa sujud tilawah


Maksudnya:

“Aku sujudkan wajahku ini kepada yang menciptanya dan membentuk rupanya dan yang membuka pendengarannya dan penlihatannya. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta”.

Tasyahud (Tahiyat)


Maksudnya:

“Semua penghormatan milik Allah. Begitu juga kesejahteraan dan kebaikan. Selawat dan salam ke atas engkau wahai Nabi serta rahmat Allah dan berkatnya keatasmu. Salam sejahtera ke atas kita dan hamba Allah yang soleh. Aku mengaku bahawa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan aku mengaku bahawa Muhammad itu hambaNya dan utusanNya”.

Selawat ke atas Nabi selepas membaca tasyahud


Maksudnya:

“Ya Allah selawat dan salam ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarga Baginda seperti Engkau kurniakan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Terpuji dan Yang Maha Mulia. Ya Allah, berkatilah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarga Baginda seperti telah yang Engkau berkati ke atas Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Terpuji dan Yang Maha Mulia”.

Doa selepas membaca tasyahud akhir sebelum Salam


Maksudnya:

“Ya Allah, aku berlindung denganMu daripada azab kubur, aku berlindung denganMu daripada azab neraka jahanam, aku berlindung denganMu daripada fitnah kehidupan dan kematian dan berlindung denganMu daripada Al-Masih Dajjal”.

Zikir selepas solat


Maksudnya:

“Aku memohon keampunanMu Ya Allah”.
(tiga kali)


Maksudnya:

“Ya Allah, Engkau sejahtera daripada keaiban, daripada Engkaulah (datangnya) kesejahteraan, bertambah-tambah berkatMu Ya Allah, Tuhan yang mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan”.

Surah Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah (سورة الفاتحة) – Pembukaan – surah yang diturunkan di Makkah dan diturunkan selepas Surah Al-Muddathir. Surah ini mempunyai 7 ayat dan inilah surah pertama yang diturunkan lengkap keseluruhan ayat bagi sebuah surah dan termasuk dalam golongan surah Makkiyyah.

Surah ini dinamakan Al-Fatihah (Pembukaan) kerana ianya dijadikan sebagai pembuka dan permulaan Al-Quran.

Surah ini juga dinamakan Ummul Quran (ام القــرآن – Ibu Quran) atau Ummul Kitaab (ام الكتاب – Ibu Kitab) kerana ianya merupakan ibu atau induk kepada semua isi Al-Quran dan menjadi inti sari dari kandungan Al-Quran itu sendiri.

Surah ini turut dinamakan As-Sab’ul Matsaani yang bermaksud tujuh yang berulang-ulang kerana ayat ini diulang-ulang bagi setiap solat.

Terjemahan rumi Arab Sebutan
1. “Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani”
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيم
Bismi Llâhi r-rahmâni r-rahîm
2. “Pujian bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam”
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِين
Al-hamdu liLlâhi rabbi l-`âlamîn
3. “Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani”
ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيم
Ar-rahmâni r-rahîm
4. “Yang Menguasai pemerintahan hari Pembalasan (hari Akhirat)”
مَـٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّين
Mâliki yawmi d-dîn
5. “Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah, dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan”
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Iyyâka na`budu wa’iyyâka nasta`în
6. “Tunjukilah kami jalan yang lurus”
ٱهْدِنَا ٱلصِّرَ ٰط ٱلْمُسْتَقِيمَ
Ihdina s-sirâta l-mustaqîm
7. “Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang yang dimurkai ke atas mereka, dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat”
صِرَ ٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ ٱلضَّاۤلِّينَ
Sirâta llazîna an`amta `alayhim ghayri l-maghdhûbi `alayhim wala dh-dhâllîn

Unsur Pokok

Surah ini mengandungi beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh intipati Al Quran, iaitu :
Keimanan

Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat kedua, iaitu dinyatakan dengan tegas bahawa segala pujian dan ucapan syukur ke atas sesuatu anugerah dari Allah yang merupakan Pencipta dan sumber segala anugerah yang terdapat dalam alam ini. Di antara anugerah itu ialah ; anugerah menciptakan, anugerah mendidik dan menumbuhkan, sebab kata Rab dalam kalimat Rabbul-’aalamiin tidak hanya bermaksud Tuhan atau Penguasa, tetapi juga mengandung erti tarbiyah iaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahawa segala anugerah yang dilihat oleh dalam diri seseorang sendiri dan dalam segala alam ini berpunca daripada Allah, kerana merupakan Tuhan Yang Maha Berkuasa di alam ini. Pendidikan, penjagaan dan Penumbuhan oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan difikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bagi masyarakat. Oleh itu, keimanan (ketauhidan) itu merupakan masalah yang pokok, maka didalam surat Al Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5, iaitu : Iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’iin (Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah, dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan). Janji memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk.

Yang dimaksud dengan Yang Menguasai Hari Pembalasan ialah pada hari itu Allah-lah yang berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaran Nya sambil mengharap anugerah dan takut kepada seksaan Nya. Hal ini mengandung erti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. Ibadat yang terdapat pada ayat 5 semata-mata ditujukan kepada Allah.

Hukum-hukum

Jalan kebahagiaan dan cara seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud “Hidayah” disini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai kepercayaan mahupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.

Kisah-kisah

Kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. Sebahagian besar dari ayat-ayat Al Quran memuat kisah-kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang. Yang dimaksud dengan orang yang diberi nikmat dalam ayat ini, ialah para Nabi, para shiddieqiin (orang-orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhadaa’ (orang-orang yang mati syahid), shaalihiin (orang-orang yang saleh). Orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat, ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Perincian dari yang telah disebutkan diatas terdapat dalam ayat-ayat Al Quran pada surat-surat yang lain.

Penutup

Surat Al Fatihaah ini melengkapi unsur-unsur pokok syari’at Islam, kemudian dijelaskan perinciannya oleh ayat-ayat Al Quran yang 113 surat berikutnya.

Persesuaian surat ini dengan surat Al Baqarah dan surat-surat sesudahnya ialah surat Al Faatihah merupakan titik-titik pembahasan yang akan diperinci dalam surat Al Baqarah dan surat-surat yang sesudahnya.

Dibahagian akhir surat Al Faatihah disebutkan mengenai permohonan hamba supaya diberi petunjuk oleh Tuhan ke jalan yang lurus, sedang surah Al Baqarah dimulai dengan petunjuk al Kitaab (Al Quran) yang cukup sempurna sebagai pedoman menuju jalan yang dimaksudkan itu.

Nama Lain

Selain dinamai Al-Fatihah (Pembuka), surat pertama Al-Quran ini dinamai juga Ummul Kitab (induk al-Kitab), Ummul Qur’an (induk Al-Qur’an), As-Sabu’ul Matsani (Tujuh yang Diulang), Ash-Shalah (Solat), al-Hamd (Pujian), Al-Wafiyah (yang Sempurna), al-Kanzu (simpanan yang Tebal), asy-Syafiyah (yang Menyembuhkan), Asy-Syifa (Obat), al-Kafiyah (yang Mencukupi), dan al-Asas (Po

Doa Akhir Tahun Dan Awal Tahun

Doa Akhir Tahun:

Doa Akhir Tahun dibaca 3 kali pada akhir waktu Asar atau sebelum masuk waktu Maghrib pada akhir bulan Zulhijjah.

Sesiapa yang membaca doa ini, Syaitan berkata
“Kesusahan bagiku dan sia-sia lah pekerjaanku menggoda anak Adam pada setahun ini dan Allah binasakan aku satu saat jua. Dengan sebab membaca doa ini, Allah ampunkan dosanya setahun”

Maksudnya:
Allah SWT berselawat ke atas penghulu kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka.

Wahai Tuhan, apa yang telah aku lakukan dalam tahun ini daripada perkara-perkara yang Engkau tegah daripada aku melakukannya dan aku belum bertaubat daripadanya. Sedangkan Engkau tidak redha dan tidak melupakannya. Dan aku telah melakukannya di dalam keadaan di mana Engkau berupaya untuk menghukumku, tetapi Engkau mengilhamkanku dengan taubat selepas keberanianku melakukan dosa-dosa itu semuanya. Sesungguhnya aku memohon keampunanMu, maka ampunilah aku. Dan tidaklah aku melakukan yang demikian daripada apa yang Engkau redhainya dan Engkau menjanjikanku dengan pahala atas yang sedemikian itu. Maka aku memohon kepadaMu.

Wahai Tuhan! Wahai yang Maha Pemurah! Wahai Yang Maha Agung dan wahai Yang Maha Mulia agar Engkau menerima taubat itu dariku dan janganlah Engkau menghampakan harapanku kepadaMu Wahai Yang Maha Pemurah. Dan Allah berselawat ke atas penghulu kami Muhammad, ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya dan mengurniakan kesejahteraan ke atas mereka.

Doa Awal Tahun:
Doa Awal Tahun dibaca 3 kali selepas maghrib pada malam satu Muharram. Sesiapa yang membaca doa ini, Syaitan berkata

“Telah amanlah anak Adam ini daripada godaan pada tahun ini kerana Allah telah mewakilkan
dua Malaikat memeliharanya daripada fitnah Syaitan”.

Maksudnya:
Allah SWT berselawat ke atas penghulu kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka.

Wahai Tuhan, Engkaulah yang kekal abadi, yang qadim. yang awal dan ke atas kelebihanMu yang besar dan kemurahanMu yang melimpah dan ini adalah tahun baru yang telah muncul di hadapan kami. Kami memohon pemeliharaan dariMu di sepanjang tahun ini dari syaitan dan pembantu-pembantunya dan tentera-tenteranya dan juga pertolongan terhadap diri yang diperintahkan melakukan kejahatan dan usaha yang mendekatkanku kepadaMu Wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.

Wahai Tuhan Yang Maha pengasih dari mereka yang mengasihi dan Allah berselawat ke atas penghulu kami Muhammad. Nabi yang ummi dan ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya dan kesejahteraan ke atas mer

Surah al-Falaq pendinding serangan hasad dengki

Tajdid Iman:
Dr Juanda Jaya

JANGAN pernah berasa aman jika anda memiliki sejuta nikmat kerana pasti ada yang akan menjeling tajam sambil berusaha menghilangkan nikmat itu daripada diri anda. Kita seharusnya celik melihat, tajam mendengar dan sensitif merasa apakah bahaya itu dan sentiasa berwaspada terhadap manusia di sekeliling kita.

Bermacam rupa bentuk mereka, yang licik dan licin memerangkap sesiapa saja yang dianggap musuh. Ada yang manis mulut lagi berbudi bahasa, namun pada hakikatnya menikam daripada belakang.

Seperti perbuatan si munafik Abdullah bin Ubai, orang yang mengaku Islam tetapi memusuhi Nabi Salawatu Alai Wasalam. Baginda juga pernah merasai ketatnya permusuhan orang kafir dan Yahudi sehingga mereka menggunakan sihir untuk membunuh Nabi Salawatu Alai Wasalam.

Dinyatakan dalam sirah bahawa Rasulullah Salawatu Alai Wasalam jatuh sakit selama 40 hari (atau enam bulan atau setahun mengikut perselisihan riwayat) hasil perbuatan jahat akibat sifat hasad dengki itu. Lalu Baginda Salawatu Alai Wasalam membaca dua surah penyembuh dan pelindung diri iaitu al-Falaq dan al-Nas, kemudian datanglah Jibril mendoakan Rasulullah Salawatu Alai Wasalam yang bermaksud :

“Dengan Nama Allah aku menjampi engkau daripada setiap perkara yang boleh menyakitimu, daripada penghasad dan pendengki ’ain, semoga Allah menyembuhkan kamu.”

Sayyid Qutb dalam Fi Zilalil Quran menafsirkan mengenai surah al-Falaq ini dengan katanya:

“Seolah-olah Allah SubhanAllah Wa Taala sudah mempelawa perlindungan dan jagaan-Nya secara kasih sayang dan lemah lembut, seolah-olah Allah SubhanAllah Wa Taala berfirman: Datanglah ke sini, datanglah kepada perlindungan, datanglah ke tempat yang aman supaya kamu berasa tenang dan selamat di dalamnya dan datanglah kerana sebenarnya Kami mengetahui bahawa kamu adalah orang yang lemah dan memiliki banyak musuh dan di sekitar kamu banyak perkara yang menakutkan, sedangkan di sini terdapat keamanan, ketenangan dan kesejahteraan.”

Jika kita membaca surah al-Falaq sambil menghayati isi kandungannya, akan timbul satu keinsafan mengenai bahaya yang menakutkan cuba menggugat ketenangan hidup anda. Kejahatan setiap makhluk sentiasa mengintai dan menunggu saatnya melenyapkan kebahagiaan dimiliki.

Hanya kepada Allah SubhanAllah Wa Taala digantungkan harapan dan permintaan, Yang Maha Berkuasa lagi Maha Bijaksana. Alangkah merbahaya tipu daya musuh dan kejamnya kejahatan yang dirancang. Tetapi anda masih mempunyai Tuhan yang lebih berkuasa lagi Maha Gagah.

Siapakah berani menikam orang yang meminta perlindungan kepada Allah SubhanAllah Wa Taala. Siapakah berani menghiris jiwa orang yang memohon penjagaan Allah SubhanAllah Wa Taala. Siapakah berani menuang racun ke dalam minuman seorang hamba yang dekat dan rapat dengan Tuhannya. Siapakah yang berani sedangkan Allah SubhanAllah Wa Taala bersama kita. Cubalah jika mahu merasai kekuatan Tuhan yang melindungi aku daripada kejahatan kamu. Begitulah kekuatan surah al-Falaq.

Sudah letih jiwa diasak persoalan yang tak kunjung jawapan. Mengapa ramai orang yang dengki ke atas nikmat yang Allah SubhanAllah Wa Taala beri. Dalam surah Yusuf diceritakan bahawa Nabi Yaakub menasihati Yusuf supaya tidak menceritakan perihal mimpinya itu kepada saudaranya.

Disebabkan Yusuf bersangka baik lagi mengasihi saudaranya, maka beliau pun mahu berkongsi kegembiraan itu bersama mereka. Akhirnya kedengkian dan hasad merasuk ke dalam hati saudara kandungnya sendiri sehingga melahirkan dendam dan kejahatan.

Sesungguhnya kisah Nabi Yusuf memberi pengajaran kepada kita supaya berwaspada apabila mendapat suatu anugerah atau nikmat yang hebat. Janganlah disebut dengan kebanggaan berlebihan hingga menimbulkan rasa cemburu orang yang mendengarnya.

Rasulullah Salawatu Alai Wasalam bersabda yang bermaksud:

“Jika seseorang mengalami mimpi baik dalam tidurnya, hendaknya dia tidak menceritakan mimpi itu kecuali kepada orang yang dicintainya.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Penyakit hasad menyerang sesiapa saja yang lemah imannya, tidak kira si kaya atau miskin, orang alim atau tidak berilmu, pemimpin atau rakyat jelata, mereka semua terdedah dengan hasutan syaitan.

Ramai yang lupa bahawa sebenarnya sifat dengki yang bersarang di dada itu menunjukkan mereka berani melawan ketentuan Allah SubhanAllah Wa Taala ke atas diri hambanya yang lain? Bukankah bermakna dia musuh kepada nikmat Allah SubhanAllah Wa Taala kerana tidak mahu akur dengan qada’ dan qadar Allah SubhanAllah Wa Taala terhadap saudaranya.

Sememangnya si pendengki sudah membuka pintu permusuhan bukan hanya kepada orang yang didengki namun kepada Tuhan yang memberi kebaikan kepada saudaranya itu. Seolah dia berkata: “Tuhan tidak betul membahagi nikmat!” Pada hakikatnya dia juga berkata: “Tuhan tidak adil!” Dan yang paling teruk lagi dia berkata: “Tuhan zalim kepadaku!”

Firman Allah SubhanAllah Wa Taala yang bermaksud:

“Jika kamu beroleh kebaikan (kemakmuran dan kemenangan) maka yang demikian itu menyakitkan hati mereka. Dan jika kamu ditimpa bencana mereka bergembira dengannya. Dan jika kamu bersabar dan bertakwa maka tipu daya mereka tidak akan membahayakan kamu sedikitpun. Sesungguhnya Allah meliputi pengetahuan-Nya atas apa juga yang mereka lakukan.” (Surah Ali Imran, ayat 120)

Begitulah lumrah kehidupan, kita memerlukan hati yang sabar dan takwa untuk tetap tegar di atas pengkhianatan dan kejahatan orang yang mendengki. Sabar bukan bermakna duduk dan menangis sambil menadah tangan ke langit tetapi enggan berusaha membina kekuatan.

Tetapi di atas kedengkian orang lain anda mesti lebih menyerlah dan tidak mengaku kalah. Kerana sesungguhnya Allah SubhanAllah Wa Taala memberi kejayaan bagi orang yang mahu berusaha bukan untuk mereka yang lemah dan takut menghadapi hidup.

Firman Allah SubhanAllah Wa Taala yang bermaksud:

“Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh, benar-benar Kami pimpin mereka ke jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya.” (Surah al-Ankabut, ayat 69)

Manusia boleh mendengki tetapi Allah SubhanAllah Wa Taala tetap membahagi menurut qada’ dan qadarnya, bukankah sia-sia saja melawan ketentuan Allah terhadap saudara kita? Posted by Syifa Rosli at 8:55 AM 0 comments Links to this post

7 Kalimat Allah

” Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak busa/buih laut “

1. Mengucap Bismillah pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.

2. Mengucap Alhamdulillah pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.

3. Mengucap Astagfirullah jika lidah tersilap perkataan yang tidak patut

4. Mengucap Insya Allah jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.

5. Mengucap La haula wala kuwwata illa billah jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.

6. Mengucap inna lillahi wa inna ilaihi rajiun jika menghadapi dan menerima musibah.

7. Mengucap La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah sepanjang siang malam sehingga tak terpisah dari lidahnya dari tafsir hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu mudah-mudahan jadi biasa Posted by Syifa Rosli at 8:32 AM 0 comments Links to this post

Doa Untuk Di Kasihi

ni doa supaya dikasihi masyarakat (sape2 pun bleh)…

Posted by Syifa Rosli at 8:07 AM 0 comments Links to this post

Sunday, November 11, 2007

Surah Al-Fatihah

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang ;
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Yang menguasai hari pembalasan
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus
Jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka dan bukan( jalan ) mereka yang dimurkai dan bukan ( pula jalan ) mereka yang sesat Posted by Syifa Rosli at 7:19 AM 0 comments Links to this post

Thursday, November 8, 2007

Benteng Pertahanan Diri

BENTENG PERTAHANAN DIRI, KELUARGA DAN HARTA BENDA
Ada lima jenis benteng pertahanan diri, keluarga dan harta benda yang boleh diamalkan seperti berikut;
i. Al-Muawwizat
ii.Ayatul Kursi
iii.Ayat 1 hingga 9 Surah Yaasin
iv.Ayat Berkubu
v.Ayat Penggerak
1.0 AL-MUAWWIZAT (PELINDUNG-PELINDUNG)



BACAAN
Al-Muawwizat iaitu;
1. Surah Al-Ikhlas
2. Surah Al-Falaq
3. Surah An-Naas

CARA
1.Lunjurkan kaki ke arah Qiblat
2.Mengangkat dua tangan seperti berdoa
3.Baca ayat-ayat Muawwizat sehingga selesai (tidak termasuk membaca Surah Al-Fatihah)
4.Tarik nafas kemudian tiup pada tapak tangan sehingga habis nafas
5.Tarik sikit nafas kemudian tahan nafas sambil menyapu tapak tangan keseluruh anggota badan yang boleh dicapai kecuali anggota sulit.
6.Lakukan sekali sebelum tidur & selepas solat subuh setiap hari

2.0 AYATUL KURSI

BACAAN

Terjemahan;

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

(Surah Al-Baqarah ayat 255)
CARA
1.Baca Ayatul Kursi dengan 9 wakaf

2.Untuk melindungi diri sendiri: selepas baca ayatul kursi tiup disekeliling mengikut pergerakan tawaf kaabah, dengan niat melindung diri.

3.Untuk melindungi rumah: baca ayatul kursi sambil berjalan mengelilingi rumah (mengikut pergerakan seperti tawaf kaabah). Berjalan sama ada didalam atau diluar rumah.

3.0 AYAT 1 HINGGA 9 DALAM SURAH YAASIN

BACAAN
Terjemahan:

(1) Yaa Siin. (2) Demi Al Qur’an yang penuh hikmah, (3) sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul, (4) (yang berada) di atas jalan yang lurus, (5) (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, (6) agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.(7) Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman. (8) Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah. (9) Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

CARA
1.Untuk memegar diri, keluarga dan harta benda

2.Berdiri disatu penjuru rumah (katakan dihadapan rumah sebelah kanan) sambil menghadap penjuru rumah satu lagi iaitu dikiri rumah. Baca surah Al-fatihah diikuti Surah Yaasin ayat 1~9. Sambil baca, sambil berjalan menuju kepenjuru rumah satu lagi. (Ikut arah Tawaf Kaabah). Baca kombinasi ini di setiap penjuru iaitu sampai bertemu penjuru yang mula-mula. Jumlahnya 4 kali. Akhir sekali baca kombinasi ini sambil mengisyarat mendinding keseluruhan bumbung rumah.

4.0 AYAT BERKUBU

BACAAN

Aku berlindung dengan Allah daripada syaitan yang direjam. Aku berkubu dengan kubu Tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah dan nabi Muhamad RasululLah.

CARA
1. Berdiri menghadap kiblat (ke arah barat). Baca ayat ini kemudian tiup sehingga habis nafas ke hadapan sambil menoleh kanan ke kiri.

2. Pusing ke arah kiri (sekarang berdiri ke arah selatan), Baca ayat ini kemudian tiup sehingga habis nafas ke hadapan sambil menoleh kanan ke kiri.

3. Lakukan perkara yang sama untuk arah timur dan utara

4. Berpaling semula ke arah kiblat, baca lagi kemudian tiup kebawah sehingga habis nafas. Baca lagi kemudian tiup kearah atas sehingga habis nafas

5. Akhir sekali (bacaan yang ke-7), baca ayat ini kemudian tarik nafas dan tahan nafas seberapa lama yang boleh kemudian hembus.

5.0 AYAT PENGERAK

BACAAN
Dengan nama Allah, yang tidak memberikan mudarat sesuatu dibumi juga dilangit dan Dia maha mendengar lagi maha mengetahui.
CARA
1. Bila hendak pergi kesesuatu tempat yang berisiko atau merbahaya, atau bermusafir atau balik kampung atau hendak membuat sesuatu perkerjaan yang berisiko atau pulang kerumah daripada melakukan sesuatu perkerjaan yang berisiko, maka baca ayat ini tujuh kali.

2. Jika bacaan tersekat-sekat atau ada gangguan ketika membaca ayat ini, berehat dahulu. Setelah berehat baca lagi sehingga tujuh kali bacaan lancar baru teruskan perjalanan atau perkerjaan tersebut. Posted by Syifa Rosli at 9:07 AM 0 comments Links to this post Subscribe to: Posts (Atom)

Doa harian dan Pengertian doa

Di dalam kesibukan menjalankan pekerjaan harian, kita kadangkala terasa payah melakukan sesuatu. Bagaimanapun, kita selalu terlupa Allah subhana wa ta’ala berada di samping kita dan telah berjanji akan memudahkan hidup kita jika kita memintanya. Di dalam surah Al-Mukmin ayat 60, Allah menjelaskan:

Berdoalah kepada Ku, nescaya akan Ku perkenankan bagimu, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina!

Doa Harian ini adalah himpunan doa-doa yang mudah tetapi penting di dalam pekerjaan dan amalan seharian kita, sebagaimana yang pernah dilazimkan oleh Nabi Muhammad s.a.w semasa hayat baginda.

Oleh kerana semua bacaan doa dan zikir tersebut dalam Bahasa Arab, maka disarankan kepada pembaca agar mempelajari bacaan teks doa atau zikir daripada orang yang boleh atau memahami bahasa arab agar setiap kalimat yang dibaca betul dari segi bacaan dan maknanya kerana apabila bacaan berubah, maka ertinya juga akan berubah. Kalimat bahasa arab juga adakalanya tidak dapat diterjemahkan ertinya dengan sepenuhnya kerana Nabi Muhammad s.a.w telah diberi kelebihan oleh Allah dengan “Jawami Al-Kalim” iaitu ucapan yang panjang dan mendalam. Adapun terjemahan setiap doa dan zikir hanyalah sebagai bantuan untuk memahami erti setiap bacaan agar menambahkan rasa khusyuk sewaktu membacanya.

Doa dalam bahasa arab, berasal dari kata ( دَعَا – يَدْعُو – دَعْوَة ) yang bererti, memanggil, memohon atau meminta. Orang yang berdoa ertinya orang yang mengajukan permohonan kepada Allah tentang kebaikan diri, keluarga dan harta benda,urusan dunia, agama dan akhirat. Meminta turunnya rahmat dan terhindar dari bencana.

Di dalam Al-Quran kata-kata doa banyak kita temukan dalam beberapa ayat dan surah, mempunyai beberapa erti yang berbeza kandungan dan makna dari ayat-ayatnya dengan perbezaan susunan kalimat-kalimatnya pula.

Umpamanya:

a. Doa yang bererti ibadah atau menyembah. Sebagaimana firman Allah:

Dan jangan kamu berdoa (menyembah) selain Allah, sesuatu yang tidak memberi manfaat dan mudharat kepadamu…
(Surah Yunus ayat 106)

b. Doa yang bererti Istighathah (meminta tolong). Seperti Firman Allah:

…dan minta tolonglah kepada saksi-saksimu (sekutu-sekutumu) selain Allah jika kamu orang-orang yang benar.
(Surah Al-Baqarah ayat 23)

c. Doa yang bererti As-Sual (memohon), Seperti Firman Allah:

…mintalah kepadaKu, akan Ku perkenankan pintamu…
(Surah Al-Mukmin ayat 60)

d. Doa yang bererti An-Nidaa’ (panggilan). Seperti Firman Allah:

Iaitu pada hari DIa memanggil kamu…
(Surah Al-Isra’ ayat 52)

e. Doa yang bererti Ath-Thana’ (pujian). Seperti Firman Allah:

Katakanlah Pujilah Allah atau Pujilah Ar-Rahman…
(Surah Al-Isra’ ayat 110)

f. Doa yang bererti Al-Qaul (ucapan). Seperti Firman Allah:

Ucapan mereka di dalamnya ialah: Maha Suci Ya Allah…
(Surah Yunus ayat 10)

Hukum dan Dalil-dalil Berdoa

Berdoa merupakan suatu ibadah, bahkan menjadi otaknya ibadah. Kenapa doa menjadi otaknya ibadah? Karena, dengan berdoa jelas sekali memperlihatkan penghambaan manusia kepada Allah. Dengan berdoa kepada Allah, maka terwujudlah: Allah, tempat meminta, tempat memohon, sedang si hamba adalah makhluk yang hina dan selalu dalam kekurangan.

Karena suatu ibadah, maka berdoa sangatlah dianjurkan (diperintahkan) oleh agama, walaupun doa tidak memerlukan suatu syarat dan rukun yang ketat, seperti halnya ibadah shalat, zakat, dan puasa.

Banyak firman Allah SWT. dan hadits Rasulullah SAW. yang menerengkan tentang doa dan merintahkan orang-orang beriman agar berdoa diantaranya adalah sebagai berikut:

Al-Quran

Surat Al-A’râf ayat 55-56

Artinya: “Mohonlah (berdoalah) kamu kepada Tuhanmu dengan cara merendahkan diri dan cara halus, bahwasannya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas; dan janganlah kamu berbuat kebinasaan di bumi (masyarakat) setelah la baik; dan mohonlah (berdoalah) kamu kepada Allah dengan rasa takut dan loba (sangat mengharap); bahwasannya rahmat Allah itu sangat dekat kepada orang-orang, yang ihsan (Iman kepada Allah dan berbuat kebajikan).”

Surah Al-Baqarah ayat 186

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepada engkau tentang Aku, maka sesungguhnya Aku sangat dekat (kepada mereka). Aku perkenankan doa orang-orang yang mendoa apabila ia memohon (mendoa) kepada-Ku. Sebab itu, hendaklah mereka memenuhi (seruan)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.”

Surah Al-Mu’min, ayat 60

Artinya: “Dan berfirman Tuhanmu “Memohonlah (mendoalah) kepada-Ku, Aku pasti perkenankan permohonan (doa) mu itu.”

Surah Al-A’râf, ayat 180:
Artinya: “Dan Allah mempunyai nama-nama yang sangat indah (Al-Asmâ’u al-Husnâ), maka memohonlah kamu kepada-Nya dengan (menyebut) nama-nama itu.”

Surah Al-Isrâ’, ayat 110

Artinya: “Katakanlah olehmu hai Muhammad: berdoalah (pujilah) akan Allah atau berdoalah (pujilah), akan Ar-Rahmân (Maha penyayang).”

Surah Yûnûs, ayat 10

Artinya: “Doa (percakapan) mereka di dalamnya (surga), adalah Allâhumma (Mahasuci Engkau wahai Tuhan).”


Al-Hadits

Diriwayatkan dari Abû Dâud dan Al-Turmudzî
Artinya: “Doa itu adalah lbadah.

Diriwayatkan dari Al-Turmudzî yang artinya sebagai berikut:
“Barangsiapa dibukakan pintu doa untuknya, berarti telah dibukakan pula untuknya segala pintu rahmat. Dan tidak dimohonkan kepaia Allah, yang lebih disukai-Nya selain daripada dimohonkan ‘afiyah. Doa itu memberi manfaat terhadap yang telah diturunkan dan yang belum diturunkan. Dan tak ada yang dapat menangkis ketetapan Tuhan, kecuali Doa. Sebab itu berdoa kamu sekalian.” (HR. Al-Turmudzî).

Diriwayatkan dari Al-Turmudzî
Artinya: “Tiap Muslim di muka bumi yang memohonkan suatu permohonan kepada Allah, pastilah permohonannya itu dikabulkan Allah, atau dijauhkan Allah daripadanya sesuatu kejahatan, selama ia mendoakan sesuatu yang tidak membawa kepada dosa atau memutuskan kasih sayang.” (HR Al-Thurmudzî).

Fadhilah dan Faedah Berdoa

Artinya: “Tidak ada sesuatu yang paling mulia dalam pandangan Allah, selain daripada “berdoa” kepada-Nya, sedangkan kita dalam keadaan lapang.” (HR. Al-Hâkim),

Artinya: “Doa itu senjata orang yang beriman, tiang tonggak agama, sinar cahaya langit dan bumi.”

Al-Ghazali berkata bahwa faedah doa itu walaupun tidak dapat menolak qadha Tuhan, adalah melahirkan khudhû’ dan hajat kepada Allah. Selain itu berdoa juga dapat menjadi sebab tertolaknya bencana, sebagai perisai, menjadi sebab untuk menangkis senjata dan sebagai air menjadi sebab keluarnya tumbuh-tumbuhan dari bumi.

Adapun faedah (manfaat) bagi orang-orang yang berdoa adalah sebagai berikut

  1. Menghadapkan muka kepada Allah dengan tadlarru’.
  2. Mengajukan permohonan kepada Allah yang memiliki perbendaharaan yang tidak akan habis-habisnya
  3. Memperoleh naungan rahmat Allah.
  4. Menunaikan kewajiban ta’at dan menjauhkan maksiat.
  5. Membendaharakan sesuatu yang diperlukan untuk masa susah dan sempit.
  6. Memperoleh kesukaan Allah.
  7. Memperoleh hasil yang pasti. Karena tiap-tiap doa itu dipelihara dengan baik di sisi Allah. Maka adakalanya permohonan itu dipenuhi dengan cepat dan adakalanya dibendaharakan untuk hari akhir.
  8. Melindungi diri dari bala bencana.
  9. Menolak bencana atau meringankan tekanannya.
  10. Menjadi perisai guna menolak bala.
  11. Menolak tipu daya musuh, menghilangkan kegundahan dan
  12. Menghasilkan hajat serta memudahkan kesukaran.

Nabi Saw. bersabda:

Artinya: “Tuhanlah yang melepaskan kamu dari bencana-bencana yang disebabkan oleh musuh-musuhmu dan Dia pulalah yang mencurahkan rezeki kepada kamu sekalian.” (HR. Abû Ya’lâ).

Waktu-waktu dan Tempat-tempat Berdoa

Ibnu ‘Atha’ menjelaskan doa itu mempunyai beberapa rukun (sendi) yang menyebabkan teguh dan kuat berdirinya, mempunyai beberapa sayap yang menyebabkan ia naik ke langit tinggi, mempunyai beberapa sebab yang menyebabkan diterimanya. Maka apabila doa-doa itu dilekatkan di atas rukun-rukun (sendi-sendinya), maka kokoh dan tegaklah berdirinya doa itu. Jika ia mempunyai sayap, maka terbanglah ia ke langit menuju tujuannya dan jika ada sebabnya, maka diterimalah doa itu.”

Menurut Ibnu ‘Atha’, rukun-rukun doa itu, ialah: kehadiran hati bila berdoa, serta tunduk menghinakan diri kepada Allah.

Sayap-sayapnya, ialah: berdoa dengan sepenuh kemauan dan keikhlasan yang timbul dan lubuk jiwa dan bertepatan dengan waktunya. Sebab utama doa diterima ialah bershalawat kepada Nabi sebelum berdoa.

Waktu-waktu untuk berdoa, ialah:

  1. Pada bulan Ramadhan, terutama pada malam Lailatul Qadar.
  2. Pada waktu wukuf di ‘Arafah, ketika menunaikan ibadah haji.
  3. Ketika turun hujan.
  4. Ketika akan memulai shalat dan sesudahnya.
  5. Ketika menghadapi barisan musuh dalam medan peperangan.
  6. Di tengah malam.
  7. Di antara adzan dan iqamat.
  8. Ketika I’tidal yang akhir dalam shalat.
  9. Ketika sujud dalam shalat.
  10. Ketika khatam (tamat) membaca Al-Quran 30 Juz.
  11. Sepanjang malam, utama sekali sepertiga yang akhir dan waktu sahur.
  12. Sepanjang hari Jumat, karena mengharap berjumpa dengan saat ijabah (saat diperkenankan doa) yang terletak antara terbit fajar hingga terbenam matahari pada hari Jumat itu.
  13. Antafa Zhuhur dengan ‘Ashar dan antara ‘Ashar dengan Maghrib.
  14. Pada waktu pengajian (belajar) di suatu majelis.
  15. Pada waktu minum air zam-zam.

Nabi Saw. bersabda:

Artinya: “Tuhan turun ke langit dunia, ketika malam telah tinggal sepertiga yang akhir. Maka berkatalah Tuhan: Siapa-siapa yang mendoa kepada-Ku, maka Aku perkenankan doanya. Siapa yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku ampuni dia.” (HR. Bukhârî dan Muslim).

Artinya: “Pada waktu malam, sesungguhnya ada suatu saat, dimana jika seseorang Muslim memohon kepada Allah suatu kebajikan dunia dan akhirat ketika itu, niscaya Allah mengabulkannya.” (HR. Muslim).

Artinya: “Mendoalah di saat doa itu diperkenankan Tuhan; yatu: di saat berjumpa pasukan-pasukan tentara (bertempur), ketika hendak mendirikan salat dan ketika turun hujan.” (HR. Al-Syâfi’i).

Artinya: “Tidak ditolak suatu doa yang dimohonkan antara adzan dan iqamat. (HR. Al-Turmudzî).

Artinya: “Inginkah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menyelamatkan kalian dari musuh-musuh dan memudahkan tezeki bagi kalian? Maka berdoalah kalian kepada Allah diwaktu malam dan diwaktu siang. Karena sesunggunya doa itu adalah senjata orang mukmin.”(HR. Abû Ya’lâ).

Artinya: “Ditanyakan orang kepada Rasulullah Saw. Wahai Rasulullah, manakah doa yang paling didengar Allah.”? Rasulullah menjawab: “Doa ditengah malam dan doa setelah shalat wajib.” (HR. Al-Turmudzî).

Artinya: “Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Maka perbanyaklah doa (ketika itu).” (HR. Muslim).

Artinya: “Allah mempunyai nama-nama yang baik, maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama tersebut. Dan tinggalkanlah (cara-cara) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (Al-A’râf: 180)

Tempat-tempat yang baik untuk berdoa

  1. Di kala melihat ka’bah.
  2. Di kala me1ihat mesjid Rasulullah Saw.
  3. Di tempat dan di kala melakukan thawaf.
  4. Di sisi Multazam. Didalam Ka’bah.
  5. Di sisi sumur Zamzam.
  6. Di belakang makam Ibrahim.
  7. Di atas bukit Shafa dan Marwah.
  8. Di ‘Arafah, di Muzdalifah, di Mina dan di sisi Jamarat yang tiga.

Di tempat-tempat yang mulia lainnya, seperti di Mesjid dan tempat-tempat peribadatan lainnya.

:: Ilmu Do’a

Membahas tentang definisi do’a, fadhilah dan faedah do’a, hukum dan dalil-dalil do’a, dan waktu-waktu mustajab do’a
:: Do’a dalam Al-Qur’an

Merupakan kumpulan do’a, yang termaktud dalam Al-Qur’an
:: Doa dalam Al-Hadits

Merupakan kumpulan do’a yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, yang dapat kita pelajari dari hadits-hadits Nabi Muhammad SAW.
:: Doa Pilihan

Merupakan kumpulan do’a pilihan, yang bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Doa-doa Dalam Al-Qur’an (1)

Al-Quran sebagai kalam Allah dan pedoman hidup bagi setiap muslim, mengandung banyak doa-doa. Sebagian doa-doa tersebut adalah:

1. Doa Pembangunan

Artinya: “Ya Tuhan, terimalah kebaktian kami. Sungguh Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu, dan jadikanlah pula anak turunan kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu. Tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, serta terimalah taubat kami. Sungguh Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang!.” (QS. Al-Baqarah: 127-128).

Penjelasan
Doa ini baik sekali dibaca setelah selesainya membangun rumah, mesjid, pesantren, madrasah dan pembangunan yang lain.
Dikisahkan dalam Al-Quran bahwa Nabi Ibrahim a.s. membaca doa ini setelah selesai membangun Baitul Haram (Kabah). Yang pada waktu itu ditimpa banjir besar (zaman Nabi Nuh as), kemudian Nabi Ibrahim dibantu puteranya Ismail as membangun kembali ka’bah tersebut. Setelah selesai mereka berdua mengangkat tangan seraya berdoa dengan lafazh doa di atas.

2. Doa Sapu Jagad

Artinya: “Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201).

Penjelasan
Dalarn Al-Quran dijelaskan bahwa doa ini dibaca oleh orang-orang muslim yang tulus setelah selesai melaksanakan haji.
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan pula bahwa doa ini mengandung seluruh kebaikan di dunia dan akhirat serta menghindarkan dari segala kejelekan. Oleh karena baik sekali doa ini dibaca pada setiap kesempatan.

3. Doa Tabah Menghadapi Lawan

Artinya: “Ya Tuhan, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, kokohkanlah pendirian kami, serta tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 250).

Penjelasan
Dijelaskan dalam Al-Quran, bahwa doa ini dibaca oleh sekelompok mukmin yang bergabung dengan pasukan Thalut melawan jalut. Sehingga dengan doa tersebut dan izin Allah Swt. pasukan Thalut dapat mengalahkan Jalut, dan Dâud membunuh Jalut.

4. Doa Keselamatan

Artinya: “Ya Tuhan, janganlah Engka siksa kami karena lupa atau bersalah. Ya Tuhan, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kamj, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 286).

Penjelasan:
Ibnu Katsir dalarn kitab tafsirnya merangkum sepuluh hadis tentang keutamaan membaca doa diatas. Diantaranya hadis yang diriwayatkan dari sahabat ‘Abdullah bin Mas’ûd, bahwa Nabi Saw. telah bersabda: “Barangsiapa yang membaca dua ayat yang akhir surah Al-Baqarah (ayat 285-286) setiap malam, maka dia akan mendapatkan keselamatan.” (Tafsir Ibnu Katsîr Juz, I, hal.340).

5. Doa Menghindari Kesesatan

Artinya: “Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sungguh hanya Engkaulah Yang Maha Pemberi karunia.” (QS. Âli ‘Imrân: 8).

Penjelasan
Dalam Al-Quran dijelaskan, baliwa doa ini dibaca oleh orang-orang ahli ilmu yang beriman kepada keagungan Al-Quran. Dan mereka berdoa kepada Allah Swt. agar tetap ada dalam jalan kebenaran, hatinya tidak condong kepada kesesatan setelah mendapatkan petunjuk, serta memohon curahan rahmat-Nya.

6. Doa Kekuatan Iman

Artinya: “Ya Tuhan, sungguh kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami, dan selamatkanlah kami dan siksa neraka:” (QS. Âli ‘Imrân: 16).

Penjelasan:
Dikisahkan dalam Al-Quran, bahwa doa ini dibaca oleh orang bertaqwa yang rajin melaksankan perintah Allah Swt., sehingga ia lupa pada kesenangan dunia.
Baik sekali doa ini dibaca juga untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt.

7. Husnul Khâtimah (akhir yang baik)

Artinya: “Ya Tuhan sungguh kami telah mendengar seruan yang menyeru kepada iman: “Barimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kami pun beriman. Ya Tuhan, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta matikanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbuat kebajikan. Ya Tuhan, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat nanti. Sungguh Engkau sama sekali tidak akan pernah menyalahi janji.” (QS. Âli Imrân: 193-294).

Penjelasan:
Baik sekali doa di atas dibaca pada setiap kesempatan, tapi lebih utama pada waktu tengah malam (sepertiga malam) sampai menjelang shubuh. Karena ayat ini pula yang dibaca Nabi Saw. ketika bangun dari tidurnya sambil memandang langit. Demikian peielasan Al-Bukhârî dari Ibnu ‘Abbâs.

8. Doa Penyesalan

Artinya: “Ya Tuhan, kami telah menganiaya dm kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’râf 23).

Penjelasan :
Doa ini merupakan doanya Nabi Adam a.s. dan isterinya Hawa, ketika keduanya terlanjur memakan buah khuldi yang dilarang oleh Allah Swt., sehingga mereka berdua dikeluarkan dari surga. Karena penyesalannya atas melanggar larangan Allah Swt., maka mereka berdoa agar diampuni dosanya. Lebih detailnya tentang Adam dan Hawa dapat dilihat dalam Al-Quran surah Al-A’râf ayat 11-25.

9. Doa Tolak Neraka

Artinya: “Ya Tuhan, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama dengan orang-orang zhalim.” (Al-A’râf 47).

Penjelasan:
Doa dia atas dibaca oleh Ahl al-A’râf, yakni orang-orang yang amal kebajikan dan kejahatannya seimbang. Ketika mereka melihat ahli surga dengan berbagai kenikmatanya, mereka berkata: “Kesejahteraan semoga tercurah buat kalian, wahai ahli surga.” Dan ketika mereka melihat ahli neraka dengan berbagai siksanya, mereka berkata: “Kami berlindung kepada Allah dari apa yang sedang kalian alami, Wahai ahli neraka.” Lalu mereka berdoa dengan doa diatas, yaitu memohon agar tidak disatukan dengan orang-orang zhalim.

10. Doa Mohon Keadilan

Artinya: “Ya Tuhan, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan haq (adil). Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.” (QS. Al-A’râf 89).

Penjelasan:
Dikisahkan dalam Al-Quran bahwa doa ini dibaca oleh Nabi Syu’aib a.s. ketika beliau diusir oleh kaumnya lantaran inkar terhadap agama yang dibawanya dan menolak ajakan kaumnya untuk kembali kepada ajaran agama merekaketika itulah Nabi Syu’aib a.s. memohon kepada Allah agar diberi keadilan antara agama Allah dan agama kaumnya. Lebih detailnya kisah Nabi Syu’aib ini bisa dilihat dalam Surah Al-A’râf ayat 89-91, dan tafsir Kurtubi Juz, VII, hal.251.

Doa-doa Dalam Al-Qur’an (2)

Al-Quran sebagai kalam Allah dan pedoman hidup bagi setiap muslim, mengandung banyak doa-doa. Sebagian doa-doa tersebut adalah:
11. Doa Mohon Keselamatan

Artinya: “Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir.” (Qs. Yûnus: 85-86).

Penjelasan:
Doa ini dibaca oleh kelompok minoritas yang beriman kepada Nabi Musa a.s., setelah mereka menyaksikan kemukjizatannya dihadapan Fir’aun. Ketika itu, kaum Nabi Musa as yang terdiri dari pemuda-pemuda dalam keadaan takut, bahwa Fir’aun dan pemuka-pemukanya akan menyiksa mereka. Maka pada waktu itu pula Nabi Musa as memerintahkan kepada kaumnya agar tidak takut dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah Swt., seraya berdoa dengan lafazh doa diatas. Bisa dilihat dalam Surah Yûnus ayat 83-86.

12. Doa Mohon Perlindungan
Artinya: “Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Hûd: 47).

Penjelasan:
Doa ini merupakan doanya Nabi Nuh a.s., yaitu ketika kaumnya termasuk anaknya (kan’an) ikut dihancurkan oleh Allah Swt. melalui banjir besar. Nabi Nuh a.s. perotes kepada Allah Swt., “kenapa anaknya (kan’an) ikut dihancurkan padahal dia adalah bagian dari keluargaku, dan Engkau sendiri berjanji akan menyelamatkan keluargaku dan menenggelamkan kaumku.” (QS. Hûd ayat 45).
Kemudian Allah memberikan jawaban: “bahwa dia (Kan’an) bukan termasuk keluargamu yang dijanjikan akan diselamatkan, karena dia tidak shalih dan beriman kepada Allah. Padahal yang akan diselamatkan dari banjir besar adalah mereka-mereka yang beriman kepada Allah.(Hûd ayat 46).
Setelah diperingatkan Allah, Nabi Nuh a.s. berdoa dengan lafazh doa diatas. Kemudian Allah mengabulkan doanya. (QS. Hûd ayat 48).

13. Doa Keluarga Maslahah

Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami berikanlah ampunan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS. Ibrâhîm: 41-42).

Penjelasan:
Doa diatas baik sekali dibaca dalam berbagai kesempatan, agar diri kita dan keluarga kita serta turunan kita senantiasa taat dan rajin beribadah kepada Allah Swt., khususnya ibadah shalat yang telah diwajibkan.
Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s., ketika ia baru saja memohon agar kota Mekkah dijadikan kota tentram, aman dan anak turunannaya diselematkan dari menyembah berhala. Lebih detail tentang kisah nabi ibrahim bisa dilihat dalam Al-Ouran Surah Ibâhîm ayat 35-42.

14. Doa Mohon Tempat yang Baik

Artinya: “Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar, dan keluarkanlah pula aku secara keluar yang benar. Dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan (pemimpin) yang menolong.” (Al-Isrâ’: 80).

Penjelasan:
Doa di atas dibaca bukan hanya dikhususkan ketika kita akan pergi. Tetapi dalam berbagai keadaan yang sering kali berubah sangat dianjurkan untuk dibacanya seperti akan melaksanakan pemilihan umum untuk memilih pemimpin. Doa di atas dibaca agar kita mendapatkan pemimpin yang jujur dan bijaksana. Baik juga doa di atas dibaca ketika kita akan meninggalkan tempat yang kita huni (dunia), memohon agar ditempatkan pada tempat yang layak setelah meninggal. Demikian Al-Qurthubi menjelaskan dalam tafsirnya.

15. Doa Mohon diberi Kemudahan

Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.” (QS. Al-Kahfi: 10).

Penjelasan:
Doa diatas baik sekali dibaca oleh para pejuang muda yang menegakkan agama Allah agar mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan. Karena doa tersebut adalah doa yang dibaca pemuda Ashhâb al-Kahfi, yakni sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah Swt. hingga mendapatkan petunjuk yang sempurna dari sisi-Nya. Doa ini dibaca oleh mereka ketika akan masuk gua sebagai persembunyiannya untuk menyelamatkan agama yang hak, agama yang mereka pegangi dari fitnah-fitnah dan orang-orang zhalim. Dan Allah Swt. mengabulkan doa mereka Kisah Ashhâbu al-Kahfi dapat dibaca dalam Surah Al-Kahfi dari ayat 9-26.

16. Doa Kelapangan hati

Artinya: “Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thâha: 27)

Penjelasan:
Doa di atas balk sekali dibaca ketika menghadapi kezhaliman seseorang, kelompok, dan penguasa. Juga dibaca agar mendapatkan kelancaran, kemudahan dalam berdakwah. Doa ini pula yang sering dibaca oleh para mubaligh.
Al-Quran mengisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Musa a.s. ketika mendapat perintah dari Allah Swt. agar menyampaikan risalah kepada Fir’aun. Dan akhirnya Allah Swt. mengabulkan permintaan Nabi Musa a.s., bisa dilihat dalam Al-Quran Surah Al-kahfi dari ayat 24-36.

17. Doa Mohon Jodoh dan Keturunan yang Baik

Artinya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik.” (QS. Al-Anbiyâi’: 89).

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar doa.” (QS. Âli ‘Imrân: 38).

Penjelasan:
Doa di atas baik sekali dibaca oleh orang-orang yang belum mempunyai keturunan dan pasangan hidup. Juga baik sekali dibaca oleh setiap muslim agar diberi keturunan yang shalih.
Kedua ayat diatas merupakan doanya Nabi Zakariya a.s. agar diberi keturunan sebagai pelenjut perjuangannya menegakkan agama Allah. Kisah Nabi Zakaria bisa dilihat dalam Al-Our’an Surah Al-Anbiyâ’ ayat, 89-90; Âli-’Imrân, 38-41.

18. Doa Mohon Terlepas dari Musibah

Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung pula kepada-Mu, ya Tuhan kami dari kedatangan mereka kepadaku.” (OS. Al-Mukminûn: 97-98).

Penjelasan:
Doa di atas dibaca dalam berbagai keadaan agar selamat dari tipu daya syathan, baik dalam beramal maupun dalam pergaulan. Dan doa diatas merupakan perintah Allah agar kita memperbanyak membacanya ketika terjadi musibah. (QS. Al-Mukminûn ayat 93-94).

19. Doa Mohon Kemuliaan

Artinya: “Ya Tuhan kami, jauhkanlah adzab Jahanam dari kami, Sungguh ‘adzab itu adalah kebinasaan yang kekal.” (QS. Al-Furqân: 65).

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqân: 74).

Penjelasan:
Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh orang-orang yang senantiasa memuji dan menyucikannya. Mereka senantiasa berpegang teguh pada etika Islam, beramal shalih, memperbanyak dzikir dan doa dalam segala kesempatan.

20. Doa Mensyukuri Ni’mat

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu-bapakku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai, serta masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih.” (QS. Al-Naml: 19).

Penjelasan:
Doa di atas baik sekali dibaca agar kita mendapatkan ilham untuk mensyukuri nikmat serta dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang beramal shalih di dunia” hingga kemudian mendapatkan kebaghagiaan di dunia dan akhirat. Doa tersebut pula yang dibaca Nabi Sulaiman a.s. yang kaya raya tidak ada bandingannya.

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu-bapakku, dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai, serta berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sungguh aku bertaubat kepada-Mu, dan sungguh aku adalah termasuk golongan orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqâf. 15).

Penjelasan:
Doa diatas dibaca oleh orang-orang mukmin yang jujur agar mereka diberi ilham untuk tetap mensyukuri nikmat, berbakti kepada orang tua, beramal sahalih, diberi keturunan yang mulia dan tobatnya diterima.
Ahli Tafsir yang lain menjelaskan bahwa doa tersebut berkati dengan Abu Bakar Shiddik, ketika kedua orangtuanya menyatakan masuk Islam.

Do’a Dalam Al-Qur’an (3)

Al-Qur’an sebagai kalam Allah dan pedoman hidup bagi setiap muslim, mengandung banyak doa-doa. Sebagian doa-doa tersebut adalah:

21. Doa Mohon Keluasan Rahmat
Artinya: “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu serta peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam sorga yang telah Engkau janjikan kepada mereka dari orang-orang shalih di antara bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan peliharalah mereka dari balasan kejahatan. Sebab orang-orang yang Engkau pelihara dari pembalasan kejahatan pada hari itu, sungguh telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. Al-Mukmin: 7-9)

Penjelasan:
Doa di atas dibaca oleh para malaikat penjaga ‘arasy Allah sebagai tasbih kepada-Nya. Mereka mendoakan kaum mukminin dengan doa di atas.

22. Doa Selamat dari Kedengkian

Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosadosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr: 10).

Penjelasan:
Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa di atas dibaca oleh orang-orang beriman yang mengikuti perjuangan salaf as-Shalih dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Mereka memohon agar tetap melanjutkan serta meneladani keshalihan, semangat jihad dan kesucian hati mereka.

23. Doa Bertawakkal Kepada Allah

Artinya: “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal, hanya kepada Engkaulah kami bertaubat, dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami. Sungguh hanya Engkau Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Mumtahanah: 4-5).

Penjelasan:
Doa di atas dibaca pada setiap kesempatan dan waktu. Dan menyerahkan sepenuhnya apa yang telah kita lakukan, usahakan kepada Allah Swt. semata karena hal ini pula yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s., dan kaum-kaumnya yang beriman. Sehingga Allah menyebutnya Ibrahim dan kaumnya sebagai teladan yang baik bagi kita.

24. Doa Diberi Pemimpin Agama

Artinya: “Ya Tuhan kami, utuslah kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka yang akan membacakan ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan kepada mereka Al-Quran dan hikmah serta menyucikan mereka. Sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Baqarah: 129).

Penjelasan:
Doa ini pula yang dibaca Nabi Ibrahim a.s. sebelum diangkat menjadi rasul, ketika itu Ibrahim melihat kenyataan bahwa ummatnya telah dilanda krisis moral dan krisis tauhid. Sehingga Ibrahim mendambakan pemimpin yang dapat membimbing mereka kepada jalan yang benar. Kemudian Allah mengabulkan permohonan Ibrahim, hingga kemudian dirinya diangkat meniadi rasul bagi ummatnya.

25. Doa Melihat Keajaiban Alam

Artinya: “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan alam ni dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka selamatkanlah kami dari siksa neraka.” (QS. Âli ‘Imrân: 191).

Penjelasan:
Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa di atas dibaca oleh orang-orang berakal dan berpengatahuan, yang senantiasa menyeimbangkan antara dzikir dan fikir. Hasil kerja akal selalu dijadikan sebagai sarana bersyukur dan berdzikir kepada Allah Swt., bukan untuk mengkufuri nikmat dan anugerah yang telah diberikannya.

26. Doa Lingkungan yang baik

Artinya: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negert yang zhalim penduduknya ini, dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu serta berilah kami penolong dari sisi-Mu.” (QS. Al-Nisâ’: 75).

Penjelasan:
Agar selamat dari kezhaliman dan ketertindasan suatu kelompok atau golongan, maka baca doa di atas setiap saat. Baik juga dibaca agar diberi ketentraman dan disatukan dengan orang-orang yang beriman.
27. Doa Curahan Rizqi
Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami suatu hidangan dari langit yang pada hari turunnya hidangan itu akan menjadi hari raya bagi kami, bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, serta menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu. Berilah kami rizki, dan Engkaulah Pemberi rizki yang paling utama.” (OS. Al-Mâ’idah: 114).

Penjelasan:
Doa diatas merupakan doanya Nabi Isa a.s. ketika ditantang oleh para pengikutnya yang menginginkan bukti konkrit atas kemukjizatan yang dimiliki oleh seorang rasul.
Bagi setiap muslim yang mendambakan limpahan rizqi dari sisi allah, sudah selayaknyalah memperbanyak membaca doa ini dalam setiap kesempatan. Kisah Nabi Isa tersebut dapat dilihat dalam Al-Quran surah Al-Mâ’idah ayat 111-115.

28. Doa Menghadapi Kegagalan Berdakwah
Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku serta masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu. Dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.” (QS. Al-A’râf 151).

Penjelasan:
Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa di atas dibaca oleh Nabi Musa as ketika melihat kaumnya kembali kepada kekufuran setelah ditinggal bermunajat di gunung Sinai (Thurisina). Kisah Nabi Musa tersebut bisa dilihat dalam Al-Quran Surah Al-A’râf ayat 150-154.

29. Doa Agar Dicintai Ummat

Artinya: “Ya Tuhan kami sungguh aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, yang demikian itu agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung (cinta) kepada mereka, dan berilah mereka rizki dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka senantiasa bersyukur.” (QS. Ibrâhîm: 37).

Penjelasan:
Doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s. la mendambakan keluarga yang senantiasa rajin mendirikan shalat sekalipun dihimpit permasalahan rizqi. Dengan ketabahan menghadapi realita hidup, pada akhirnya Allah mengabulkan doanya. Makkah menjadi kota yang makmur, dan keluarga Ibrahim senantiasa dicintai oleh setiap manusia. Kisah ini bisa dilihat dalam Al-Quran Surah Ibrahim ayat 35-41.

30. Doa Agar Diberi Kedudukan yang Mulia

Artinya: “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat.” (QS. Al-Mukminûn: 29).

Penjelasan:
Baik sekali doa diatas dibaca bagi setiap orang yang menginginkan kedudukan, baik pangkat, jabatan, atau kedudikan lainnya. Karena doa tersebut merupakan doanya Nabi Nuh a.s. ketika berada dalam perahu. Ia memohon kepada Allah Swt. agar diberi kedudukan yang lebih mulia daripada kedudukan sebelumnya. Kemudian Allah Swt. mengabulkan doanya Nabi Nuh tersebut, dan menjadikannya ummat yang taat kepada Allah Swt.

31. Doa Agar Diberi Hikmah

Artinya: “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan pertemukanlah aku dengan orang-orang yang shalih, serta jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang yang datang kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang mewarisi sorga yang penuh nikmat.” (QS. Al-Syu’ârâ’: 83-85).

Penjelasan:
Dikisahkan dalam Al-Quran bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s. setelah berhasil mendakwahkan misi dasar Islam kepada kaumnya, yaitu ajakan meniadakan sesembahan selain Allah. Kisah Nabi Ibrahim dan kaumnya yang kafir dapat dibaca dalam Al-Quran Surah Al-Su’ârâ’ ayat 69-85.

32. Doa Agar Diberi Bangunan Indah di Surga

Artinya: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam sorga, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.” (OS. Al-Tahrîm: 11).

Penjelasan:
Doa di atas baik sekali dibaca oleh para pejuang yang menegakkan kebenaran dan menjunjung tinggi kalimat Allah. Karena doa tersebut adalah doanya Asiyah binti Mujahim, isteri Fir’aun. Ia memohon kehadapan allah Swt. agar ditempatkan dalam surga dan selamat dari kezhaliman Fir’aun, suaminya.
33. Doa Agar Dibinasakannya orang-orang Zhalim

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang ibu-bapakku, serta dosa orang yang masuk ke rumahku dengan membawa iman, dan orang beriman laki-laki maupun perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kebinasaan.” (QS. Nûh: 28).

Penjelasan:
Doa di atas baik sekali oleh setiap muslim agar diberi kemenangan dalam berdakwah. Karena doa tersebut merupaka doanya Nabi Nuh a.s ketika selesai menghadapi banjir besar yang merupakan siksa dari Allah Swt. kepada kaumnya yang kafir. Kisah nabi Nuh as dapat dibaca dalam Al-Quran surah Nûh ayat 25-28.

34. Doa Agar Terlepas dari Kesulitan

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sungguh aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim.” (QS. Al-Anbiyâ’: 87).

Penjelasan:
Doa diatas hendaknya dibaca pada setiap kesempatan dan waktu, agar dihindarkan dari rasa frustasi dalam menghadapi perjuangan. Karena doa tersebut merupakan doanyan Nabi Yunus as sebagai penyesalan atas kelancangannya meninggalkan dakwah. Ia merasa berat menghadapi kaumnya yang membangkang, hingga kemudian ia tinggalkan. Kisah ini dapat dilihat dalam Al-Ouran surah Al-Anbiyâ’ ayat 87-88.

35. Doa Agar Kesempurnaan Cahaya

Artinya: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah dosa-dosa kami. Sungguh Engkau Maha Kuasa alas segala sesuatu.” (Al-Tahrîm: 8).

Penjelasan:
Doa di atas baik sekali dibaca dalarn berbagai kesempatan. Karena doa ini merupakan doanya orang mukmin yang memperoleh kebahagiaan sempurna, mendapatkan keridhaan Allah pada hari kiamat.

Do’a Dalam Al-Hadits (1)

Dalam kitab-kitab hadits banyak memuat doa-doa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW., dan diperintahkan bagi setiap muslim untuk melakukannya. Doa-doa tersebut diantaranya adalah:

1. Doa Mohon Ampunan Dosa

Artinya: “Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan dan keterlaluanku dalam segala urusan, dan ampuni pula segala dosa yang Engkau lebih mengetahui daripada aku.”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah kesalahan-kesalahan, kesengajaan, kebodohan dan keterlaluanku, serta segala dosa yang terdapat pada diriku.”

Penjelasan:
Doa-doa di atas dibaca agar kita terhindar dari segala kesalahan dan perbuatan dosa. Al-Bukhârî dan Muslim dari Abû Mûsa Al-Asy’arî meriwayatkan, bahwa Nabi Saw. biasa membaca doa ini, walaupun ia terbebas dari dosa (ma’shum).

2. Doa Kebaikan Dunia Akhirat

Artinya: “Ya Allah, perbaikilah urusan agamaku yang menjadi pegangan bagi setiap urusanku. Perbaikilah duniaku yang di situlah urusan kehidupanku. Perbaikilah akhiratku yang ke sanalah aku akan kembali. Jadikanlah hidupku ini sebagai tambahan kesempatan untuk memperbanyak amal kebajikan, dan jadikanlah kematianku sebagai tempat peristirahatan dari setiap kejahatan.”

Penjelasan:
Doa ini baik sekali kita baca setiap saat, karena selain untuk kebaikan dunia dan akhirat, juga untuk memperkuat agama yang kita pegang. Doa ini pula yang biasa dibaca Nabi Saw. memohon kepada Allah Swt. agar diberi kekuatan beragama. Demikian dalam hadis riwayat lmam Muslim dam Al-Turmudzî, dari Abû Hurairah.

3. Doa Mohon Petunjuk Allah.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu curahan rahmat dari sisi-Mu, yang dengannya hatiku mendapat petunjuk, terkumpul segala yang bercerai-berai dan terhimpun segala yang terpisah-pisah, tertolak segala fitnah atas diriku dan bertambah baik urusan agamaku, terpelihara segala sesuatu yang jauh dariku dan terangkat apa yang dekat denganku, disucikan segala perbuatanku dan dicerahkan wajahku, diberi ilham menuju petunjuk dan terpelihara diriku dari segala sesuatu yang jelek.”

Penjelasan:
Doa ini dibaca setiap pagi, lebih-lebih sebelum atau menjelang shalat shubuh sesudah shalat fajar. Insya Allah petunjuk Allah dan kebahagiaan hidup akan senantiasa menyertainya.
Dalam hadis riwayat Imam Thabrani dari Ibnu Abbas dijelaskan, bahwa doa ini pula yang senantiasa dilakukan Nabi Saw. setelah selesai melaksankan shalat sunat fajar sebelum shalat shubuh.

4. Doa Mohon Curahan Rahmat dan Ampunan

Artinya: “Ya Allah, aku telah banyak berbuat zhalim terhadap diriku sendiri, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau, maka curahkanlah ampunan dan belas kasih kepadaku dari sisi-Mu. Sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ”

Penjelasan:
Doa mi dibaca setiap selesai mengerjakan shalat fardhu, bahkan baik juga dibaca pada setiap kesempatan. Demikian menurut Al-Nawâwî Al-Baghdadi.

5. Doa Sayyidul Istighfar

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, yang tiada Tuhan yang pantas disembah melainkan Engkau.yang telah menciptakan diriku. Aku adalah hamba-Mu, dan aku berada dalam perintah dan perjanjian-Mu, yang dengan segala kemampuanku perintah-Mu aku laksanakan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan yang aku perbuat terhadap-Mu. Engkau telah mencurahkan nikmat-Mu kepadaku, sementara aku senantiasa berbuat dosa. Maka ampunilah dosa-dosaku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. ”

Penjelasan:
Doa ini dibaca setiap pagi dan sore, baik juga dibaca setiap selesai shalat fardhu.
Nabi Saw. menyebutnya Sayyidul Istighfar, puncak dari istighfar Nabi menjelaskan, barang siapa membaca doa ini setiap sore, dan apabila malam harinya ia meninggal, maka berhak masuk surga. Dan barangsiapa membaca doa ini setiap pagi hari, dan apabila siang harinya ia meninggal, maka berhak masuk surga. (HR. Bukhârî dan Muslim dari Syadad bin Aus).

6. Doa Keselamatan Lahir Batin

Artinya: “Ya Allah, berilah keselamatan pada badanku. Ya Allah, berilah keselamatan pada pendengaranku. Ya Allah, berilah keselamatan pada penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada Tuhan yang pantas disembah kecuali Engkau.

Penjelasan :
Doa ini dibaca setiap pagi dan sore hari sebanyak 3 kali. Insya Allah akan dianugerahkan keselamatan lahir batin. Ini juga yang dilakukan Nabi Saw., dan diikuti oleh Abî Barkah (ayah ‘Abdurrahman). Demikian Imam Abu Dâud meriwayatkan.

7. Doa Lailatul Qadar

Artinya: “Ya Allah Engkau adalah Maha pemaaf Lagi Maha Mulia. Engkau mencintai ampunan, maka ampunilah dosa-dosaku. ”

Penjelasan:
Doa ini baik sekali dibaca pada malam lailatul Qadar, yaitu suatu malam yang ada pada bulan Ramadhan. Imam Turudzî dari ‘Aisyah r.a. meriwayatkan, bahwa suatu ketika ‘Aisyah menghadap Rasulullah Saw. dan berkata: “Ya Rasulullah, apabila aku menemukan lailatul qadar, bacaan apa yang harus aku baca?” Rasulullah menjawab:”Bacalah: Allâhumma Innaka ‘Afuwwun Karim.”

8. Doa Mohon Keteguhan Iman

Artinya: “Ya Allah yang memutarbalikan hati. Tetapkanlah hatiku pada jalan agama-Mu”.

9. Doa Berlindung dari Kejelekan

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala kebajikan sebagaimana yang dimohon oleh nabi-Mu Muhamad. Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan sebagajmana yang nabi-Mu Muhamad mohon perlindungan. Engkaulah Yang Maha Pemberi Pertolongan, dan kepada-Mulah puncak segala pengharapan. Tiada daya upaya untuk meninggalkan ma’siat dan tiada kekuatan untuk melakukan ibadah kecuali atas pertolongan Allah.”

Penjelasan:
Doa ini merupakan doa dari keseluruhan doa yang diajarkan Nabi Saw. kepada Umamah.

10. Doa Teguh Pendirian.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ketegaran dalam menghadapi segala permasalahan. Aku memohon dengan sangat kepada-Mu untuk berkenan memberikan curahan petunjuk, serta aku memohon kepada-Mu dapat mensyukuri nikmat dan rajin melakukan ibadah. Aku mernohon kepada-Mu lisan yang jujur dan hati yang lurus. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang Engkau ketahui, dan aku memohon kepada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui, serta aku memohon kepada-Mu curahan ampunan dari segala dosa yang Engkau ketahui. Sebab hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib.”

Penjelasan :
Doa ini yang diajarkan Nabi Saw. kepada para sahabatnya untuk keteguhan hati dan pendirian, baik untuk dibaca.
Agar kita selamat dari rintangan dan halangan serta teguh dalam pendirian kita.

Do’a Dalam Al-Hadits (2)

Dalam kitab-kitab hadits banyak memuat doa-doa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW., dan diperintahkan bagi setiap muslim untuk melakukannya. Doa-doa tersebut diantaranya adalah:

11 Doa Mohon Kecintaan Allah

Artinya: “Ya Allah, aku memohon curahan cinta-Mu dan kecintaan orang-orang yang mencintai-Mu, serta mohon curahan amal yang dapat mengantarkan diriku mencintai-Mu. Ya Allah, jadikanlah kecintaan kepada-Mu lebih tertanam dalam jiwaku melebihi kecintaanku kepada diri sendiri dan keluargaku.”

Penjelasan :
Dalam hadis riwayat Al-Turmudzi dari Abi Darda’ diterangkan, bahwa Rasulullah Saw. setiap kali menuturkan tentang kisah Nabi Dâud a.s selalu mengatakan, bahwa dia adalah manusia yang paling rajin beribadah. Dan doa yang selalu dibacanya adalah doa di atas.

12. Doa Terpelihara dari Cela.

Artinya: “Ya Allah, tutuplah cacat-celaku, hilangkanlah kekhawatiranku, dan kurangilah kesalahan-kesalahanku. Peliharalah diriku dari segala kejelekan, baik dari arah muka maupun belakang, dari arah kanan maupun kiri, dari arah atas maupun bawah yang datang secara tiba-tiba.”

Penjelasan:
Baik sekali doa ini dibaca oleh setiap muslim, agar cacat dan celanya senantiasa ditutup Allah Swt. Doa ini pula yang dibiasakan Nabi Saw. membacanya pada setiap pagi dan sore. Demikian Abû Dâud, Al-Nasâ’i, Ibnu Majah dan Hakim dari Umar meriwayatkan.

13. Doa Selamat dari Hutang
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kedukaan. Aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemauan dan rasa malas”. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan bakhil. Dan aku berlindung kepada-Mu dari banvak hutang dan kezhaliman manusia.”

Penjelasan:
Doa ini baik sekali dibaca ketika sedang berada dalam kesusahan dan dililit hutang. Hal demikian yang diajarkan Nabi Saw. kepada Abi Umamah yang sedang kesusahan dan dililit hutang. Doa tersebut dibaca oleh Abî Umamah setiap pagi dan sore hari.
Setelah membaca doa tersebut, paginya Abî Umamah terbebas dari kesusahan dan hutangnya terlunasi.

14. Doa Supaya Selamat dari Musibah

Artinya: “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari musibah yang berat, dari kecelakaan yang menimpa, dari ketentuan yang yang jelek, dan dari kejahatan musuh yang zhalim. ”

Penjelasan:
Agar kita selamat dari musibah maka bacalah doa ini setiap saat. Begitu juga Rasulullah Saw. senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari musibah yang berat

15. Doa Selamat dari Fitnah

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahanam. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Dajjal yang pembohong. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan fitnah mati. Aku berlindung kepada-Mu dari banyaknya dosa dan hutang. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan fitnah kaya dan kejelekan fitnah fakir. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pendengaran, penglihatan, lisan dan hatiku. Aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada umur yang terlalu tua. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan ingkar kepada agama-Mu.”

Penjelasan:
Dalam hadis riwayat Imam Ashhab Al-Sunnah dari Ibnu Abbas dljelaskan, bahwa Rasulullah Saw. senantiasa membaca doa di atas.

16. Doa Mohon Hati yang Khusyu’

Artinya: “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak tidak manfaat, hati yang tidak khusyu, nafsu yang tidak pernah merasa puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan. Ya Allah, berikanlah kepadaku jiwa takwa lagi bersih. Sebab hanya Engkaulah yang membersihkan jiwa dan yang menguasi serta yang mengarahkannya.

Penjelasan :
Bila kita ingin mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan hati yang khusyu’, maka dawamkan-lah (biasakanlah) membaca doa ini. Hal ini pula yang dilakukan Rasulullah Saw., sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu Dâud, Al-Turmudzi, dan Al-Nasâ’i dari Zaid bin Arqam.

17. Doa Mohon Kelanggengan Nikmat

Artinya: “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat yang telah Engkau anugerahkan dan lunturnya keselamatan yang telah engkau berikan kepadaku. Dan aku berlindung kepada-Mu dari datangnya musibah dan segala murka-Mu yang datang dengan tiba-tiba.

Penjelasan:
Doa ini juga yang dibiasakan Nabi Saw. untuk membacanya setiap saat. Demikian Imam Muslim dan Abî Dâud dari ‘ Abdillah bin ‘Umar meriwayatkan.

18. Doa Terpelihara dari Rasa Lapar

Artinya: “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari rasa lapar, karena lapar adalah sejelek-jelek teman tidur. Dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat khianat, karena khianat adalah sejelek-jelek kejelekan. ”

Penjelasan:
Dengan membiasakan membaca doa diatas seseorang akan terbebas dari rasa lapar dan akan memperoleh ketenangan jiwa dan senantiasa berlaku jujur.

19. Doa Selamat dari Murka Allah

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, dan aku berlindung kepada keselamatan-Mu dari ancaman siksa-Mu. Aku tidak dapat menghitung lagi pujian yang ditujukan kepada-Mu. Engkau adalah sebagaimana puiian-Mu terhadap diri-Mu sendiri. ”

Penjelasan:
Doa ini pula yang dibaca Nabi Saw. setelah melaksanakan shalat sunat malam.

20. Doa Mohon Rizki yang Halal dan dililit Hutang

Artinya:”Ya Allah, cukupilah kehidupanku dengan rizqi-Mu yang halal, dan jauahkanlah diriku dari sesuatu yang telah Engkau haramkan. Dan dengan curahan anugerah-Mu. jauhkanlah diriku dari meminta sesuatu kepada selain Engkau. “

Penjelasan:
Bila seseorang tidak merasa puas dan cukup atas karunia dari Allah Swt. dan dililit hutang yang banyak, maka bacalah doa di atas. Doa ini pula yang diajarkan Sayyidina Ali kepada salah seorang hamba mukatab (yang sedang menebus dirinya untuk merdeka). Sayyidina Ali berkata: “Seandainya engkau mempunyai hutang emas sebesar gunung, kemudian engkau membiasakan diri membaca doa ini, tentu Allah akan memberimu kemudahan rizqi untuk melunasinya.
21. Doa Mohon Terhindar dari Syirik

Artinya: “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan sesuatu terhadap-Mu yang aku mengetahuinya, dan aku memohon ampunan kepada-Mu dari perbuatan syirik yang aku tidak mengetahuinya. ”

Penjelasan:
Doa ini yang diajarkan Nabi Saw. kepada para sahabat agar terjaga dari berbuat syirik yang sangat tidak kelihatan.

22.Doa Setiap Akhir Majelis.

Artinya: “Maha suci Allah, Allah yang bersih dari segala sifat tercela. Semoga keselamatan tercurahkan selalu kepada seluruh rasul, dan segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam ”

Penjelasan:
Barangsiapa ingin timbangan amalnya lebih berat, maka hendaklah setiap kali mengakhiri majelis membaca doa di atas demikian Al-Nawawi menjelaskan dalam kitab Al-Adzkar.

23. Doa jika Memandang sesuatu yang sulit

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan, terkecuali atas apa yang telah Engkau jadikan mudah. Dan Engkau dapat menjadikan tanah yang keras jika Engkau berkehendak. maka itu akan terjadi dengan mudah. ”

Penjelasan:
Doa ini yang diajarkan Nabi Saw. kepada Arias r.a. Sebagaimana Ibnu Sunni meriwayatkannya.

24.Doa ketika Takut pada Penguasa (atasan)

Artinya: “Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang Maha penyantun lagi Maha Bijaksana. Maha Suci Allah, Tuhan pemilik langit yang tujuh dan Tuhan pemilik ‘Arasy yang agung. Tidak ada Tuhan Selain engkau, sungguh mulia perlindungan-Mu dan sungguh agung pujian-Mu.”

Penjelasan:
Ibnu Sunnî meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar r.a, bahwa apabila kamu takut pada penguasa atau yang lainnya, maka ucapkanlah oleh-mu doa ini. “

Doa yang sangat wajar diamalkan di zaman ini (AYAT PENGGERAK)

Ada satu doa yang pendek tetapi sangat besar manfaatnya sekiranya diamalkan dalam kehidupan seharian kita. Doa yang dimaksudkan seperti sabda Rasulullah s.a.w. seperti berikut :

Rasulullah s.a.w. mengajarkan kepada umatnya satu doa yang jika dibaca tiga kali di waktu pagi dan tiga kali di waktu petang maka akan terhindarlah kepada yang membacanya daripada segala kemudaratan disepanjang hari tersebut. Doa daripada hadis di atas adalah seperti berikut :

Download <— (Klik disini untuk mendengar bacaan doa ini)

Mengikut kamus Dewan Bahasa Edisi Ketiga, ”Mudarat” membawa maksud seperti berikut :

1. Tidak Beruntung, Menanggung Rugi
2. Tidak Berhasil, Tidak Berjaya, Gagal
3. Berbahaya
4. Melarat, Bertambah Payah

Dengan itu jika kita amalkan doa yang tersebut di atas, insya’Allah kita akan terhindar daripada ”mudarat” yang disebutkan. Maka dengan itu faedahnya yang diperolehi ialah kita akan :

1. Beruntung, Tidak Menanggung Rugi.
2. Berhasil, Berjaya dan Tidak Gagal.
3. Selamat dari bahaya.
4. Tidak melarat, Menjadi Senang.

Keberuntungan beramal dengan doa ini :

  • Terhindar Daripada Bahaya

Tuan Guru Dato’ Dr. Haron Din menamakan doa ini sebagai ”Ayat Penggerak” kerana dengan membaca doa ini boleh mengerakkan hati kita untuk meneruskan atau tidak bila hendak melakukan sesuatu kerja-kerja yang berbahaya. Tuan Guru memberikan petua bagaimana untuk beramal dengan doa ini seperti berikut :

• Bila hendak memulakan perjalanan samaada perjalanan yang dekat ataupun jauh, mengembara ke tempat yang telah biasa ataupun yang belum pernah dikunjungi dan sebagainya atau untuk memulakan sesuatu pekerjaan yang mungkin biasa atau berisiko seperti masuk hutan untuk berburu, memancing, menyembelih binatang, bekerja di tempat pembinaan, dan seumpamanya, maka sebelum itu bacalah doa ini sebanyak tujuh kali. Insya’Allah, Allah s.w.t akan melindungi kita daripada segala bentuk kemudaratan, kejahatan dan bahaya yang mungkin ada di sekeliling kita.

• Jika bacaan tersekat-sekat atau terlupa atau ketika sedang membaca ada gangguan seperti gangguan telepon berdering, gangguan daripada anak-anak, gangguan daripada rakan-rakan yang menyapa dan sebagainya yang menyebabkan kosentrasi bacaan terganggu, maka berehatlah dahulu. Jangan diteruskan perjalanan atau pekerjaan tersebut. Setelah berehat beberapa ketika, baca sekali lagi sehingga tujuh kali bacaan. Jika sekiranya bacaan tujuh kali itu lancar baru teruskan perjalanan atau pekerjaan tersebut. Jika diteruskan juga perjalanan atau pekerjaan sedangkan bacaannya tidak lancar, mengikut pengalaman Tuan Guru, kita boleh terkena dengan kemudaratan yang mungkin ada dihadapan kita.

• Perlu diingatkan disini bahawa, insya’Allah kita boleh terlepas daripada kemudaratan yang dinamakan Qada’ Muaalaq iaitu ketentuan Allah yang boleh berubah dengan kita berusaha melalui berdoa kepada-Nya. Bagaimanapun jika ianya Qada’ Mubram iaitu ketentuan Allah yang tidak boleh berubah seperti mati maka kalau ajal telah tiba kita membaca doa ini seribu kali sekali pun pasti kita akan mati.

  • Terhindar Daripada Kemudaratan Makanan

Makanan dan minuman yang masuk ketubuh badan kita sebahagiannya mengandungi bahan kimia yang beracun. Racun tersebut tidak memberi kesan untuk jangkamasa pendek tetapi terbukti sebahagiannya memudaratkan tubuh badan untuk jangkamasa panjang. Penyakit yang begitu sinonim dewasa ini dalam masyarakat kita seperti kanser, diabetes, dan sebagainya adalah berpunca daripada makanan dan juga minuman. Untuk mengelakkan makanan yang kita makan membawa mudarat kepada tubuh badan adalah disarankan agar mengamalkan doa ini sekurang-kurangnya tiga kali sebelum menjamah apa sahaja makanan dan minuman. Insya’Allah dengan keberkatan membaca doa ini semua makanan dan minuman yang halal, yang dimakan dan diminum tidak memudaratkan tubuh badan kita.

  • Terhindar Daripada Sihir

Perbuatan belajar dan mengamalkan ilmu sihir hukumnya adalah syirik dan mereka yang syirik akan mendapat balasan laknat Allah s.w.t. dan mereka akan ditempatkan di dalam neraka selama-lamanya melainkan jika sempat bertaubat sebelum mati.

Kesan perbuatan sihir boleh terkena kepada sesiapa sahaja dengan izin Allah s.w.t. Ada sihir untuk tujuan kecantikan seperti memakai susuk dan kebanyakan amalan sihir adalah untuk tujuan khianat yang boleh memudaratkan seseorang dan sesetengahnya boleh membawa maut. Ada perbuatan sihir yang sememangnya ditujukan kepada seseorang kerana dorongan hasad dengki, dan ada juga yang terkena sihir dengan tidak disengajakan seperti secara tidak sengaja termakan makanan dan minuman yang mengandungi santau.

Pengalaman penulis berhenti makan dengan seorang sahabat di sebuah gerai makan. Gerai tersebut terletak di tepi jalanraya. Ketika hendak menjamah makanan, tiba-tiba pinggan kaca yang berisi nasi terbelah dua. Dalam peristiwa yang lain, sahabat penulis itu menceritakan dia pernah minum di sebuah restoran dimana gelas ditangannya pecah sebelum sempat sampai ke mulutnya. Kedua-dua kejadian ini berlaku kerana makanan dan minuman tersebut ada mengandungi sihir santau. Dia terhindar daripada mudarat sihir dengan berkat beramal dengan doa ini setiap kali sebelum menjamah makanan dan minuman.

Dalam hal yang lain pula, ada juga sihir digunakan untuk tujuan melariskan jualan makanan. Unsur-unsur bahan sihir tertentu dimasukkan ke dalam makanan yang menyebabkan sesiapa yang menjamah makanan tersebut akan merasakan masakan tersebut sungguh sedap. Dengan mengamalkan doa ini insyaAllah kita hanya akan merasa yg asal tanpa dipengaruhi faktor lain.

  • Terhindar Daripada Gangguan Makhluk Halus

Apabila kita pergi ke sesuatu tempat yang pada kebiasaannya tempat tersebut makhluk halus berkeliaran atau tinggal seperti di tepi tasek, di dalam hutan, di bangunan yang telah lama di tinggalkan dan sebagainya, maka kita terdedah kepada gangguan makhluk ini. Namun begitu jika kita beramal dengan doa ini insya’Allah mereka tidak berjaya untuk mengusik, manakut-nakutkan dan memudaratkan kita.

Satu perkara yang penting juga, apabila kita pulang ke rumah dari tempat yang disebutkan di atas, kadang kala makhluk itu akan mengekori kita dan masuk ke dalam rumah kita tanpa kita sedari. Jika kita mempunyai anak-anak kecil mereka mudah diganggu oleh makhluk ini, akibatnya anak kecil kita menangis tidak henti-henti. Untuk mengelakkan mereka masuk ke rumah kita, bacalah doa ini tiga kali kemudian ludah ke sebelah kiri sebelum kita masuk ke dalam rumah.

Di dalam hadis yang tersebut di atas, Rasulullah s.a.w. mengajarkan supaya membaca doa ini tiga kali, dengan itu mungkin kurang berkesan jika kita membacanya kurang daripada tiga.

Semoga artikel pendek ini memberi manfaat kepada yang membaca dan mengamalkannya, insya’Allah.

Doa Pilihan

Selawat Syifa’ atau Selawat Penyembuh

Caranya:

  • Ambil air mati satu gelas besar di waktu pagi
  • Baca Selawat Syifa’ di atas dan hembuskan

Kemudian diminum, InsyaAllah sihat

Doa Kejayaan / Terang Hati / Temuduga Pekerjaan

Ertinya: Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan
sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).

Doa Untuk Ketenteraman Keluarga Duduk Di Rumah

Ertinya: Hai Orang-orang yang beriman, sabarlah kamu dan sabarlah melawan musuhmu dan
berjagalah (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah,
mudah-mudahan kamu berjaya.

* Caranya: Dibaca 3 kali selepas solat fardhu

Doa Untuk Lemah Lembut Keluarga, Kasih Sayang Kepada Isteri Dan Anak-Anak

Ertinya: Allah Maha Lembut kepada hamba-hambaNya, Dia memberi rezeki kepada
sesiapa yang dikehendakiNya dan Dialah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

* Caranya:

  • Dibaca 3 kali selepas solat fardhu
  • Ditujukan kepada seseorang apabila telah tidur malam

Kemudian dibacakan sekali dan hembuskan ke tengkuknya serta minta Allah
lembutkan hatinya

Doa Lemah-Lembut Untuk Suami Isteri dan Anak-Anak

Ertinya: Ya Allah, Lembutkanlah bagiku hatinya sebagaimana Engkau
lembutkan bagi Daud akan besi

Bacaan Jika Sebak Dada dan Menghadapi Resah Gelisah

Ertinya: Bukankah kami(Allah) telah melapangkan dadamu(ya Muhammad), Dan
telah kami ringankan bebanmu yang berat, Yang memberati punggungmu, Dan
Kami tinggikan(muliakan) namamu, Maka sesungguhnya di samping kesukaran ada
kemudahan, Sesungguhnya di samping kesukaran ada kemudahan, Apabila engkau
telah selesai (mengerjakan satu pekerjaan), maka bersusah payahlah (mengerjakan
yang lain), Dan kepada Tuhanmu, berharaplah.

* Caranya:

  • Dibaca dengan meletakkan tapak tangan kanan di dada sebelah kiri dan ditekan

Kemudian dibaca surah Al-Insyirah 3 kali dan mohonlah supaya dilapangkan
dada

Doa Kesejahteraan Keluarga, Suami Isteri Selalu Bersyukur
Dan Anak-anak Menjadi Baik

Ertinya: Ya Tuhanku, taufiqkanlah aku (tunjukilah hatiku) buat mensyukuri nikmatMu,
yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua ibu bapaku dan supaya aku
mengerjakan amalan salih yang Engkau sukai dan perbaikilah bagiku anak-anak cucuku (keturunanku). Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku termasuk
orang-orang Islam.

* Caranya: Dibaca setiap hari selepas solat

Doa Menolak Sihir

Ertinya: Maka setelah mereka melemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan
itu, itulah sihir. Sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya. Sesungguhnya
Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat
kerosakan. ”

  • Caranya: Dibaca sebelum tidur

Doa Untuk Dimudahkan Mendapat Rezeki Yang Halal

Ertinya: Barang siapa yang takut kepada Allah, nescaya Allah akan mengadakan baginya
jalan keluar (dari kesulitan), Dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tiada
disangka-sangakanya. Dan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah,
nescaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah mengadakan kadar (aturan yang tertentu) bagi tiap-tiap sesuatu.

  • Caranya: Dibaca selepas solat fardhu

Doa Selepas Sembahyang

1. Doa supaya diampuni Tuhan dari segala kesalahan

Ertinya: Ya Allah! Ampunilah dosaku, kesalahanku, kebodohanku
segala sesuatu yang melampaui batas dan segala yang
Engkau lebih mengetahui daripadaku.

2. Doa untuk ibu bapa

Ertinya: Ya Allah! Ampunilah diriku dan ibu bapaku, dan kasihanilah
keduanya sebagaimana mereka mengasihaniku sejak kecil

3. Doa kebahagiaan keluarga

Ertinya: Ya Tuhan kami! Berilah kami, isteri kami, anak cucu kami semua
kegembiraan hati dan jadikanlah kami sebagai ikutan orang-orang yang taqwa

4. Doa keselamatan di dunia dan akhirat

Ertinya: Ya Allah! Kami minta ampun kepadaMu dan kesejahtereraan agama di dunia dan akhirat.

Doa Pilihan

Selawat Syifa’ atau Selawat Penyembuh

Caranya:

  • Ambil air mati satu gelas besar di waktu pagi
  • Baca Selawat Syifa’ di atas dan hembuskan

Kemudian diminum, InsyaAllah sihat

Doa Kejayaan / Terang Hati / Temuduga Pekerjaan

Ertinya: Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan
sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).

Doa Untuk Ketenteraman Keluarga Duduk Di Rumah

Ertinya: Hai Orang-orang yang beriman, sabarlah kamu dan sabarlah melawan musuhmu dan
berjagalah (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah,
mudah-mudahan kamu berjaya.

* Caranya: Dibaca 3 kali selepas solat fardhu

Doa Untuk Lemah Lembut Keluarga, Kasih Sayang Kepada Isteri Dan Anak-Anak

Ertinya: Allah Maha Lembut kepada hamba-hambaNya, Dia memberi rezeki kepada
sesiapa yang dikehendakiNya dan Dialah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

* Caranya:

  • Dibaca 3 kali selepas solat fardhu
  • Ditujukan kepada seseorang apabila telah tidur malam

Kemudian dibacakan sekali dan hembuskan ke tengkuknya serta minta Allah
lembutkan hatinya

Doa Lemah-Lembut Untuk Suami Isteri dan Anak-Anak

Ertinya: Ya Allah, Lembutkanlah bagiku hatinya sebagaimana Engkau
lembutkan bagi Daud akan besi

Bacaan Jika Sebak Dada dan Menghadapi Resah Gelisah

Ertinya: Bukankah kami(Allah) telah melapangkan dadamu(ya Muhammad), Dan
telah kami ringankan bebanmu yang berat, Yang memberati punggungmu, Dan
Kami tinggikan(muliakan) namamu, Maka sesungguhnya di samping kesukaran ada
kemudahan, Sesungguhnya di samping kesukaran ada kemudahan, Apabila engkau
telah selesai (mengerjakan satu pekerjaan), maka bersusah payahlah (mengerjakan
yang lain), Dan kepada Tuhanmu, berharaplah.

* Caranya:

  • Dibaca dengan meletakkan tapak tangan kanan di dada sebelah kiri dan ditekan

Kemudian dibaca surah Al-Insyirah 3 kali dan mohonlah supaya dilapangkan
dada

Doa Kesejahteraan Keluarga, Suami Isteri Selalu Bersyukur
Dan Anak-anak Menjadi Baik

Ertinya: Ya Tuhanku, taufiqkanlah aku (tunjukilah hatiku) buat mensyukuri nikmatMu,
yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua ibu bapaku dan supaya aku
mengerjakan amalan salih yang Engkau sukai dan perbaikilah bagiku anak-anak cucuku (keturunanku). Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku termasuk
orang-orang Islam.

* Caranya: Dibaca setiap hari selepas solat

Doa Menolak Sihir

Ertinya: Maka setelah mereka melemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan
itu, itulah sihir. Sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya. Sesungguhnya
Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat
kerosakan. ”

  • Caranya: Dibaca sebelum tidur

Doa Untuk Dimudahkan Mendapat Rezeki Yang Halal

Ertinya: Barang siapa yang takut kepada Allah, nescaya Allah akan mengadakan baginya
jalan keluar (dari kesulitan), Dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tiada
disangka-sangakanya. Dan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah,
nescaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah mengadakan kadar (aturan yang tertentu) bagi tiap-tiap sesuatu.

  • Caranya: Dibaca selepas solat fardhu

Doa Selepas Sembahyang

1. Doa supaya diampuni Tuhan dari segala kesalahan

Ertinya: Ya Allah! Ampunilah dosaku, kesalahanku, kebodohanku
segala sesuatu yang melampaui batas dan segala yang
Engkau lebih mengetahui daripadaku.

2. Doa untuk ibu bapa

Ertinya: Ya Allah! Ampunilah diriku dan ibu bapaku, dan kasihanilah
keduanya sebagaimana mereka mengasihaniku sejak kecil

3. Doa kebahagiaan keluarga

Ertinya: Ya Tuhan kami! Berilah kami, isteri kami, anak cucu kami semua
kegembiraan hati dan jadikanlah kami sebagai ikutan orang-orang yang taqwa

4. Doa keselamatan di dunia dan akhirat

Ertinya: Ya Allah! Kami minta ampun kepadaMu dan kesejahtereraan agama di dunia dan akhirat.

Do’a-do’a Pilihan (1)

1. Doa untuk Menarik Rizqi dari Setiap Penjuru

Artinya: “Wahai Allah limpahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw; sebanyak aneka rupa rizqi. Wahai Dzat Yang Maha Meluaskan rizqi kepada orang yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Luaskan dan banyakanlah rizqiku dari segenap setiap penjuru dan perbendaharaan rizqi-Mu tanpa pemberian dari makhluk, berkat kemurahan-Mu jua. Dan limpahkanlah pula rahmat dan salam atas dan para sahabat beliau. ”

Penjelasan :
Doa ini dibaca setiap selesai melaksanakan shalat lima waktu minimal 7 kali. Khasiatnya, untuk menarik rizqi agar tetap mengalir pada kita.

2. Doa untuk Mendapatkan Rizqi yang Halal

Artinya: “Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Kaya, wahai Dzat Yang Maha Terpuji, wahai Dzat Yang memulai, wahai Dzat Yang Mengembalikan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang, wahai Dzat Yang Maha Mencintai. Cukupilah kami dengan kehalalan-Mu dari keharaman-Mu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu dari selain Engkau. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw. keluarga dan sahabat beliau.”

Penjelasan :
Doa ini dibaca setiap selesai melaksanakan shalat jumat minimal 3 kali. Khasiatnya, Insya Allah akan dilimpahkan dari harta yang halal. Bahkan sebagian ulama berpendapat, barangsiapa mendawamkan (membiasakan) membaca doa ini setelah sahalat fardhu, maka Allah akan menjamin menjadikan padanya orang kaya di antara orang-orang kaya lainnya

3. Doa unluk memudahkan mata pencaharian

Artinya: “Dengan nama Allah, semoga Engkau menjaga diri kami, harta kami dan agama kami. Wahai Allah, ridhailah kami dari ketetapan-Mu dan berilah berkah kepada kami pada segala apa yang telah Engkau putuskan sehingga kami Tidak suka apa yang Engkau mempercepatkan apa yang Engkau akhirkan dan tidak pula menyukai mengakhirkan apa yang, Engkau cepatkan. ”

Penjelasan:
Doa ini dihaca ketika kita kesulitan mencari mata pencaharian. Insya Allah bila kita mendawamkannya, maka apa yang kita cari akan datang dengan tidak diduga sebelumnya

4. Doa akan masuk dan ketika berada ditempat yang anker

Artinya: “Apakah engkau mencari agama selain agama Allah ? Padahal semua yanga da di langit dan di bumi telah tunduk kepada-Nya, baik secara sukarela maupun secara paksa. Dan kepada-Nyalah mereka akan dikembalikan. ”

Penjelasan:
Ayat Al-Quran sekaligus doa ini dibaca ketika akan atau sedang berada ditempat yang menurut kita anker (tempat yang menyeramkan). Insya Allah kita akan terjaga dari syaithan-syithan atau makhluk-makhluk yang ada di tempat tersebut.

5. Doa ketika sakit dan merajah orang sakit

Artinya: “Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, Engkaulah penyembuh. Tak ada penawar selain dari penawar-Mu, penawar yang menghabiskan sakit dan penyakit. “

Penjelasan:
Doa ini dibaca 3 kali, kemudian menyapukannya kepada badan orang sakit dengan tangan kanan, atau ketika kita menyapu badan orang sakit. Hal ini dilakukan Nabi Saw. ketika salah seorang keluarganya sakit. (HR. Al-Bukhârî dan Muslim).

Artinya: “Hilangkanlah penyakit wahai Tuhan segala manusia. Di tangan-Mu kesembuhan. Tak ada yang menghilangkan penyakit, selain dari pada-Mu sendiri.”

Penjelasan:
Doa ini merupakan salah satu doa yang dibaca Nabi Saw. untuk menangkal para istrinya yang sakit, yaitu dengan menyapu badannya.

Artinya: “Wahai Tuhanku, Tuhan segala manusia yang menghilangkan penyakit, sembuhkanlah, Engkau pe-nyembuh. Tak ada yang menyembuhkan selain dari Engkau, sembuh yang tidak meninggalkan sakit lagi. ”

Penjelasan:
Begitu juga doa ini dibaca Nabi Saw. untuk menangkal para isterinya yang sakit.

Artinya: “Ya Tuhanku sembuhkanlah … (disebut nama orang yang sakit)…”

Penjelasan:
Doa ini juga baik dibaca ketika kita mengunjungi orang sakit. Hal ini dilakukan Nabi Saw. ketika mengunjungi Sa’îd bin Abî Waqash ra.

Artinya: “Saya memohon kepada Allah yang Maha Besar, Tuhan yang mempunyai ‘Arasy yang besar, akan menyembuhkan engkau. ”

Penjelasan :
Doa ini dibaca ketika kita berada disisi orang yang sakit. Nabi Saw. bersabda: “Barangsiapa mengunjungi orang sakit yang belum datang ajalnya, seraya membaca doa ini 7 kali disisinya orang sakit itu, maka Allah menyembuhkan penyakitnya. ” (HR. Abû Dâud dan Al-Turmudzî)

Artinya: “Dengan nama Allah, saya jampikan engkau dari segala sesuatu yang menyakiti engkau, dari kejahatan segala jiwa atau mata pendengki. Tuhan menyembuhkan engkau Dengan nama Allah saya menjampikan engkau. ”

Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika kita sedang sakit. Hal ini pula yang dilakukan malaikat Jibril kepada Nabi Saw. ketika sedang sakit. Imam Muslim meriwayatkan, pada suatu waktu Jibril datang kepada Nabi Saw., dan bertanya kepada Nabi Saw.: “Ya Muhammad, apakah engkau merasa sakit? Nabi Saw. rnenjawab: benar. Maka jibril pun mengucapkan doa ini terhadap Nabi.

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha pemurah lagi Maha penyayang. Saya lindungkan engkau dengan Allah yang Esa, yang di tuju oleh makhuk, yang tiada beranak dan tiada diperanakkan dan tak ada seseorang yang sebanding dengan Dia dari kejahatan yang engkau deritai.”

Penjelasan:
Doa ini juga salah satu doa yang dibaca ketika kita mengunjungi orang sakit, atau ketika kita sedang sakit. Ibnu Sunnî meriwayatkan, pada suatu waktu Nabi mengunjungi Utsman bin Affan yang sedang sakit, kemudian beliau membaca ta’awudz ini terhadap Utsman, seraya berkata: “Ya Utsman, berlindung dirilah engkau dengan kalimat-kalimat ini.”

Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha pemurah lagi Maha Penyayang. Dengan nama Allah yang Maha Besar, kami berlindung dengan Allah dari kejahatan peluh yang mendidihkan darah dan dari kejahatan kepanasan neraka. ”

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah (tiga kali). Saya berlindung dengan kebesaran Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan api yang aku derita dan aku khawatirkan (dibaca tujuh kali). ”

Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika kita sedang sakit. Yaitu, tangan kita letakan pada badan yang sakit kemudlan memhaca doa ini.

Artinya: “Tidak ada Tuhan yang disembah melainkan Allah, Allah itu Maha besar. Tidak ada Tuhan melainkan Allah sendiri-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada Tuhan melainkan Allah, bagi-Nyalah pemerintahan dan kerajaan, dan bagi-Nyalah segala puJi, Tidak ada Tuhan melainkan Allah. Tidak ada daya upaya dan tidak ada tenaga kekuatan melainkan dengan Allah. ”

Penjelasan:
Nabi bersabda: “Barangsiapa yang sakit dan mem-banyakan dzikir ini dalam sakitnya, kemudian mati, tiadalah ia dimakan oleh api neraka. “

Artinya: “Tuhanku, tolonglah aku terhadap kesukaran-kesukaran mati dan kemabukan-kemabukan mati. ”

Penjelasan :
Doa ini dibaca ketika sakit kita sudah akut, dan sudah tidak bisa lagi diobatinya.

Nabi melakukan hal ini, sebagaimana diriwayatkan At-Turmudzî dan Ibnu Majah. Yaitu, ketika Nabi Saw. sakit pada akhir umurnya, kemudian Nabi Saw. memasukan tangannya ke dalam gelas yang berisi air yang terletak disisinya; dan air itu beliau sapukan ke mukanya yang mulia seraya membaca doa ini. “

Doa Pilihan 2

6. Doa sekitar Pernikahan

Artinya:“Segala puji bagi Allah dan shalawat dan dalam untuk utusaan-Nya, aku mengaku bahwasannya tak ada Tuhan yang disembah melainkan Allah sendiri-Nya tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya mengaku bahwasanya Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Saya datang kepada tuan-tuan karena menghendaki gadu tuan, yakni si Anu, atau saudara tuan, si Pulan anak si Pulan. ”

Penjelasan:
Doa ini dibaca oleh seseorang yang akan melamar (meminang) perempuan, yaitu dibaca sebelum berbicara apa-apa. Demikian Al-Nawawi menjelaskannya.
Artinya: “Segala puji bagi Allah, kami meminta pertolongan kepada-Nya dan kami Meminta ampunan kepada-Nya. Kami berlindung dengan Allah dari kejahatan diri kami. Barangsiapa ditunjuki Allah, tiadalah ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan Allah, tiadalah ada yang dapat menunjukinya. Saya akui bahwasanya tak ada Tuhan melainkan Allah sendirinya. Tak ada sekutu bagi-Nya. Saya akui bahwasanya Muhammad itu hamba-Nya dan Rasul-Nya. Wahai segala manusia, berbaktilah kepada Tuhan yang telah menjadikan kamu dari suku yang satu, dan menjadikan dari suku yang satu itu pasangannya, dan menghamburkan dari dua sepasang itu banyak lelaki dan perempuan. Dan berbaktilah kepada Allah yang kamu bertanya-menanya dengan Dia dan berbaktilah kepada segala rahim-rahimmu, bahwasanya Allah itu senantiasa menjadi pengintip atas dirimu, “Wahai segala mereka yang beriman berbaktilah kepada Allah dengan secukup-cukup bakti, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan kamu menyerah diri kepada Allah. Wahai segala mereka yang beriman berbaktilah kepada Allah, dan bertuturlah dengan tutur yang benar, supaya diperbaiki untukmu segala amalanmu dan supaya diampunkan untukmu segala dosamu, dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia memperoleh kemenangan yang besar. ”

Penjelasan :
Doa ini dibaca ketika akan mengakadkan pernikahan, atau disebut juga doa ini sebagai khutbah nikah.
Hal ini pula yang diajarkan Nabi Saw. kepada para sahabatnya Demikian menurut riwayat Abû Dâud, Al- Turmudzi, Al-Nasâ’i, dan Ibnu Majah.

Artinya: “Mudah-mudahan Allah memberi berkat untukmu dan mengumpulkan kamu berdua dalam kebajikan. ”

Penjelasan :
Doa ini dibaca ketika kita mengunjungi orang yang baru kawin. Imam Abû Dâud meriwayatkan, Nabi apabila mendatangi seseorang sahabat yang baru kawin, ia mengucapakan doa ini kepadanya. Hal ini terjadi ketika ‘ Abdu ar-Rahman bin’ Auf mengabarkan kepada Nabi Saw., bahwa ia telah menikah, kemudian Nabi Saw. mengucapkan doa ini, demikian dalam riwayat Al-Bukhârî.

Artinya: “Mudah-mudahan Allah memberkati untuk masing-masing kita terhadap, sahabatnya ”

Penjelasan:
Doa ini juga dibaca ketika mengunjungi orang yang sedang nikah, atau baru nikah

Artinya: “Mudah-mudahan Allah memberkati untuk masing-masing kita terhadap sahabatnya.

Penjelasan:
Doa ini dibaca oleh suami kepada isterinya, yaitu ketika selesai akad nikah, dan si suami akan bertemu dengan isteri, maka doa ini dibaca.
Setelah itu si suami boleh juga menambah bacaan dengan doa dibawah ini:
Artinya: “Wahai Tuhanku, aku memohon kepadamu kebajikannya dan kebajikan thabi’atnya;. dan aku berlindung kepadamu dari kejahatannya dan kejahatan thabi ‘atnya.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, wahai Tuhanku, jauhkanlah kami dari syaithan dan jauhkanlah syaithan dari rezeki yang, Engkau berikan kepadanya. ”

Penjelasan :
Doa ini dibaca ketika pasangan suami isteri akan berjima (berhubungan). Al-Bukhârî menjelaskan, Nabi Saw. bersabda: “Sekiranya salah seorang kamu mendekati isterinya (menjima isterinya) seraya membaca doa ini, lalu berhasillah dengan jima itu seorang anak, niscaya anak itu tidak dapat dimadharatkan syaithan. “

Artinya:“Betapa engkau dapati ahlimu, mudah-mudahan Allah memberi berkah kepadamu. ”

Penjelasan:
Doa ini dibaca isteri kepada suaIni setelah suami mendukhulnya (bersenggama). Dalam riwayat Al-Bukhârî dijelaskan: bahwa Nabi Saw. setelah memasuki kamar Zainab beliau menemui ‘Aisyah. Maka setelah salam (bersalaman), Aisyah mengucapakan doa ini. Semua isteri Nabi melakukannya.

7. Doa Sekitar Orang Mati

Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah akan dia dan angkatlah derajatnya beserta orang-orang yang mendapat petunjuk dan berilah gantinya dalam keturunannya yang akan datang, ampunilah akan kami dan akan dia wahai Tuhan semesta alam, dan luaskanlah kuburan dan terangilah kuburannya. ”

Penjelasan:
Doa ini dibaca setelah kita memejamkan mata orang mati, dan Nabi Saw. pun melakukannya.

Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah akan aku dan dia, dan berilah kepadaku daripadanya ganti yang baik. ”

Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika kita berada disisi mayit.
Dalam riwayat Imam Muslim, hal ini dipraktekkan oleh Ummu Salamah ketika Abu Salamah meninggal. Yaitu ketika Abu Salamah meninggal, Ummu Salamah memberi kabar kepada Nabi Saw. bahwa Abu Salamah meninggal dunia Maka Nabi Saw. menyuruh membaca doa ini di sisi Abu Salamah.

Artinya: ” Bahwasannya kami kepunyaan Allah dan bahwasannya kami akan kembali kepada-Nya. Tuhanku, pahalailah aku dan gantilah untukku yang lebih balk daripadanva. ”

Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika salah seorang keluarga kita meninggal. Ummu Salamah ketika suaminya (Abu Salamah) meninggal, ia membaca doa ini, dan ini pula yang diajarkan Nabi Saw. kepadanya.
Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Adzkar, Imam Muslim meriwayatkan: “Ummu Salamah mendengar Nabi SAW bersabda: Tidak ada seorang hamba yang ditimpa suatu bencana (kematian) lalu ia membaca doa ini, melainkan Allah memberi ganti yang lebih baik dari yang mati itu. “

Artinya: “Bahwasannya kami kepunyaan Allah dan bahwasannya kami kembali kepada-Nya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Wahai Tuhanku tuliskanlah akan dia beserta orang-orang yang muhsin dan jadikanlah kitabnya di dalam surga yang tinggi dan berilah gantinya auntuk ahlinya yang akan datang dan janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya dan janganlah Engkau memberi percobaan-percobaan kepada kami sesudahnya.”

Penjelasan :
Doa ini dibaca ketika mendapat berita bahwa sahabat kita meninggal. Sabda Nabi Saw. sebagaimana diriwayatkan Ibnu Sunnî r.a: Apabila sahabatmu meninggal (sesudah mendapat berita). Bacalah doa ini.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menolong hamba-Nya dan membesarkan agama-Nya. ”

Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika mendengar berita kernatian seseorang musuh agama. Dan hal ini dilakukan Nabi Saw. ketika mendengar kematian Abu Jahal, demikian riwayat Ibnu Sunni dan Ibnu Mas’ud r.a dalam kitab Al-Adzkar.
Artinya: “Semoga Allah membesarkan pahalamu, membaguskan hiburanmu dan mengampuni dosa orang matimu. ”

Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika berta’ziah kepada sesama muslim.
Artinya: “Mudah-mudahan Allah membesarkan pahalamu dan membaguskan hibran hatimu. ”

Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika kita berta’ziah kepada orang mati yang kafir.

Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah yang hidup yang tidak mati”.

Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika melihat jenazah diusung

Artinya: “Ya Tuhanku, telah diserahkannya kepada-Mu oleh anak-anaknya, ahlinya, kerbatnya dan saudara-saudaranya dan ia telah bercerai dengan orang-orang yang menyukai kedekatannya. la keluar dari lapangan dunia dan kehidupan masuk ke dalam kegelapan kubur dalam kesempitannya. la datang kepada Engkau, Engkaulah sebaik-baik orang yang didatangi. Jika Engkau siksanya. maka adalah karena dosanya. Dan jika Engkau ma ‘afkan, maka Engkaulah yang sangat patut memberikan ma’af Engkau tak perlu mengadzabnya, sedang dia sangat benar berhajat kepada rahmat Engkau Wahai Tuhanku, syukurilah kebajikannya, ampunilah keburukannya, lindungilah akan dia dari ‘adzab kubur. Kumpulkanlah untuknya dengan ramat-Mu keamanan dari ‘adzab-Mu. Peliharalah akan dia dari segala bencana yang menghalanginya ke surga. Tuhanku, berilah gantinya dalam peninggalannya yang akan datang, angkatlah akan dia dalam surga tinggi dan limpahkanlah kepadanya keutamaan rahmat-Mu, Ya Arhâm ar-Râhimîna. ”

Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika akan memasukan mayit ke dalam kubur. Demikian Imam Syafi’i menjelaskan dalam kitabnya Al-Muzfuli, sebagaimana dikutip Hasbi Ashidiq.

Artinya: “Dan pada tanah inilah Kami (Allah) telah jadikan kamu”.
Artinya: “Dan ke dalam tanah inilah Kami kembalikan kamu”.

Artinya: “Dan daripadanya Kami keluarkan kamu sekali lagi.”

Penjelasan:
Doa tersebut dibaca ketika tanah akan ditimbunkan kepada mayit, atau dibaca pula ketika memegang tiga kepalan tanah yang akan disimpan dekat kepala mayit.
Artinya: “Wahai Anu anak si Anu, ingatlah tugas kewajiban yang kamu telah keluar dari dunia dalam tugas kewajiban itu, yaitu mengaku bahwasanya tak ada Tuhan melainkan Allah sendiri-Nya. Tak ada sekutu bagi-Nya. Dan bahwasannya Muhammad itu hamba-Nya dan pesuruh-Nya. Dan ingatlah bahwa qiamat (bangkit dari kubur) pasti datang, tak dapat diragukannya, dan bahwasanya Allah akan membakitkan segala orang yang di dalam kubur. Katakanlah; saya ridha Allah Tuhanku, Islam Agamaku, dan Muhammad Nabiku, Ka’bah qiblatku, Al-Qur ‘an imamku, setiap orang Islam saudaraku, Tuhanku Allah, tak ada Tuhan melainkan Dia. Dialah Tuhan yang mempunyai ‘arasy besar. ”

Penjelasan:
Doa ini dibaca setelah selesai menguburkan mayit, yaitu ketika akan dilangsungkan talkin (memberikan nasehat-nasehat) kepada mayit, dengan duduk atau berdiri di kepala kubur. Hai ini dijelaskan oleh sebagian ulama.

Begitu juga Al-Nawâwî menjelaskan, bahwa Syaikh Nasher melakukan hal itu ketika selesai menguburkan mayyit.

Artinya: “Mudah-mudahan Tuhan mencurahkan kesejahteraan atas kamu, wahai penghuni kampung orang-orang yang beriman. Telah datang kepadamu apa yang dijanjikan, esok, kamu diberikan tangguh, dan bahwasanya kami, Insya Allah akan mendatangimu. Tuhanku, ampunilah penghuni …”

Penjelasan :
Dari hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Aisyah menjelaskan: Ketika Nabi Saw. berada ditempatnya, Nabi keluar menziarahi pekuburan Al-Baqi’ seraya membaca doa diatas.
Artinya: “Mudah-mudahan Tuhan limpahkan kesejahteraan atas penghuni kampung- kampung ini; dari segala orang Islam dan beriman; dan mudah-mudahan Allah merahmati segala orang yang terdahulu dari kami dan segala orong yang terbelakang dari kami. Insya Allah kami akan datang jua menjumpaimu. ”

Penjelasan:
Dalam Al-Adzkar, Imam Muslim meriwayatkan bahwa Aisyah r.a. Bertanya kepada Nabi Saw.: Apakah yang saya bacakan ketika menjiarahi kubur? Nabi Saw. menjawab: “Bacalah olehmu doa ini ketika menziarahinya.”

Artinya: “Mudah-mudahan Tuhan limpahkan kesejahteraan atas kamu, wahai penghuni kampung-kampung ini dari segala orang yang beriman, dan bahwasanya kami insya Allah akan menjumpaimu. Aku mohon kepada Allah ‘afiyat untuk kami dan untuk kamu.”

Penjelasan:
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Adzkar, Nabi Saw. memerintahkan sahabatnya membaca doa diatas ketika menziarahi kubur

DOA HARIAN

  1. DOA KETIKA HENDAK TIDUR
  2. DOA KETIKA BANGUN TIDUR
  3. DOA KETIKA MEMAKAI PAKAIAN
  4. DOA KETIKA MEMBUKA PAKAIAN
  5. DOA KETIKA KELUAR RUMAH
  6. DOA KETIKA MASUK RUMAH
  7. DOA KETIKA MASUK TANDAS
  8. DOA KETIKA KELEUAR DARI TANDAS
  9. DOA APABILA MENDAPAT KHABAR GEMBIRA
  10. DOA UNTUK MENGHILANGKAN RASA MARAH
  11. DOA KETIKA MELIHAT DIRI DI CERMIN
  12. DOA KETIKA MELIHAT BARANG YANG DISUKAI
  13. DOA KETIKA MANGHADAPI KESUSAHAN TIDUR
  14. DOA KETIKA MERASA TAKUT ATAU TERKEJUT
  15. DOA KETIKA MENGHADAPI KECELAKAAN
  16. DOA KETIKA SUKAR MENYELESAIKAN AKAN SESUATU URUSAN
  17. DOA KETIKA MENDENGAR AKAN KEMATIAN ATAU KEMALANGANV
  18. DOA KETIKA HENDAK MAKAN
  19. DOA KETIKA TERLUPA MEMBACA DOA MAKAN
  20. DOA SELEPAS MAKAN
  21. DOA KETIKA MENGAMBIL AIR WUDHU’
  22. DOA KETIKA MENUNTUT ILMU
  23. DOA MENGHINDAR DARI AZAB API NERAKA
  24. DOA PARA RASUL DAN PARA MUKMININ
  25. DOA PENERANG HATI
  26. DOA KETIKA KEHILANGAN BARANG
  27. DOA ANAK UNTUK KEDUA IBU BAPA
  28. DOA MENGHINDAR DARI SIFAT MALAS
  29. DOA MEMOHON KESABARAN
  30. DOA ORANG YANG SEDANG SAKIT
  31. DOA MOHON KETETAPAN IMAN
  32. DOA TAUBAT
  33. DOA APABILA MELIHAT HUJAN
  34. DOA APABILA MENDENGAR GURUH
  35. DOA DIWAKTU PAGI DAN PETANG
  36. DOA DIKALA MELIHAT LANGIT
  37. Doa-doa mashyur ketika melakukan amalan harian1. Doa Ketika Bangun TidurErtinya: “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya kami kembali.”2. Doa Ketika Memakai Dan Menanggalkan PakaianErtinya:”Ya Allah, aku memohon kepadaMu kebaikan pakaian ini dan kebaikan yang ada padanya. Aku pohon perlindungan dari kejelekan pakaian ini dan kejelekan apa yang ada padanya.”3. Doa Keluar Atau Memasuki Rumah
    (Ketika keluar dari Rumah)

    (Ketika masuk rumah)

    Ertinya:”Ya Allah aku bermohon kepadamu sebaik-baik tempat ,masuk dan sebaik-baik tempat keluar; dengan nama Allah kami masuk dengan nama Allah juga kami keluar dan kepada Allah,Tuhan kami, kami bertawakal (berserah diri)”5. Doa Ketika Masuk Dan Keluar Tandas
    (Ketika Masuk Tandas)

    Ertinya:”Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari gangguan syaitan jantan dan betina”(Ketika Keluar Tandas)

    Ertinya:”Aku mohon ampun pada Engkau wahai Tuhanku, segenap puji bagi Allah yang mengelakkan bahaya itu daripadaku serta menyihatkan badanku.”6. Doa Ketika Berwuduk Mandi Dan Azan
    (Ketika Berwuduk)
    “Ya Allah, ampunilah dosaku dan luaskanlah rumahku dan berilah berkat dalam rezekiku.”

    (Ketika Selesai Berwuduk)
    “Aku menyaksikan bahawa tiada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Esa serta tiada sesuatu pun yang menyamai-Nya dan aku bersaksi bahawa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari orang-orang yang bersuci.”

    (Ketika Selesai Azan)
    “Ya Allah ,Tuhan yang mempunyai seruan yang sempurna ini dan solat yang akan didirikan , kurniakanlah kepada Nabi Muhammad SAW kedudukan dan keutamaan dan bangkitkanlah baginya kedudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan.”

    7. Doa Ketika Makan
    (Ketika Makanan Terhidang- sebelum makan)

    Ertinya:”Ya Allah, berkatilah kepada kami pada apa-apa yang Engkau rezekikan kepada kami dan jauhkanlah kami dari azab(siksa) neraka. Dengan Nama Allah.”(Ketika Selesai Makan)

    Ertinya:”Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makanan kepada kami memberi minuman kepada kami dan menjadikan kami dari golongan Muslimin.”8. Doa Apabila Bermimpi
    (Apabila mendapat mimpi yang baik dan disuruh menceritakan)
    “Segala puji-pujian bagi Allah, Tuhan Sekalian Alam”

    (Apabila mendengar cerita mimpi yang baik)
    “Semoga baik apa yang engkau temui dan terpelihara dari keburukan engkau. Semoga baik untuk kita dan buruk untuk musuh-musuh kita. Segala pujian bagi Allah Tuhan seluruh alam.”

    (Apabila mendapat mimpi yang buruk dan ditegah menceritakan)
    “Ya Allah, aku mohon perlindungan kepada Engkau daripada keburukan mimpi.”

    (Ketika terjaga kerana terkejut atau takut sesuatu di waktu tidur)
    “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan-Nya dari kejahatan hamba-hamba-Nya dari bisikan syaitan yang mendekatiku.”

    9. Doa Tidur
    (Sebelum ia tidur, hendaklah ia bersihkan(kibas) tempat tidurnya tiga kali dan berdoa)
    “Dengan namaMu wahai Tuhanku,aku baringkan lambungku dan kerana Engkau aku mengangkatnya; jika Engkau tahan jiwaku(Kau ambil nyawaku), ampunilah diriku, jika Engkau lepaskan (kembalikan) jiwaku, maka peliharalah diriku sebagaimana Engkau pelihara hamba-hambaMu yang salih.”

    (Ketika Akan Berbaring di tempat tidur)
    “Ya Allah, aku mohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan kecuali Dia ,Yang Hidup,Yang Jaga dan aku bertaubat kepada-Nya.” (3 kali )

    11. Doa Selesai Sembahyang Atau Selesai Majlis
    (Zikir-zikir selepas sembahyang)

    Tasbih (33 X)Tahmid(33X) 

    Takbir (33X)

    Dan disempurnakan dengan

    Ertinya:”Tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa ,yang tidak ada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nya segala kekuasaan dan kepunyaan-Nya segala pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.” Ertinya:”Ya Allah bantulah aku berzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu dan sebaik-baik ibadat kepadaMu.”(Ketika meninggalkan majlis)

    Ertinya:”Maha Suci Engkau Ya Allah dengan segala pujiMu,aku bersaksi tidak ada tuhan kecuali Engkau aku bermohon ampun kepadaMu dan aku bertaubat kepadaMu.”


Sesiapa yang mengekalkan mambaca AlFathihah diantara sembahyang sunat subuh dengan Fardhu Subuh sebanyak 41 kali, makan fazilatnya ialah:

  • Meminta pangkat melainkan dapat.
  • Ia miskin melainkan kaya.
  • Ia berhutang melainkan dibayar Allah akan hutangnya
  • Ia sakit melainkan disembuhkan Allah.
  • Ia lemah malainkan dikuatkan Allah.
  • Ia berdagang di negeri orang,melainkan dimuliakan, dikasihi dan sampai cita-cita.

Berkata beberapa ulama termasuk beberapa orang murid kepada al-Sheikh al-Tamimi menyatakan:
“Suatu masa penyakit Taun dan wabak telah menyerang negeri Maltan dengan dahsyatnya kerana itu beberapa bayak kematian telah berlaku di negeri itu pada setiap hari.”
“Lalu tuan Sheikh al-Tamimi meminta sahabat dan muridnya membaca Fatihah keatas sesiapa yang dihinggapi oleh penyakit Taun dan wabak tersebut.”
“Maka kami pun membaca dan meniupkannya ke atas orang sakit itu, seketika lamanya kami lihat orang sakit itu pun sembuh dang penyakitnya berkurangan.”
Begitulah Fazilatnya sesiapa yang membaca 41 kali Fathihah keatas seorang yang sakit setelah itu dihembuskan kepadanya, Insya Allah afiat

AIR FATHIHAH
Ibnu Abas r.a mennyatakan ,Saidina Hassa bin Ali r.a cucu kepada Rasulallah telah sakit. Rasulallh melihat cucunya sakit, mengambil air dan membacakan fatihah dan membacakan 40 kali dalam saru bekas, kemudain air itu disapukan ke muka, kepala dan dua belah tangan dan kaki serta perut dan mana-mana angota yang nyata. Dengan berkat fathihah itu sembuh lah penyakitnya.
Demikinalah, sesiapa sehaja yang mengidap sesuatu penyakit bacakanlah Fatihah sebanyak yang tersebut setelah itu bacakan serapah ini:
Ya Allah sembuhkanlah kerana Engkau Maha Penyembuh. Ya Allah lindugkan kerana Engkau Maha Pelindung. Ya Allah pulihkan kerana Engkau Maha Pemulih.
Diberi minum air Fatihah itu kepada orang yang mengidap penyakit dan sapukan ke mukanya serta ke serata tubuh badannya, inysaallah akan afiat.

MELEPASKAN DIRI DARI BELENGGU ATAU TERIKAT
Apabila sesaorang itu terikat atau terbelunggu, hendaklah dibacakan Fathihah 121 kali, kemudian dihembuskan keatas ikatan atau belenggu itu.
Insyaallah akan terurai ikatan atau belunggu tersebut dengan izin Allah terlepas

FATIHAH SEBAGAI PENDINDING SEMASA TIDOR
Sesiapa membaca Fathihah sekali tatkala ia meletakkan kepalanya kerana hendak tidor,kemudian ia membaca

  • Qulhuallah 3 kali,
  • surah alFalaq sekali
  • surah anNas sekali

terselamat ia dari segala kejahatan dan mudharat serta menjadi dinding dari hantu syaitan dan segala makhluk yang akan merasuksemasa tidor.

FATIHAH SEBAGAI PENERANG HATI
Jika dibacakan Fatihah:

  • 70 kali sehari
  • selama 7 hari

pada suatu bekas yang berisi air kemudian dihembuskan kedalam air itu dan diberi minum kepada sesiapa yang kurang baik otaknya sama ada ia bebal, bodoh atau gelap hati.
Insyaallah akan dibukakan allah pintu hatinya dan diberikan kepadanya faham serta pengetahuan dan menjadi seorang pengingat.

FATIHAH UNTUK SAMPAI HAJAT
Sheikh Mahayudin bin Al Arabi Khadas-allah Serah berkata:
“Sesiapa ada hajat, hendaklah ia membaca Fathihah sebanyak 41 kali, selepas sembahyang maghrib, jangan ia bergerak dari tempat duduknya, hingga selesai membaca menurut bilangan yang tersebut.”
Setelah itu bermohonlah ia kepada tuhan akan hajatnya, insyaallah akan di makhbulkan.

WIRID FATHIHAH
Sesiapa yang membaca alFathihah sebanyak 100 kali sehari pada tiap-tiap lepas sembahyang sebanyak 20 kali akan:

  • Dimurahkan allah rezkinya
  • Diperbaikki hal ehwalnya.
  • Dibersihkan hatinya.
  • Diangkat darjatnya.
  • Dimudahkan pekerjaannya.
  • Dilepaskan ia daripada dukacita
  • Dijauhkan dari mudharat.
  • Diberi ia kerajinan dan semangat.
  • Tidak keciwa.
  • Dijauh dari asutan syaitan.
  • Di ilham kepadanya kebajikan

FATIHAH – Untuk kembalikan pangkat.
Sesiapa yang di pecat dari pekerjaannya atau jatuh pangkat yang disandang olehnya dan sukakan ia kembali kepada pangkatnya, hendaklah ia membaca Fathihah sebanyak 41 kali diantara Sunat Subuh dan Fardhunya selama 40 hari.
Jangan kurang dari bilangan ini dan jangan putuskan ayat-ayat yang dibaca.
Insayallah kembalilah pangkatnya semula atau menyandang pangkat yang lebih tinggi, percayalah kepada khudrat Allah.

FATIHAH UNTUK MENDAPATKAN ZURIAT
Sesiapa yang mandul tidak mendapat anak selama ia berkahwin dan suka pula hendak mendapat zuriat atau anak, hendaklah ia mengamalkan membaca surah Fathihah sebagaimana kaedah peraturan seperti ini:
Hendaklah membaca Fathihah sebanyak 41 kali selam 40 hari dengan tidak putus-putus dan tidak kurang bilangannya.
Masanya ialah diantara Sunat Subih dan Fardhu Subuh.
Insyaallah ia akan mendapat zuriat yang salleh lagi baik.

FATIHAH DI ATAS KAPAS
Sesiapa membaca Fathihah 7 sebanyak 7 kali, kemudian diludahkan diatas sekeping kapas dan ditampalkan pada tempat yang luka atau kudis atau apa-apa sehaja penyakit kulit, akan bercantum lukanya dan sembuh kudisnya, dengan izin Allah

Fatihah – Untuk Bereskan Pekerjaan
Sesiapa yang melakukan pekerjaan dan hendak selesaikan pekerjaan itu dengan baik, bacalah Fathihah di tengah malam sebanyak 41 kali.
Insyaallah dimudahkan allah pekerjaannya dengan tidak mendapat suatu gangguan dan apa saja pekerjaanya dengan izin allah semuanya beres.

Fatihah – Penghilang Dahaga
Sesiapa yang berada dalam pelayaran atau perjalanan atau sesat maka takut ia dahaga atau lapar, hendaklah ia membaca Fathihah sekali diatas tapak tangannya, kemudian ditiupkan diatas tapak tangannya itu dan disapukan kemuka dan perutnya.
Insyaallah ia tidak akan merasa lapar atau dahaga pada hari itu.

Fatihah – Mengubat Sakit Telinga
Jika mengidap sakit telinga baru atau pun lama, hendaklah dituliskan Fathihah dalam satu bekas kemudian dihapuskan tulisan itu dengan minyak mawar dan titikkan kedalam telinga, insayaallah afiat.

Fatihah- Minyak Fatihah
Jika di bacakan 70 kali Fathihah kedalam minyak (apa saja jenis minyak) dan disimpan untuk persediaan bagi sakit-sakit angin, akhmar dan bagi menyegarkan tenaga dan urat. Juga bagi penyakit belakang dan pinggang. Insyaallah afiat apabila di gosokkan.

Fatihah Sebagai Penawar
Jika disengat binatang berbisa seperti lipan, kala atau ikan bersengat hendaklah diambil segelas air masuk kan sebutir garam jantan ( besar ) dalam air itu dan bacakan Fatihah sekali.
Kemudian di beri minum, Insyaallah akan hilang bisanya.

Sesiapa membaca Fathihah 7 sebanyak 7 kali, kemudian diludahkan diatas sekeping kapas dan ditampalkan pada tempat yang luka atau kudis atau apa-apa sehaja penyakit kulit, akan bercantum lukanya dan sembu

DOA KESEJAHTERAAN

DOA KESEJAHTERAAN

Ya Allah, kami mohon kepadaMu, agar diperelokkan agama yang menjadi pegangan urusan hidup kami, dunia yang menjadi tempat sementara hidup kami, akhirat yang menjadi tempat kami akan kembali, jadikanlah hidup ini untuk menambahkan kebaikan dan mati kami untuk merehatkan diri dari segala keburukan.

Ya Allah, perbaikilah diri antara kami, jinakkanlah antara hati kami, tunjukkanlah kami jalan yang selamat, selamatkan kami daripada kegelapan kepada yang terang, jauhkanlah kami daripada perbuatan keji, baik yang nampak, mahupun yang tersembunyi, ya Allah, limpahkan keberkatan kepada kami, pendengaran dan penglihatan kami, para isteri dan anak-anak kami, sahabat handai dan rakan taulan kami serta pemimpin kami yang telah berjasa kepada kami.

DOA YANG SANGAT WAJAR DIAMALKAN DI ZAMAN INI (AYAT PENGERAK)

Oleh: Ismail bin Abu Bakar
Ada satu doa yang pendek tetapi sangat besar manfaatnya sekiranya diamalkan dalam kehidupan seharian kita. Doa yang dimaksudkan seperti sabda Rasulullah s.a.w. seperti berikut;

Rasulullah s.a.w. mengajarkan kepada umatnya satu doa yang jika dibaca tiga kali di waktu pagi dan tiga kali di waktu petang maka akan terhindarlah kepada yang membacanya daripada segala kemudaratan disepanjang hari tersebut. Doa daripada hadis di atas adalah seperti berikut;

(Klik disini untuk mendengar bacaan doa ini)
Mengikut kamus Dewan Bahasa Edisi Ketiga, ”Mudarat” membawa maksud seperti berikut;
1. Tidak Beruntung, Menanggung Rugi
2. Tidak Berhasil, Tidak Berjaya, Gagal
3. Berbahaya
4. Melarat, Bertambah Payah
Dengan itu jika kita amalkan doa yang tersebut di atas, insya’Allah kita akan terhindar daripada ”mudarat” yang disebutkan. Maka dengan itu faedahnya yang diperolehi ialah kita akan;

1. Beruntung, Tidak Menanggung Rugi.
2. Berhasil, Berjaya dan Tidak Gagal.
3. Selamat dari bahaya.
4. Tidak melarat, Menjadi Senang.
Keberuntungan beramal dengan doa ini

Terhindar Daripada Bahaya
Tuan Guru Dato’ Dr. Haron Din menamakan doa ini sebagai ”Ayat Pengerak” kerana dengan membaca doa ini boleh mengerakkan hati kita untuk meneruskan atau tidak bila hendak melakukan sesuatu kerja-kerja yang berbahaya. Tuan Guru memberikan petua bagaimana untuk beramal dengan doa ini seperti berikut;
• Bila hendak memulakan perjalanan samaada perjalanan yang dekat ataupun jauh, mengembara ke tempat yang telah biasa ataupun yang belum pernah dikunjungi dan sebagainya atau untuk memulakan sesuatu pekerjaan yang mungkin biasa atau berisiko seperti masuk hutan untuk berburu, memancing, menyembelih binatang, bekerja di tempat pembinaan, dan seumpamanya, maka sebelum itu bacalah doa ini sebanyak tujuh kali. Insya’Allah, Allah s.w.t akan melindungi kita daripada segala bentuk kemudaratan, kejahatan dan bahaya yang mungkin ada di sekeliling kita.
• Jika bacaan tersekat-sekat atau terlupa atau ketika sedang membaca ada gangguan seperti gangguan telepon berdering, gangguan daripada anak-anak, gangguan daripada rakan-rakan yang menyapa dan sebagainya yang menyebabkan kosentrasi bacaan terganggu, maka berehatlah dahulu. Jangan diteruskan perjalanan atau pekerjaan tersebut. Setelah berehat beberapa ketika, baca sekali lagi sehingga tujuh kali bacaan. Jika sekiranya bacaan tujuh kali itu lancar baru teruskan perjalanan atau pekerjaan tersebut. Jika diteruskan juga perjalanan atau pekerjaan sedangkan bacaannya tidak lancar, mengikut pengalaman Tuan Guru, kita boleh terkena dengan kemudaratan yang mungkin ada dihadapan kita.
Perlu diingatkan disini bahawa, insya’Allah kita boleh terlepas daripada kemudaratan yang dinamakan Qada’ Muaalaq iaitu ketentuan Allah yang boleh berubah dengan kita berusaha melalui berdoa kepada-Nya. Bagaimanapun jika ianya Qada’ Mubram iaitu ketentuan Allah yang tidak boleh berubah seperti mati maka kalau ajal telah tiba kita membaca doa ini seribu kali sekali pun pasti kita akan mati.

Terhindar Daripada Kemudaratan Makanan
Makanan dan minuman yang masuk ketubuh badan kita sebahagiannya mengandungi bahan kimia yang beracun. Racun tersebut tidak memberi kesan untuk jangkamasa pendek tetapi terbukti sebahagiannya memudaratkan tubuh badan untuk jangkamasa panjang. Penyakit yang begitu sinonim dewasa ini dalam masyarakat kita seperti kanser, diabetes, dan sebagainya adalah berpunca daripada makanan dan juga minuman. Untuk mengelakkan makanan yang kita makan membawa mudarat kepada tubuh badan adalah disarankan agar mengamalkan doa ini sekurang-kurangnya tiga kali sebelum menjamah apa sahaja makanan dan minuman. Insya’Allah dengan keberkatan membaca doa ini semua makanan dan minuman yang halal, yang dimakan dan diminum tidak memudaratkan tubuh badan kita.

Terhindar Daripada Sihir
Perbuatan belajar dan mengamalkan ilmu sihir hukumnya adalah syirik dan mereka yang syirik akan mendapat balasan laknat Allah s.w.t. dan mereka akan ditempatkan di dalam neraka selama-lamanya melainkan jika sempat bertaubat sebelum mati.
Kesan perbuatan sihir boleh terkena kepada sesiapa sahaja dengan izin Allah s.w.t. Ada sihir untuk tujuan kecantikan seperti memakai susuk dan kebanyakan amalan sihir adalah untuk tujuan khianat yang boleh memudaratkan seseorang dan sesetengahnya boleh membawa maut. Ada perbuatan sihir yang sememangnya ditujukan kepada seseorang kerana dorongan hasad dengki, dan ada juga yang terkena sihir dengan tidak disengajakan seperti secara tidak sengaja termakan makanan dan minuman yang mengandungi santau.
Pengalaman penulis berhenti makan dengan seorang sahabat di sebuah gerai makan. Gerai tersebut terletak di tepi jalanraya. Ketika hendak menjamah makanan, tiba-tiba pinggan kaca yang berisi nasi terbelah dua. Dalam peristiwa yang lain, sahabat penulis itu menceritakan dia pernah minum di sebuah restoran dimana gelas ditangannya pecah sebelum sempat sampai ke mulutnya. Kedua-dua kejadian ini berlaku kerana makanan dan minuman tersebut ada mengandungi sihir santau. Dia terhindar daripada mudarat sihir dengan berkat beramal dengan doa ini setiap kali sebelum menjamah makanan dan minuman.
Dalam hal yang lain pula, ada juga sihir digunakan untuk tujuan melariskan jualan makanan. Unsur-unsur bahan sihir tertentu dimasukkan ke dalam makanan yang menyebabkan sesiapa yang menjamah makanan tersebut akan merasakan masakan tersebut sungguh sedap. Dengan mengamalkan doa ini insyaAllah kita hanya akan merasa yg asal tanpa dipengaruhi faktor lain.

Terhindar Daripada Gangguan Makhluk Halus
Apabila kita pergi ke sesuatu tempat yang pada kebiasaannya tempat tersebut makhluk halus berkeliaran atau tinggal seperti di tepi tasek, di dalam hutan, di bangunan yang telah lama di tinggalkan dan sebagainya, maka kita terdedah kepada gangguan makhluk ini. Namun begitu jika kita beramal dengan doa ini insya’Allah mereka tidak berjaya untuk mengusik, manakut-nakutkan dan memudaratkan kita.
Satu perkara yang penting juga, apabila kita pulang ke rumah dari tempat yang disebutkan di atas, kadang kala makhluk itu akan mengekori kita dan masuk ke dalam rumah kita tanpa kita sedari. Jika kita mempunyai anak-anak kecil mereka mudah diganggu oleh makhluk ini, akibatnya anak kecil kita menangis tidak henti-henti. Untuk mengelakkan mereka masuk ke rumah kita, bacalah doa ini tiga kali kemudian ludah ke sebelah kiri sebelum kita masuk ke dalam rumah.
Di dalam hadis yang tersebut di atas, Rasulullah s.a.w. mengajarkan supaya membaca doa ini tiga kali, dengan itu mungkin kurang berkesan jika kita membacanya kurang daripada tiga.
Semoga artikel pendek ini memberi manfaat kepada yang membaca dan mengamalkannya, insya’Allah.

Bismillah 6

Antara Fazilat Bismillah Enam adalah seperti berikut:

  • Makbul segala hajat dan cita-cita.
  • Luas rezkinya.
  • Jika ditiup kepada perempuan nescaya kasih ia kepada kita.
  • Menang dalam peperangan.
  • Penerang hati.
  • Di jauhkan dari segala penyakit.
  • Dibaca 70 kali tiap-tiap hari aman dari ancaman raja-raja dan pembesar yang zalim yang hendak membunuhnya.
  • Dibaca ditempat yahng suci nescaya dapat melihat malaikat, jin dan syaitan.
  • Dibaca dimalam jumaat 20 kali boleh melihat orang didalam kubur.
  • Aman daripada binatang-binatang buas.
  • Air laut menjadi tawar.
  • Terlepas daripada terkena bunuh juka dibaca kepada tubuh badan.
  • Jika ditulis dan dijadikan azimat atau dibaca pada sawah aman daripada ancaman babi, tikus atau burung.
  • Terselamat daripada bahaya musuh dan seteru.
  • Terselamat dari karam dilaut.
  • Jika dibaca pada minyak malam jumaat tiga kali boleh memudahkan perempuan beranak jika meminumnya.
  • Orang yang pekak jika dibaca pada telinganya selama 7 hari nescaya mendengar.
  • Orang gila atau yang dirasuk oleh iblis apabila dibaca ditelinga tiga kali insyaallah lari iblisnya.
  • Boleh tawarkan segala jenis bisa termasuk bisa sengat binatang seperti lebah, ular dan ikan.
  • Boleh tawarkan segala jenis racun dan santau, seperti yang diperbuat daripada miang rebung, ulat buku mati beragan, hempedu katak dan sebagainya.
  • Terkeluar daripada penjara apabila dibaca bersungguh-sungguh.
  • Dijadikan jampi untuk menghalau jin dan syaitan.

Cara untuk merawat pesakit yang menderita kerana perkara diatas; letakkan tangan ditempat yang sakit, tahan nafas dan baca al-Fathihah dan juga ayat Bismillah Enam ini. Tiup tempat tersebut dah urut sedikit. Baca juga ayat ini pada air untuk disapukan pada tempat yang sakit dan untuk di minum. Angin akan keluar daripada pesakit dan diikuti oleh muntah, insyaallah.
Doa ini juga boleh digunakan kepada binatang yang termakan rumput yang diracun atau yang dipatuk ular. Kaedah rawatannya adalah dengan memberi makan rumput dan meminum air yang telah dibacakan dengan doa diatas.
AMAL LAH BISMILLAH ENAM INI KERANA IANYA MENJADIKAN SEGALA JENIS RACUN AKAN TAWAR DAN TIDAK MEMBERI MUDHARAT KEPADA PENGAMAL KALAU TERMINUM. GELAS YANG MENGANDUNGI RACUN AKAN PECAH KALAU DIPEGANG OLEH PENGAMAL BISMILLAH ENAM. INSYAALLAH.

Waktu dan Tempat yang Baik untuk Bershalawat

Shalawat atas Nabi Saw. disyariatkan pada waktu-waktu, tempat-tempat, dan keadaan-keadaan tertentu. Hal ini telah dibicarakan panjang lebar oleh Ibn Al-Qayyim di dalam kitab Jalâ ‘u al-Afhâm fî Fadhli al-Shalâti wa al-Salâmi ‘alâ Muhammad Khayr al-Anâm, Syaikh Islam Quthbuddin al-Haydhari al-Syâfi’i di dalam kitab Al-Liwâ al-Muallim bi Mawâthin al-Shalâh ‘alâ al-Nabî Saw., Al-Hâfizh Al-Sakhâwi di dalam kitab Al-Qawl al-Badî’, dan Al-Qasthallânî di dalam kitab Masâlik al-Hunafâ’

.

Al-Khâtib di dalam kitab Syarh al-Minhâj, dan yang lainnya, berkata:
“Disunnahkan memperbanyak membaca Surah Al-Kahfi dan shalawat atas Nabi Saw. pada hari Jumat dan malam Jumat; paling sedikit, untuk yang pertama tiga kali dan untuk yang kedua tiga ratus kali.”

Sementaraa itu, telah sah riwayat yang bersumber dari Imam Al-Syâfi’i r.a., yang mengatakan bahwa, barang-siapa yang membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, ia akan diterangi oleh cahaya yang ada di antara dua Jumat.

Diriwayatkan pula bahwa barangsiapa yang membaca Surah Al-Kahfi pada malam Jumat, ia akan diterangi oleh suatu cahaya antara dirinya dan Kabah. Membaca Surah Al-Kahfi di waktu siang lebih di-utamakan, dan lebih utama lagi bila ia dibaca sesudah selesai mengerjakan salat subuh, guna menyegerakan berbuat baik sebisa-bisanya.

Hikmah diperintahkannya membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jum’at adalah karena didalam Surah itu Allah menggambarkan suasana Hari Kiamat, sementara hari Jum’at mirip dengan Hari Kiamat, karena orang banyak berkumpul untuk melaksanakan salat bersama-sama; juga karena Hari Kiamat itu terjadi pada hari Jum’at, seperti yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab Shahih-nya.

Ramli mengatakan bahwa anjuran supaya memperbanyak pembacaan shalawat pada malam dan hari Jum’at itu didasarkan pada hadis yang berbunyi, “Sesungguhnya hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat. Oleh karena itu, perbanyaklah kalian membaca shalawat atasku, sebab shalawat yang kalian baca itu diperlihatkan kepadaku.”

Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya semua amal itu diangkat pada hari Senin dan hari Kamis. Oleh karena itu, aku berhasrat agar amalku diangkat sementara aku dalam keadaan berpuasa.”

Tentang hadis di atas, Al-Manawi, di dalam kitab Syarh Al-Jamî al-Shghîr; permulaan jilid III, berkata, “Disyariatkan berkumpul untuk membaca shalawat atas Nabi Saw. pada malam Jumat dan malam Senin, sebagaimana yang dikerjakan di masjid Jami’ Al-Azhar dan disuarakan dengan suara yang keras.”
Dikatakan bahwa shalawat atas Nabi Saw. itu sudah mencakup doa di dalamnya.
Ibn Marzûq berkata, “Malam Jumat lebih utama dan malam Qadar.”
Jamâl kembali menyatakan bahwa disunnahkan membaca Surah Ali ‘Imrân atas dasar hadis, “Barangsiapa yang membaca Surah Ali ‘Imrân pada hari Jumat, niscaya dosa-dosanya ikut terbenam dengan tenggelamnya matahari pada hari itu.”

Hikmahnya, kata Jamâl, adalah karena Allah menyebutkan di dalam surah itu penciptaan Nabi Adam a.s., sedangkan Adam a.s. diciptakan pada hari Jumat.

Disunnahkan juga membaca Surah Hûd dan Hâ Mîm Dukhân. Namun, bagi mereka yang hanya ingin memilih salah satu dari surah-surah yang disebutkan di atas, hendaklah ia memilih Surah Al-Kahfi karena banyaknya hadis yang meriwayatkannya

Adapun hadis-hadis lain yang menjelaskan waktu-waktu tertentu untuk membaca shalawat sebagai berikut:

Pertama, sesudah adzan.

Rersabda Rasulullâh Saw.

Artinya: “Apabila kamu mendengar muadzin membacakan adzan, sambutlah ucapannya. Sesudah selesai menyambut adzan, maka bershalawatlah kamu untukku.”(HR. Muslim)

Nabi Saw. bersabda:

Artinya: “Apabila kamu mendengar seorang muadzin (tukang membaca adzan itu) bacalah (sambutlah bacaan adzan itu) seperti yang dibacakan olehnya. Kemudian (sesudah selesai adzan dibacakan), bershalawatlah kamu kepadaku. Sebenarnya barangsiapa bershalawat kepadaku dengan suatu shalawal, niscaya Allah bershalawat ke-padanya dengan sepuluh shalawat. Sesudah itu mohonlah kepada Allah wasilah untukku. Wasilah itu suatu ke-dudukan yang paling tinggi dalam syurga. Tidak dapat diperoleh, melainkan oleh seorang saja dari hamba-hamba Allah. Aku berharap semoga akulah yang mendapat ke-dudukan itu. Karena itu barang siapa memohonkan wasilah untukku, wajiblah baginya syafaatku. “(HR. Muslim).

Kedua, ketika hendak masuk ke dalam mesjid dan ketika hendak keluar daripadanya.

Rersahda Rasulullah Saw.:

Artinya: “Apabila seseorang kamu masuk ke dalam mesjid, maka hendaklah ia membaca “salam” kepadaku (membaca selwat dan salam). Sesudah itu hendaklah ia membaca: Allâhummaftah lî Abwâba Rahmatika (Wahai Tuhanku, bukakanlah untukku segala pintu rahmatmu). Dan apabila ia hendak keluar, hendaklah ia membaca (sesudah bershalawat): Allâhumma Innî As aluka min Fadhlika. (Wahai Tuhanku, aku memohon kepada-Mu limpahan rahmat-Mu).” (HR. Abû Dâud).

Diberitakan oleh Ibn Al-Sunnî, bahwa Rasulullah apabila masuk ke dalam mesiid. maka beliau membaca:

Artinya: “Dengan nama Allah wahai tuhanku, berilah kebesaran kepada Muhammad.”

Dan apabila beliau hendak keluar dari mesiid, maka beliau membaca

Ketiga, sudah membaca tasyahhud di dalam tasyahhud akhir.

Telah ditahqikkan oleh Al-Imâm Ibn Al-Qayyim dalam Jalâ’u al-Afhâm, bahwa madzhab yang haq dalam soal bershalawat dalam tasyahhud yang akhir, ialah madzhab Al-Syâfi’i. Yaitu mewajibkan shalawat kepada Nabi di dalamnya. Al-Imam Ibn Al-Qayyim berpendapat, bahwa shalawat itu dituntut juga di dalam tasyahhud yang pertama, walaupun tidak sekeras tuntutan seperti di dalam tasyahhud yang akhir.

Bersabda Rasulullah Saw.:

Artinya: “Apabila salah seorang kamu bertasayahhud di dalam sembahyang, maka hendaklah ia mengucapkan: Allâhumma Shalli ‘alâ Muhammadin wa ‘alâ Âli Muham-madin, Kamâ Shallayta wa Bârakta wa Tarahamta ‘alâ Ibrâhîm wa Âli Ibrâhîm, Innaka Hamîdun Majîd.” (HR. Al-Baihaqî ).

Keempat, di dalam sembahyang jenazah.

Berkata Al-Syâfi’i di dalam Al-Musnad: “Sunnah Nabi Saw. di dalam melaksanakan sembahyang jenazah ialah, bertakbir pada permulaannya, sesudah itu membaca Al-Fâtihah dengan tidak mengeraskan suara, kemudian sesudah takbir kedua membaca shalawat, sesudah bershalawat bertakbir lagi, takbir yang ketiga. Sesudah takbir yang ketiga ini membaca doa dengan sepenuh keikhlasan untuk jenazah itu. Dalam sembahyang jenazah tidak dibacakan surah (ayat-ayat Al-Quran). Sesudah itu bertakbir dan lalu memberi salam dengan suara yang tidak dikeraskan.”

Kelima, diantara takbir-takbir sembahyang hari-raya.

Berkata para ulama: “Disukai kita membaca di antara takbir-takbir sembahyang hari-raya:

Artinya: “Saya akui kesucian Allah, segala puji dan sanjung kepunyaan Allah juga. Tak ada Tuhan yang seebenarnya berhak disembah, melainkan Allah senndiri-Nya dan Allah itu Maha Besar. Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakan oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluarganya, Ya Allah, Wahai Tuhanku, ampuniah akan aku dan beri rahmatlah kepadaku.”

Keenam, di permulaan doa dan di akhirnya.

Bersabda Rasulullah Saw.:

Artinya:“Bahwasannya doa itu berhenti antara langit dan bumi, tiada naik, barang sedikit juga daripadanya sehingga engkau bershalawat kepada Nabi engkau.” (HR. Al-Turmudzî).

Fadlalah Ibn ‘Ubadi berkata: “Bahwasanya Rasulullah Saw. mendengar seorang laki-laki langsung berdoa dalam sembahyang (yakni dalam duduk tahiyat sesudah membaca tasyahhud), sebelum ia bershalawat. Maka Rasulullah berkata kepada orang yang di sisinya: Orang ini telah bergegas-gegas. Sesudah orang itu selesai sembahyang, Nabipun memanggil lalu mengatakan kepada-nya: Apabila bersembahyang seseorang kamu dan hendak berdoa di dalamnya, hendaklah ia memulai doanya dengan memuji Allah dan membesarkan-Nya. Sesudah itu bershalawat kepada Nabi Sesudah bershalawat, barulah mendoa memohon sesuatu yang dihajati.” (HR. Abû Dâud dan Al-Nasâ’i).

Telah mufakat semua ulama, bahwa amat disukai memulai doa dengan memuji Allah (membaca Alhamdulillah). Di dalam sembahyang, maka tasyahhud adalah menggantikan kalimah puji (hamdalah). Sesudah memuji Tuhan bershalawat.

Demikian pula halnya ketika mengakhiri doa. Amat disukai kita mengakhirinya dengan shalawat dan memuji Allah.

Ketujuh, ketika hendak memulai sesuatu urusan penting dan berharga.

Diberitakan oleh Abû Hurairah, bahwa Nabi Saw. bersabda:
Artinya: “Tiap-tiap urusan penting yang berarti dan berharga yang tidak dimulai dengan hamdalah dan shalawat, maka urusan itu hilang berkatnya.”(HR. Al-Rahawî).

Pengarang Syarah Dalâ’il, –menukil pernyataan yang diberikan oleh Qâdhi ‘Iyâdh di dalam kitabnya Al-Syifâ’–mengatakan bahwa maksud pembacaan shalawat dalam pembukaan segala sesuatu itu adalah untuk bertabaruk (memohon berkah), sesuai dengan sabda Nabi Saw., “Setiap perbuatan penting yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah dan bershalawat kepadaku niscaya kurang sempurna.”

Juga didasarkan atas firman Allah Swt. di dalam surah Al-Insyirah ayat 4, yang berbunyi:

Artinya: “Kami meninggikan bagimu sebutan (nama)-Mu.” (OS. Al-Insyirah:4).

Tentang maksud ayat ini, sebagian ahli hadis meriwayatkan sebuah hadis dari salah seorang sahabat, yakni Abû Sad r.a., bahwa makna ayat tersebut adalah, “Tidaklah Aku (Allah) disebut, melainkan engkau (Muhammad) pun disebut pula hersama-Ku.”

Memenuhi sebagian hak Rasulullah Saw., sebab beliau adalah perantara antara Allah Saw. dan hamba-hamba-Nya. Semua nikmat yang diterima oleh mereka -termasuk nikmat terbesar berupa hidayah kepada Islam- adalah dengan perantara dan melalui Rasulullah Saw.

Di dalam salah satu hadis, Rasulullah Saw. Bersabda, “Belumlah bersyukur kepada Allah orang yang tidak ber-terima kasih kepada manusia.”

Memelihara perintah Allah Swt. yang dituangkannya di dalam firman-Nya yang berbunyi:

Artinya: “Hai orang-orang yang Beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi, dan ucapkanlah salampenghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzâb: 33).

Kedelapan, di akhir qunut

Diriwayatkan oleh Al-Nasâ’i, bahwa disukai kita mengakhiri qunut dengan shalawat. Tegasnya, disukai supaya kita bershalawat di akhir Qunut dengan kalimah:

Artinya: “Dan mudah-mudahan Allah melimpahkan shalawat-Nya atas Muhammad.”

Kesembilan, di malam dan hari Jumat.

Bersabda Rasulullah Saw. :

Artinya: “Banyakkanlah olehmu membaca shalawat di malam hari Jumat dan siangnya karena shalawat itu dtkemukakan kepadaku. “ (HR. Al-Thabrânî).

Dan sabdanya pula;

Artinya: “Banyakkanlah olehmu shalawat kepada-ku, karena shalawaatmu itu akan menjadi cahaya bagimu pada hari qiyamat.” (HR Al-Thrmudzî dan Abû Dâud).

Al-Ustâdz Mahmûd Sâmi dalam karyanya Mukhtashar fi Ma’ânî Asmâ Allah al-Husnâ, bâbu al-Shalâh ‘alâ al-Nabi, menceritakan ‘Umar bin ‘Abdul ‘Azîz r.a. pernah menulis, “sebarkanlah ilmu pada hari Jumat, sebab bencana ilmu itu adalah lupa. Perbanyaklah pula kalian membaca shalawat atas Nabi Saw. pada hari jumat.
Sementara Imam Al-Syâfi’i r.a. Berkata, “Aku suka memperbanyak membaca shalawat dalam setiap keadaan. Namun, pada malam dan hari Jumat lebih aku sukai, karena ia merupakan hari yang paling baik.

Kesepuluh, di dalam khutbbah.
Menurut madzhab Al-Syâfi’i, para khatib wajib membaca shalawat untuk Nabi Saw. pada permulaan khuthbah, sesudah membaca tahmid.
Ibnu Katsîr herkata: “demikianlah madzhab Al-Syâfi’i dan Ahmad.”

Kesebelas, ketika berziarah ke kubur Nabi Saw.

Bersabda Nabi Saw.

Artinya: “Tidak ada seorangpun di antara kamu yang memberikan salamnya kepadaku yakni di sisi kuburku, melainkan Allah mengembalikan kepadaku ruhku untuk mniawab salamnya itu.” (HR. Abû Dâud).

Kedua belas, sesudah bertalbiyah.

Berkata Muhammad Ibn Al-Qasim:

Artinya: “Memang disuruh seseorang membaca shalawat kepada nabi apabila dia telah selesai membaca talbiyahnya dalam segala keadaan.” (HR. Al-Syâfi’i dan Al-Dâruquthnî).

Ketiga belas, ketika telinga mendenging.

Bersabda Rasulullah Saw :

Artinya: “Apabila mendenging telinga salah seorang di antaramu, maka hedaklah la mengingat dan bershalawat kepadaku.” (HR. Ibn Al-Sunî)

Keempat belas, tiap-tiap mengadakan majlis.

Bersabda Ralulullah Saw :

Artinya: “Tidak duduk sesuatu kaum di dalam sesuatu majlis, sedang mereka tidak menyebut akan Allah dan tidak betshalawat kepda Nabinya, melainkan menderita kekuranganlah maka jika Allah mmghendaki niscaya Allah akan mengazab mereka dan jika Allah menghendaki, niscaya akan mengampuni mereka.” (HR. Al-Thrmudzî Abû Dâud).

Kelima belas, di kala tertimpa kesusahan dan kegundahan.

Diberitakan oleh Ubay Ibn Ka’ab, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Saw. ujarnya: “Ya Rasulallah, bagaimana pendapat engkau sekiranya saya jadikan shalawat saya untuk engkau semua?
Rasulullah Saw. menjawab :
“Kalau demikian Allah akan memelihara engkau dari segala yang membimbangkan engkau, baik mengenai dunia, maupun mengenai akhirat engkau. “(HR. Ahmad).

Keenam belas, tiap-tiap waktu pagi dan petang.

Bersabda Rasululullah Saw:

Artinya: “Barangsiapa bershalawat kepadaku waktu pagi sepuluh kali waktu petang sepuluh kali, maka ia akan mendapat syafa’atku di hari qiamat, ” (HR. Al-Thabarî).

Ketujuh belas, waktu berjumpa dengan para shahabat, handai dan tolan.

Besabda Rasulullah Saw :

Artinya: “Tidak ada dua orang hamba yang berkasih-kasihan karena Allah, apabila berjumpa salah seorang dengan yang lainnya lalu berjabatan tangan dan bershalawat kepada Nabi Saw., melainkan Allah mengampuni dosanya sebelum mereka berpisah, baik yang telah lalu maupun yang akan datang. “ (HR Ibn Al-Sunnî).

Kedelapan belas. ketika Orang menyebut nama Rasulullah Saw.:

Artinya: “Orang yang kikir ialah: Orang yang tidak mau bershalawat ketika orang menyebut namaku di sisinya.” (HR. Ahmad).

Inilah delapan belas tempat atau waktu yang ditentukan supaya kita bershalawat kepada Nabi, ketika kita berada pada tempat, waktu atau keadaan itu. Maka marilah kita wahai para pencinta Rasul, bershalawat kepadanya pada tempat-tempat, waktu-waktu dan keadaan-keadaan tertentu dengan sebaik-baiknya.

Kemudian kita perhatikan makna hadis yang tersebut di bawah ini. Bersabdalah Rasulullah Saw :
Artinya: “Tidak beriman salah seorang kamu, sehingga la mencintai aku lebih daripada anaknya, ayahnya dan manusia semua.” (HR. Al-Bukhârî, Muslim, dan Ahmad)
Artinya: “Diriwayatkan bahwasanya ‘Umar pernah berkata kepada Rasulullah Saw.: Ya Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih kucintai dari segala sesuatu, kecuali kecintaanku terhadap diriku. Menjawab Nabi: Ya ‘Umar engkau belum lagi mencintai aku sebelum engkau melebihkan cintamu itu daripada kepada dirimu sendiri. Mendengar itu ‘Umarpun berkata: Demi Allah, engkau ya Muhammd, lebih aku cintai daripada diriku sendiri! Nabi menjawab: barulah sekarang engkau mencintai aku hai ‘Umar.” (HR. Ahmad, Bukhârî, dan Muslim).

Sebagai tanda mencintai Rasulllah Saw. itu, ialah: memperbanyak shalawat kepadanya. Dan marilah kita ber-shalawat kepadanya dengan khusyu’ dan khudlu’, terlepas dari riya. Karena sealawat yang dilakukan dengan riya, tiadalah diridlai oleh Allah dan tiada pula diterima-Nya.

beberapa adab di dalam mesyuarat.

1. Memulakan majlis dengan memuji dan memuja Allah swt serta berselawat ke atas Nabi saw. Seperti menyebut:

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله atau seumpamanya.

2. Tidak memperkatakan di dalamnya melainkan kebaikan sahaja. Sabda Nabi saw:

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر، فليقل خيراً، أو ليصمت

Maksudnya: “Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah dia berkata perkata yang baik ataupun dia senyap.”

3. Tidak duduk diantara dua orang melainkan dengan izin mereka berdua berdasarkan hadith:

لا يحل لرجل أن يفرق بين اثنين إلا بإذنهما

Maksudnya: “Tidak dihalalkan bagi seorang lelaki, dia duduk antara dua orang lelaki (di dalam sesuatu majlis) melainkan dengan keizinan mereka berdua.” (al-Albani: Hasan Sahih, Sahih Abi Daud. Ahmad Syakir: Sanadnya Sahih, Musnad Ahmad)

Tidak boleh seseorang datang di dalam sesuatu majlis kemudian dia arahkan orang lain bangun lalu dia mengambil tempat orang tersebut. Perbuatan ini jelas dilarang oleh Nabi saw di dalam hadith baginda:

لا يقيم الرجلُ الرجلَ من مجلسه ثم يجلس فيه

Maksudnya: “Jangan seorang lelaki membangunkan seorang lelaki yang lain dalam majlisnya, lalu dia duduk ditempat lelaki tersebut.” (al-Bukhari)

Di dalam hadith yang lain:

نهى النبي صلى الله عليه وسلم أن يقيم الرجل أخاه من مقعده ويجلس فيه . قلت لنافع : الجمعة ؟ قال : الجمعة وغيرها

Maksudnya: “Nabi saw melarang seorang lelaki membangunkan saudaranya dari tempat duduknya, lalu dia duduk di situ.” Aku bertanya kepada Nafi’: “(larangan itu) ketika solat Jumaat?” Jawab Nafi’: “Ketika solat Jumaat dan selainnya.” (al-Bukhari).

4. Meluaskan majlis agar semua yang terlibat dapat ikut serta
5. Memelihara lidah dari perkataan-perkataan yang menyakiti orang lain
6. Menutup majlis dengan membaca kafaratul majlis. Sabda Nabi saw:

‏من جلس في مجلس فكثر فيه ‏ ‏لغطه ‏ ‏فقال قبل أن يقوم من مجلسه ذلك سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أشْهَدُ أنْ لَا إلهَ إلَّا أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وَأتُوْبُ إلَيْك إلا غفر له ما كان في مجلسه ذلك

Maksudnya: “Sesiapa yang berada di dalam majlis, banyak di dalamnya perkataan-perkataan lagha atau dosa, lalu sebelum bersurai dia membaca:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أشْهَدُ أنْ لَا إلهَ إلَّا أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وَأتُوْبُ إلَيْك

Maksudnya: “Maha suci Engkau Ya Allah dan dengan pujian kepadaMu, aku bersaksikan bahawa tidak ada ilah melainkan Engkau, aku memohon ampun kepada Engkau dan aku bertaubat kepada Mu.” (Al-Bukhari)

Wallahu a’lam.

Sejarah Doa Angin Ahmar

Penyakit Angin Ahmar ialah penyakit mati sebahagian badan, yang biasanya datang dengan tiba-tiba dan sukar pula untuk diubati. Walau bagaimana pun dengan rahmat dan belas kasihan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya maka melalui Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam umat Islam dikurniakan Doa yang sangat mustajab dan besar faedahnya bagi menjauhi penyakit tersebut disamping lain-lain penyakit berbahaya dan bala bencana.

Penyakit Angin Ahmar ini mempunyai sejarahnya yang tersendiri, telah ada semenjak zaman Nabi Sulaiman a.s..Semasa baginda menerima mengadap segala rakyatnya termasuk segala jin, manusia dan binatang, tiba-tiba baginda merasa ujub atau bangga diri; dalam hatinya berkata siapakah makhluk Allah yang tidak mahu tunduk kepadanya.

Seketika itu juga menjelma satu makhluk seperti lembaga manusia, yang besar, gagah dan hebat serta garang. Nabi Sulaiman terkejut dan menggeletar lalu bertanya kepada lembaga itu siapakah dia, dan mengapa ia datang. Lembaga itu menjawab bahawa dia bernama Ar-Raihul-Ahmar (Angin Ahmar) iaitu penyakit yang amat berbahaya dari lain-lain penyakit. Ia diberi kuasa untuk mendatangkan kesakitan kepada anak cucu Adam, termasuk boleh meresap masuk ke dalam urat saraf dan darah, dan juga otak seseorang hingga hilang akal.

Nabi Sulaiman segera mengarahkan panglima-panglimanya agar membunuh Ar-Raihul-Ahmar itu; namun lembaga itu menjawab bahawa tiada sesiapa makhluk yang boleh membunuhnya, lalu segera menghilang. Angin Ahmar itu masih ada hingga zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan zaman kita sekarang. Pada zaman Nabi Muhammad cucu baginda iaitu Saiyidina Hassan bin Ali pernah terkena penyakit rongga dan keluar darah. Ketika itu turun Malaikat Jibril dan memberitahu baginda bahawa Hassan terkena penyakit Angin, lalu baginda bertanya adakah ubat penawarnya. Jibril menjawab ada lalu ghaib. Sebentar kemudian Jibril kembali dan memberitahu Rasulullah, bahawa Allah SWT telah mengurniakan Doa mustajab bagi sesiapa yang membacanya walau pun sekali seumur hidupnya. Baginda pun membaca doa ini; lalu dengan sebentar itu juga sembuhlah Saiyidina Hassan, boleh berdiri dan sihat walafiat. Baginda lalu menganjurkan kepada para sahabat agar mengajarkan Doa ini kepada umat Islam sekalian.

Mereka yang terkena penyakit Angin Ahmar ini hendaklah berusaha mengamalkan membaca Doa ini seberapa kerap, terutama selepas solat. Setengah ulama menulis Doa tersebut dengan dakwat pada mangkuk atau pinggan putih; kemudian dibasuh dengan air lalu sebahagiannya diminum dan sebahagiannya disapukan pada anggota yang terkena penyakit tersebut. Yakinilah doa ini, kerana dengan keyakinan itu insya-Allah mereka yang terkena penyakit Angin Ahmar itu akan segera sembuh, terutama bagi yang belum terlalu berat penyakitnya.

Amalkanlah membaca Doa ini selalu, paling kurang sekali seumur hidup, insya-Allah akan terhindar dari penyakit yang berbahaya ini.

DOA MOHON DIJAUHI DAN DISEMBUHKAN DARI PENYAKIT ANGIN AHMAR





Maksudnya:

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang; dan dengan-Nya kami memohon pertolongan; dan dengan Allah; dan dari Allah; dan kepada Allah; dan segala pujian tertentu bagi Allah; dan tiada Tuhan melainkan Allah; dan Allah Maha Besar, yang Maha Mulia dan Maha Agung; yang aku takut dan bimbang terhadap-Nya. Allah Maha Besar dengan segala kebesaran-Nya; segala pujian tertentu bagi Allah, sebanyak-banyak pujian. Dan Maha Suci Allah pagi-pagi dan petang-petang. Dengan nama Allah yang menyembuhkan, dengan nama Allah yang mencukupkan; dan dengan nama Allah yang menyihatkan; dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tiada memberi mudharat sesuatu apa jua di bumi dan di atas langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan Kami turunkan sesetengah dari Al-Quran yang menjadi penawar dan rahmat untuk orang-orang yang beriman.

Ya Allah, aku yang menjampi dan Engkau yang menyembuhkan. Aku berlindung dengan-Mu daripada kejahatan yang telah Engkau takdirkan. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Aku berlindung dengan Allah, Tuhanku dan Penciptaku, Pembentukku dan Pencipta Rupabentukku dan Pemberi Rezeki sekalian manusia. Aku berlindung dengan Allah daripada sekalian kebinasaan, dan segala maksiat, bala bencana, penyakit dan segala kesakitan, kemalasan, kemunduran dan kebinasaan.

Ya Allah, lindungilah penanggung (pengguna) suratku ini dengan nama-Mu yang Maha Mulia dan Maha Agung; dan sifat-sifat-Mu yang sempurna, wahai Yang Mempunyai Kebesaran dan Kekayaan. Wahai Tuhan yang memiliki kerajaan dan alam malakut; wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kegagahan. Maha Suci Engkau, alangkah besarnya Engkau wahai pencipta segala langit dan bumi. Wahai Tuhan tempat berlindung mereka yang menyesal (akan dosa-dosa mereka); wahai Tuhan yang Maha Pengasih terhadap orang-orang miskin; wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kekuasaan, wahai Tuhan yang mempunyai belas kasihan dan memberi kebajikan dan Ihsan; wahai Tuhan yang banyak kasih sayang, wahai Tuhan yang banyak memberi; wahai Tuhan yang Maha Gagah dan tiada sesiapapun yang mampu mengalahkan-Nya; wahai Yang Melindungi dan Dia tidak memerlukan perlindungan, aku berlindung dengan-Mu dari azab ke atas badan dan kesempitan; dan aku berlindung dengan-Mu dari penyakit Angin Ahmar dan penyakit yang besar yang menimpa ke atas diri dan roh, darah dan daging, tulang dan kulit, urat dan urat saraf.

Maha Suci Engkau; yang apabila Engkau menghendaki sesuatu maka Engkau hanya mengatakan “Jadilah! Maka jadilah ia”. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Wahai Tuhan yang menjadikan; wahai Tuhan yang membuat kebajikan, wahai Tuhan yang memberi pertolongan, wahai Tuhan yang Maha Gagah, wahai Tuhan yang Maha Adil, wahai Tuhan yang Berdiri dengan Keadilan, wahai Tuhan yang mendengar tangisan orang-orang yang meminta pertolongan. Wahai Tuhan yang memulakan (dari tiada kepada ada), wahai Tuhan yang mengembalikan, wahai Tuhan yang menolak, wahai Tuhan yang Mencukupkan. Wahai Tuhan yang menyembuhkan, wahai Tuhan yang meng’afiatkan, wahai Tuhan yang memberi pertolongan terhadap orang yang memohon pertolongan.

Wahai Tuhan yang menerima kesyukuran, wahai Tuhan yang banyak memberi balasan atas kesyukuran. Wahai Tuhan yang Maha Kasih Sayang, wahai Tuhan yang Maha Belas Kasihan, wahai Tuhan yang memberi pertolongan, wahai Tuhan yang Maha Berkuasa, wahai Tuhan yang Maha Gagah, wahai yang Maha Berkuasa, wahai Tuhan yang Maha Agung, wahai Tuhan yang mendahulukan, wahai Tuhan yang mengkemudiankan. Wahai Tuhan yang hidup, wahai Tuhan yang berdiri dengan sendiri-Nya, yang membalas mereka yang jujur dengan balasan ke atas tiap-tiap diri dengan apa yang mereka usahakan. Wahai Tuhan yang memerintahku, wahai Tuhanku yang memiliki aku, wahai Tuhan yang memberi perlindungan.

Wahai yang Maha Mengetahui sesuatu yang kami sembunyikan dan kami dedahkan; wahai Hakim yang menjatuhkan hukuman, wahai Tuhan yang memerintah sekalian orang-orang yang beriman; wahai Tuhan pembantu orang-orang yang dhaif dan miskin; wahai Tuhan yang Mencukupi keperluan orang-orang yang bertawakkal.

Wahai Tuhan yang mendatangkan malam ke atas siang dan siang ke atas malam; wahai Tuhan yang Gagah (mengalahkan) setiap syaitan yang sangat durhaka, wahai Tuhan yang mengalahkan setiap orang yang sombong lagi degil; wahai Tuhan sebaik-baik Pemerintah; wahai Tuhan yang sebaik-baik memberi pertolongan, wahai Tuhan yang memberi rezeki kanak-kanak yang kecil, wahai Tuhan yang Maha Pengasih terhadap orang tuan (yang sangat tua), wahai Tuhan yang memerintah orang-orang yang beriman; wahai Tuhan bagi orang-orang yang dahulu dan orang-orang yang kemudian; wahai Tuhan yang pengasih kepada orang-orang yang bertaubat, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari kalangan yang mengasihi. Wahai Tuhan sebaik-baik pengampun dari yang mengampuni; wahai Tuhan sebaik-baik pewaris; wahai Tuhan sebaik-baik Pemberi Keputusan; wahai Tuhan yang memerintah pada Hari Pembalasan.

Ya Allah, hanya Engkaulah yang aku sembah dan hanya kepada Engkaulah aku memohon pertolongan. Dan kepada-Mu aku bertawakkal. Dan kepada-Mu aku gemar dengan apa yang ada di sisi-Mu. Kepada-Mu aku berharap dan hanya Engkau yang aku takuti. Ya Allah, peliharalah aku dari segala kepayahan hidup dan penyakit-penyakit dan segala kesakitaan dan kesusahan dan darah hitam.

Ya Allah, peliharalah aku dari penyakit yang merbahaya dan dari penyakit Angin Ahmar dan penyakit darah kuning, dan segala kebinasaan dan segala maksiat dan pengsan, dan kerungsingan dan kesedihan dan dukacita dan dari di penjara. Ya Allah, peliharalah aku dari kejahatan binatang buas, dan binatang yang melata, serta permusuhan (benci membenci) orang awam, dan dari kekalahan dan kejahatan syaitan; dan raja, kemarau, kemahalan barang keperluan, dan gempabumi, dan bala bencana, dan keruntuhan bangunan, dan serangan musuh. Ya Allah, peliharalah aku dari kejahatan orang-orang yang jahat dan tipudaya orang-orang yang melampau, dan dari sesuatu yang silih berganti atasnya oleh malam dan siang melainkan yang datang itu adalah dengan baik, wahai Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Aku berlindung dengan Engkau dari kejahatan setiap kejadian yang Engkaulah pemegang ubun-ubunnya; sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang tegak dan lurus. Engkau ialah Tuhanku dan di atas Engkau jua aku bertawakkal, dan Engkaulah yang Mencukupkan aku, dan sebaik-baik yang Mewakili, sebaik-baik Pemerintah dan sebaik-baik yang Memberi Pertolongan. Dan tiada daya upaya bagiku melainkan dengan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Dan cukuplah kami oleh Allah, dan sebaik-baik yang mewakili sebagai Pemerintah dan Engkau sebaik-baik pemberi pertolongan. Allah yang mencukupkan, Allah yang menyembuhkan, Allah yang memberi a’fiat. Dan ucap selawat oleh Allah ke atas penghulu kami Nabi Muhammad dan ke atas keluarga dan sahabat-sahabatnya; selamat sejahtera; dan segala pujian bagi Allah Tuhan Pemerintah Seluruh Alam. Amiin…

Doa Keselamatan Pagi Dan Petang

Diriwayatkan dari Thalaq bin Habib, bahwa seseorang pernah menemui dan memberitahu Abu Ad-Darda’ dengan berkata, “Wahai Abu Ad-Darda’, rumahmu terbakar.” Mendengar pemberitahuan ini, dengan penuh keyakinan Abu Darda’ menjawab, “Rumahku tidak terbakar, Allah tidak akan melakukan itu. Karena kudengar dari Rasulullah SAW, barang siapa yang membaca kalimat (doa) di pagi hari, maka ia tidak akan ditimpa musibah hingga Ke Petang Hari. Dan barangsiapa membacanya di Petang hari, maka ia tidak akan tertimpa musibah hingga pagi”. Dan setelah didatangi bersama, ternyata di kawasan tersebut memang terjadi kebakaran, namun rumah Abu Darda’ selamat. Doa itu adalah :

Allaahumma anta rabbii, laa ilaaha illaa anta ‘alaika tawakkaltu wa anta robbul ‘arsyil ‘adhiim. Maa syaa allaahu kaana wamaa lam yasya’ lam yakun walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adhiim. A’lamu annallaaha ‘alaa kulli syain qadiir, wa annallaaha qad ahaatha bikulli syain ‘ilmaa. Allaahumma innii a’uudzu bika min syarri nafsii wa min syarri kulli daabbatin anta aakhidzun binaashiyatihaa inna robbii ‘alaa shiroothin mustaqiim.

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan kecuali Engkau. Kepada-Mu aku berserah diri, dan Engkaulah Tuhan (pemilik) arsy yang besar. Apa yang dikehendaki Allah pasti akan terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan terjadi, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Saya mengetahui (mengimani dan meyakini), bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku dan dari kejahatan makhluk melata yang ubun-ubunya (nasibnya) ada di genggaman-Mu, sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus”. (H. R. Ibnu Sunni)
Keterangan : Doa di atas, termaktub juga di dalam Wirdul Latiif, susunan H. Abdullah Al-Hadad

Fadhilat & Rahsia Doa Nurun Nubuwwah

Doa Nurun Nubuwwah di katakan memiliki khasiat yang banyak sekali dan sangat menakjubkan terhadap siapa yang suka membaca dan mengamalkannya dengan ikhlas hati benar-benar kerana Allah.

Dan di antara khasiat –khasiatnya adalah seperti berikut;

(1) Pelindung dari Sihir.

Di riwayatkan , bahawa Rasulullah SAW bersabda setelah solat Subuh ketika duduk-duduk bersama para sahabat di Masjidil Haram, tiba-tiba datanglah Malaikat Jibril a.s. membawa doa Nurun Nubuwwah, seraya berkata : ”Wahai Rasulullah, aku telah di utus oleh Allah Subhanahu Wa Taala untuk menyampaikan doa ini kepadamu / Rasulullah”. Selanjutnya beliau bersabda :”Doa Nurun Nubuwwah ini banyak sekali faedahnya bila di baca dan diamalkan. Dan apabila tidak dapat membaca atau tidak hafal, maka cukuplah ditulis, kemudian tulisan tersebut disimpan dalam rumah, maka Allah akan senantiasa memberikan perlindungan kepada penghuni rumah itu dari sihir / tenung atau penyakit.

(2) Hajat Tercapai.

Barangsiapa yang membaca dan mengamalkan doa ini secara istiqamah pada setiap selesai solat sekurang-kurangnya sekali, maka Insya Allah apa pun hajatnya akan segera terlaksana.

(3) Penyelamat dari gangguan makhluk halus.

Bilamana doa Nurun Nubuwwah ini ditulis pada kertas lalu tulisan tersebut di letakkan pada tanaman, Insya Allah tanaman tersebut akan selamat dari hama, apabila di letakkan pada tempat-tempat yang menakutkan atau pada tempat-tempat yang ditempati syaitan atau iblis, jin atau hantu dan segala macam jenis makhluk halus, maka dalam waktu singkat mereka akan bubar dan minggat tanpa kembali lagi.

(4) Dimuliakan orang

Rasulullah SAW bersabda , ”Jika kamu ingin dimuliakan oleh orang lain, maka bacalah Doa Nurun Nubuwwah.”

(5) Pengasih

Bilamana anda ingin mendekati raja / menteri atau orang yang berpangkat atau berkumpul dengan orang banyak maka bacalah doa ini pada tiap hari sekurang-kurangnya sekali, Insya’Allah semua orang yang anda dekati itu akan menaruh kasih sayang.

(6) Air masin menjadi tawar

Bilamana anda pergi belayar naik perahu, kemudian disitu anda kehabisan air minum, maka bacalah doa ini pada air laut, Insya’Allah air laut yang semulajadi masin itu berubah menjadi tawar dan boleh anda minum.

(7) Bertemu para nabi.

Rasulullah SAW bersabda: ”Barangsiapa yang ingin bertemu dengan para Nabi, maka bacalah doa Nurun Nubuwwah sebanyak seratus kali, kemudian tidur, Insya’Allah akan mimpi bertemu dengan para Nabi, di samping itu siapa pun pun yang melihatnya akan menaruh kasih sayang, dan hendaknya tidak terhenti dalam mewiridkan doa Nurun Nubuwwah ini hingga sampai anak cucu.

(8) Penyembuh Kesakitan.

Bilamana ada orang sakit, maka bacalah doa ini pada minyak (minyak kelapa / sawit wijen), kemudian sapukan pada tempat yang sakit, Insya’ Allah akan lekas sembuh.

(9) Mengubat dari kerasukan.

Bilamana ada orang di rasuk hantu, syaitan dan jin, atau gila, maka cara mengubatinya adalah sebagaimana di atas.

(10) Kuat berjalan

Bilamana anda ingin kuat berjalan, bacalah doa tersebut pada daun sirih yang bertemu ruasnya, kemudian sapukanlah mulai dari kepala hingga kaki, Insya’Allah anda akan kuat berjalan walau sejauh perjalanan yang anda tempuh itu.

(11) Turun hujan.

Bilamana akan turun hujan dalam suatu perjalanan, agar anda tidak kehujanan, maka bacalah doa tersebut, Insya’Allah tidak jadi turun hujan.

(12) Pengaman bagi orang bertengkar

Bilamana ada orang yang bertengkar, sedang anda ingin melerainya maka bacalah doa ini, Insya’Allah orang yang bertengkar itu akan berhenti dan akhirnya saling memaafkan.

(13) Musuh menjadi takut

Bilamana anda pergi berperang (fisabilillah), bacalah doa ini, Insya’ allah tidak di kejar musuh, bahkan musuh akan lari tunggang langgang ketika bertemu dengan anda.

(14) Sulit bersalin.

Bilamana ada wanita bersalin yang sulit, maka bacalah doa ini pada pinggang atau mangkuk putih yang berisi air, kemudian airnya diminumkan, Insya’ Allah bayinya akan segera keluar tanpa kesulitan yang di derita oleh sang ibu.

(15) Sakit mata

Bilamana ada orang sakit mata, maka bacalah doa ini lalu tiupkan pada mata yang sakit itu. Insya’allah akan lekas sembuh.

(16) Penawar gigitan ular

Bilamana ada orang digigit ular, atau kena sengatan binatang berbisa, atau kena racun dan penyakit lain, maka bacakanlah doa tersebut pada tempat yang terkena gigitan atau sengatan itu, Insya’ Allah akan lekas sembuh.

(17) Raja Jin.

Bilamana anda ingin mendatangkan raja jin, maka bacalah doa ini sebanyak seratus kali dalam keadaan tidak berhadas (suci), baik suci badan dan tempat, kemudian masuk ditempat yang sepi pada malam Jumaat. Insya’ Allah anda akan dijumpai oleh si raja jin itu.

(18) Terhindar dari Kekufuran.

Bilamana anda membaca doa ini pada malam Jumaat sebanyak lima puluh kali, Insya’Allah akan terhindar dari kekufuran, bid’ah dan dijauhkan dari perbuatan buruk.

(19) Menjumpai Jin.

Suatu keajaiban yang luar biasa bilamana ada jin yang ingin menyerupai manusia, maka jadi lah ia manusia lantaran berkah-Nya doa Nurun Nubuwwah ini, begitupun manusia jika ingin menjumpai jin, maka ia mengamalkan doa tersebut.

(20) Penyelamat siksa neraka.

Bilamana doa ini di baca setiap hari, maka akan selamat dari siksa neraka, selamat dunia akhirat dan terhindar dari godaan syaitan.

(21) Ingin mimpi yang indah.

Bilamana anda ingin mimpi yang indah, maka bacalah doa ini pada malam Sabtu, sebanyak seratus kali, Insya Allah akan tercapai.

(22) Awet Muda

Bilamana anda baca pada malam Minggu, maka anda boleh awet muda walau usia sudah lanjut.

(23) Memberi keselamatan.

Bilamana anda baca pada malam Isnin, maka Allah akan memberikan keselamatan kepada anda, dijauhkan dari malapetaka.

(24) Menjadi kuat

Bilamana anda baca pada malam Selasa, maka anda akan menjadi kuat, serta terjauh dari penyakit.

(25) Gigitan yang kuat

Bilamana anda baca pada malam Rabu, maka gigi anda akan menjadi kuat, serta terjauh dari penyakit.

(26) Penyeri wajah.

Bilamana anda baca pada malam Khamis, maka wajah anda bertambah elok sehingga banyak wanita yang terpikat.

(27) Binatang menjadi patuh.

Bilamana anda baca pada malam Jumaat, maka semua binatang yang buas akan menjadi patuh terhadap anda.

(28) Melamar wanita.

Bilamana anda ingin melamar seorang wanita, maka berpuasalah sehari dan malamnya jangan tidur, kemudian bacalah doa ini terus menerus di tempat yang sunyi, Insya’Allah lamaran anda di terima.

(29) Harta dunia.

Bilamana anda ingin harta dunia, maka bacalah doa ini pada kunir (kunyit putih / temu) kemudian tanamlah di tanah, Insya’Allah akan jadi emas, tapi jangan berbicara atau beritahu orang lain.

Inilah doanya :

Ertinya:

“Ya Allah, Zat Yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin. Dan sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar Al-Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat. Dan yang mengijabahi Luqmanul Hakim, dan Sulaiman telah mewarisi Daud a.s. Allah adalah Zat Yang Maha Pengasih lagi memiliki singgasana yang Mulia, panjangkanlah umurku, sihatlah jasad tubuhku , kabulkan hajatku, perbanyakkanlah harta bendaku dan anakku, cintakanlah semua manusia dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam a.s., orang-orang yang masih hidup dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan katakanlah : “Yang haq telah datang dan yang batil telah musnah, sesungguhnya perkara yang batil itu pasti musnah”. Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah Tuhanmu Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir. Dan semoga keselamatan bagi para Rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”

Hikmat Ayat Seribu Dinar

Bermaksud :

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani. Dan sesiapa yang bertaqwa kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkanlaranganNya), nescaya akan dijadikan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkannya).

Serta memberinya rezeki dari jalan yang tidak terlintas hatinya. Dan (ingatlah), sesiapa berserah diri bulat-bulat kepada Allah, maka Allah cukupkan baginya (untuk menolong dan menyelamatkannya). Sesungguhnya Allah tetap melakukan segala perkara yang di kehendakiNya. Allah telahpun menentukan kadar dan masa bagi berlakunya tiap-tiap sesuatu.

(Ayat 2 & 3 Surah At-Talaq)

Ini ayat seribu dinar namanya, ayat ini diamal oleh seorang hamba yang mendapat hikmat ini dari Nabi Allah Khidhir ketika belayar di laut dengan berkata berkat amal ayat ini hamba itu mendapat kemuliaan dan menjadi raja.

Ayat ini mengandungi seribu faedah jikalau di amalkan tiap-tiap kali lepas sembahyang sebanyak tiga kali, insya’Allah akan beroleh seribu faedah, barang siapa yang beramal ayat ini Allah taala akan mengadakan baginya jalan keluar dari segala kesulitan, Allah ta’ala akan memberi rezeki yang banyak dengan tidak di sangka-sangka dan Allah Ta’ala menyampaikan segala hajatnya, dengan beramal bersungguh-sungguh dan yakin kepada Allah, terlindung segala daripada bala di darat dan di laut.

Jikalau dibaca ayat ini kepada orang yang sedang sakit sebanyak 3 kali dan dihembuskan kepada si pesakit itu dan di jampi pada air sebanyak 3 kali diberi minum, insya’Allah si pesakit akan sembuh.

Jikalau mendapat sebarang kesusahan yang amat berat, kesusahan kerana kezaliman orang-orang tamak, oleh peperangan yang ditimbulkan oleh musuh-musuh Negara, beramallah selalu dengan ayat ini selepas daripada sembahyang lima waktu, mudah-mudahan segala kesusahan mendapat perlindungan dari Allah Ta’ala.

Jikalau masuk berperang menentang musuh, tiada binasa oleh terbakar, jika di pukul dengan besi tiada lut dan tiada binasa dari sebarang benda yang bahaya, hendaklah beramal ayat ini dan bertawakkal kepada Allah, baca ayat ini sesudah sembahyang lima waktu, baca ketika hendak tidur tiga kali, baca ayat ini keika hendak keluar rumah sekurang-kurangnya tiga kali.

Khasiat Surah Al-Waqiah

Sabda Rasulullah s.a.w.: “Sesiapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap hari, ia tidak akan ditimpa kefakiran.”

Sabda Rasulullah s.a.w. : “Siapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, dia tidak akan ditimpa kesusahan atau kemiskinan selama-lamanya. (Diriwayatkan oleh Baihaqi dari Ibnu Mas’ud r.a.)

Sabda Rasulullah s.a.w. : “Ajarkanlah surah Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Kerana sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan.” (Hadis riwayat Ibnu Ady)

Sabda Rasulullah s.a.w. : “Barang siapa yang membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam maka dia tidak akan tertimpa kefakiran dan kemiskinan selamanya. Dan surah Al-Waqi’ah adalah surah kekayaan, maka bacalah ia dan ajarkan kepada anak-anakmu semua.”

Menurut fatwa sebahagian Ulama’ katanya: “Barangsiapa membaca surah Al-Waqi’ah pada setiap hari dan malam dalam satu majlis sebanyak 40 kali, selama 40 hari pula, maka Allah akan memudahkan rezekinya dengan tanpa kesukaran dan mengalir terus dari pelbagai penjuru serta berkah pula.”

Surah Al-Waqi’ah adalah surah yang ke -56 di dalam Al-Quran, terletak pada juzuk ke 27 dan terdiri dari 96 ayat. Dinamakan Al-Waqi’ah kerana di ambil dari lafal Al-Waqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surah ini, yang ertinya kiamat. Di dalam surah Al-Waqi’ah ini menerangkan tentang hari kiamat, balasan yang diterima oleh orang-orang mukmin dan orang-orang kafir. Diterangkan pula penciptaan manusia, tumbuh-tumbuhan, dan api, sebagai bukti kekuasaan Allah dan adanya hari berbangkit.

Di dalam surah Al-Waqi’ah terkandung beberapa khasiat, antara lain:

  • Bila orang membiasakan membaca surah ini setiap malam satu kali, maka dia dijauhkan dari kemiskinan selamanya.
  • Bila di baca 14 kali setiap selesai solat Asar, maka orang yang membacanya itu akan memperoleh kekayaan yang berlimpah ruah.
  • Jika di baca surah ini sebanyak 41 kali dalam satu majlis (sekali duduk), insyaAllah di tunaikan segala hajatnya khususnya yang berkaitan dengan rezeki.
  • Supaya menjadi orang yang kaya sentiasa bersyukur, amalkan membaca surah ini sebanyak 3 kali selepas solat subuh dan 3 kali selepas solat Isya’. InsyaAllah tidak akan berlalu masa setahun itu melainkan ia akan di jadikan seorang yang hartawan lagi dermawan.
  • Amalan orang-orang sufi, supaya dilimpahkan rezeki. Hendaklah berpuasa selama seminggu bermula pada hari Jumaat. Setiap selepas solat fardhu bacalah Surah Al-Waqi’ah ini sebanyak 25 kali sehinggalah sampai pada malam Jumaat berikutnya; pada malam Jumaat berikutnya itu, selepas solat Maghrib bacalah surah ini sebanyak 25 kali, selepas solat Isya’ bacalah surah ini sebanyak 125 kali diikuti dengan selawat keatas Nabi sebanyak 1000 kali. Setelah selesai, hendaklah ia memperbanyakkan sedekah. Kemudian amalkanlah surah ini sekali pada waktu pagi dan petang. Insya’Allah berhasil.
  • Surah ini jika dibaca disisi mayat atau orang yang sedang nazak, insyaAllah di permudahkan untuk roh keluar dari jasadnya. Jika dibaca disisi orang sakit, diringankan kesakitannya. Jika di tulis, kemudian dipakaikan kepada orang yang hendak bersalin, InsyaAllah segera melahirkan dengan mudah. Boleh juga dibaca disisi orang yang hendak bersalin sebagai selusuh.

Menurut As’Syeikh Abi’l Abbas katanya

  • Bila hendak mengamalkan surah Al-Waqi’ah ini, terlebih dahulu berpuasa selama 7 hari, di mulai pada hari Jumaat berakhir pada hari Khamis. Puasanya “tidak memakan sesuatu yang bernyawa / tidak makan ikan, daging, segala haiwan, hanya makan sayur-sayuran sahaja.
  • Dalam 7 hari itu, sesudah solat fardhu, membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 25 kali. Apabila bacaan tersebut di mulai setelah solat fardhu Subuh pada hari Jumaat pertama, maka diakhirilah pembacaan Al-Waqi’ah itu pada setelah fardhu Isya’ pada Jumaat berikutnya.
  • Pada malam Jumaat terakhir ini hendaklah membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 125 kali kemudian selawat 1000 kali.

Insya’Allah, dengan mengamalkan seperti berikut, ia akan menjadi orang kaya.

AMALAN dan DOA murah REZEKI


1) Membaca SURAH AL-WAQIAH

- Sabda Rasulullah SAW:

مَنْ قَرأ سُورَةَ الوَاقِعَةِ فِي كُلّ لَيْلَةٍ لَمْ تُصِبْهُ فاقَة

“Sesiapa yang membaca surah al-Waqiah pada setiapa malam ia tidak akan ditimpa kefakiran.”
(Riwayat daripada Ibn Mas‘ud: al-Azkar, al-Jami al-Soghir).

- Sabda Rasulullah SAW:

سُوْرَةُ الوَاقِعَةِ سُوْرَةُ الغِنَى فَاقْرَؤُوْهَا وَعَلِّمُوْهَا أَوْلاَدَكُمْ

“Surah al-Waqiah adalah surah kekayaan. Hendaklah kamu membacanya dan ajarkanlah ia kepada anak-anak kamu.”
(Riwayat Ibn Mardawaih daripada Anas: Kasyf al-Khafa’).

2) Membaca SURAH AL-IKHLAS:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ، اللَّهُ الصَّمَدُ ، لَمْ يَلِـدْ وَلَمْ يُولَـدْ ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ

“Katakanlah (wahai Muhammad): “(Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa; “Allah Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat; “Ia tiada beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan; “Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya”.”

- Sabda Rasulullah SAW: Sesiapa yang membaca Qulhuwallu ahad ketika masuk ke rumahnya, nescaya dihindarkan kefakiran daripada ahli rumahnya dan jirannya.
(Daripada Jarir bin Abdullah: Kanzu al-‘Ummal, Mu‘jam al-Tabarani; daripada Ibn Mas‘ud: Mujma‘ al-Zawaid)

3) قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ ، وَتُعِزُّ مَن تَشَاء ، وَتُذِلُّ مَن تَشَاء ، بِيَدِكَ الْخَيْرُ ، إِنَّكَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، تُولِجُ اللَّيْـلَ فِي الْنَّهَارِ ، وَتُولِجُ النَّـهَارَ فِي اللَّيْلِ ، وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ ، وَتُخْرِجُ الْمَيِّـتَ مِنَ الْحَيِّ ، وَتَرْزُقُ مَن تَشَاء بِغَيْرِ حِسَـابٍ ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا ، تُعْطِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُمَا وَتَمْنَعُ مَنْ تَشَاءُ ، اِرْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِيْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

“Katakanlah (wahai Muhammad): “Wahai Tuhan yang mempunyai kuasa pemerintahan! Engkaulah yang memberi kuasa pemerintahan kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang mencabut kuasa pemerintahan dari sesiapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah juga yang memuliakan sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang menghina sesiapa yang Engkau kehendaki. Dalam kekuasaan Engkaulah sahaja adanya segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

“Engkaulah (wahai Tuhan) yang memasukkan waktu malam ke dalam waktu siang, dan Engkaulah yang memasukkan waktu siang ke dalam waktu malam. Engkaulah juga yang mengeluarkan sesuatu yang hidup dari benda yang mati, dan Engkaulah yang mengeluarkan benda yang mati dari sesuatu yang hidup. Engkau jualah yang memberi rezeki kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dengan tiada hitungan hisabnya”.

Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang di dunia dan akhirat. Engkau memberi kedua-duanya kepada sesiapa yang Engkau mahu. Engkau menahan kedua-duanya terhadap sesiapa yang Engkau mahu. Rahmatilah aku dengan suatu rahmat yang mencukupi untukku berbanding rahmat yang ada pada selainMu.”

4) وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ

“Dan sesiapa yang bertaqwa kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya), nescaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkannya), Serta memberinya rezeki dari jalan yang tidak terlintas di hatinya.”

- Sabda Rasulullah SAW:” Wahai sekalian manusia, jadikanlah taqwa sebagai suatu perniagaan, nescaya rezeki akan datang kepada kamu tanpa modal dan niaga.” Kemudian Baginda membaca ayat di atas.

5) الَّلهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ ، وَاغْنِنِي بِفَضلِكَ عَن سِواكَ “Ya Allah, ya Tuhanku! Cukupkanlah aku dengan suatu yang halal berbanding suatu yang haram yang telah Engkau tetapkan. Dan berilah aku kekayaan dengan kelebihan daripada Engkau berbanding selain Engkau.”

- Saidina Ali mengatakan kepada seseorang yang datang kepadanya: “Aku mahu mengajar kamu kalimah yang diajar oleh Rasulullah kepadaku. Jika engkau menanggung segunung hutang tentu Allah akan tunaikannya. Bacalah: اللهم اكفني بحلالك… (Doa di atas).”
(Riwayat daripada ‘Ali: Sunan al-Tirmizi; dinilai Hasan Gharib).

6) الَّلهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ البُخْلِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ غَلَبَةِ الدَّينِ وقَهْرِ الرِّجَالِ “Ya Allah, aku berlindung denganMu daripada dukacita dan rasa sedih; aku berlindung denganMu daripada lemah dan malas; aku berlindung denganMu daripada sifat pengecut dan bakhil; dan aku berlindung denganMu daripada bebanan hutang dan penindasan orang.”

- Pada suatu hari Rasulullah SAW masuk ke masjid lalu terserempak seorang yang dipanggil Abu Umamah. Rasulullah SAW bersabda kepadanya: “Wahai Abu Umamah, aku lihat engkau duduk di masjid bukan pada waktu solat, kenapa?” Jawab Abu Umamah: “Dukacita dan hutang menyelubungiku, wahai Rasulullah!” Jawab Rasulullah: “Mahukah kamu aku ajarkan suatu bacaan jika kamu membacanya Allah akan menghilangkan rasa dukacitamu dan melangsaikan hutangmu.” Abu Umamah menjawab: “Ya, wahai Rasulullah.” Baginda bersabda: “Apabila tiba waktu pada dan petang bacalah: اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن… (Doa di atas). Kata Abu Umamah: “Aku membaca doa tersebut, lalu Allah menghilangkan rasa dukacitaku dan melangsaikan hutangku.”
(Riwayat Abu Daud daripada Abu Said al-Khudri).

7) Sabda Rasulullah SAW:

الَّلهُمَّ فَارِجَ الْهَمِّ ، كَاشِفَ الغَمِّ ، مُجِيْبَ دَعْوَةَ الْمُضْطَّرِّيْنَ ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا ، أَنْتَ تَرْحَمُنِي فَارْحَمْنِي بِرَحْمَةٍ تُغْنِيْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سَوَاكَ “Ya Allah, Yang Meleraikan dukacita, Yang Melapangkan kekusutan, Yang Menyahut seruan orang yang susah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang di dunia dan akhirat, Engkau mengasihi aku, maka rahmatilah aku dengan suatu rahmat yang mencukupi untukku berbanding rahmat yang ada pada selainMu.” Diriwayatkan daripada ‘Aisyah RA katanya: “Abu Bakar datang kepadaku lalu berkata: Adakah engkau telah mendengar daripada Rasulullah SAW sebuah doa Baginda ajarkan kepada. Aku bertanya: Apakah doa itu? Jawab beliau: Pada waktu dahulu, Isa Ibn Maryam mengajar sahabat-sahabat baginda: Seandainya sesiapa di kalangan kamu yang berhutang sejumlah emas satu bukit lalu ia berdoa dengan doa ini nescaya Allah tunaikan untuknya.” Kata Abu Bakar: “Aku telah berdoa dengan doa tersebut lalu Allah memberikan aku suatu ganjaran sehingga aku dapat melangsaikan hutang aku.” Kata ‘Aisyah: Aku pernah menanggung hutang lalu aku mengamalkan tersebut, tidak lama kemudian Allah memberi rezeki kepadaku sehingga aku dapat bersedekah dan mewariskan harta.”
(Riwayat al-Bazzar, al-Hakim dan al-Asbahani)


Selamat Mencuba dan marilah kita bersama sama mengamalkannya

Amalan Doa mudah mendapat rezeki – Sheikh Ad-Dumairi

Sheikh Ad-Dumairi dalam kitabnya “Hayatul Hayawan” berkata, ia menerima pelajaran dari gurunya Al Arif Billah Abdullah Bin As’ad, dari gurunya Al Arif Billah Imam Abi Abdullah Umar Al-Quray, dari gurunya Abu Rubai’ Al Maliqy: Siapa yang membiasakan baca zikir dan berdoa selesai solat lima waktu, khususnya sesudah solat Jumaat, maka ia dijaga oleh Allah dari semua yang ditakutinya, dibantu dapat mengalahkan atau melemahkan musuhnya. Diberi kekayaan dan kecukupan, diberi rezeki dengan tak terbilang dan tak terkira datangnya serta dipermudahkan penghidupannya sehingga dapat membayar hutangnya sekalipun mempunyai hutang seperti gunung. Cara mengamalkannya cukup dibaca sekali selepas setiap kali sembahyang terutamanya selepas sembahyang Jumaat. Sebutlah :

ALLAAHUMMA YAA AHADU YAA WAAHIDU YAA MAUJUUDU YA JAWAAADU, YAA BAA SITHU YAA KARIIMU YA WAH HAABU YA DZATH THAULI YA GHANIYYU YAA MUGHNII YAA FATTAAHU YAA RAZZAAQU YAA ‘ALIIMU YAA HAYYU YAA QAYYUUMU YA RAHMAANU YAA RAHIIMU YAA BADII AS SAMAWAATI WAL ARDLI YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM YAA HANNAA NU YAA MAN NAANU INFAHNII MINK A BINAF HATIN KHAIRIN TUGHNI NII ‘AMMAN SIWAA KA AN TAS FATAFTIHUU FAQA D JAA AKUMUL FATHU INNAA FATAH NAA LAKA FATHAAM MUBIINAA NASRUM MINALLAAHI WAFAT HUN QARIIB WA BASY SYIRIL MU’MINIIN ALLAAHUMMA YAA GHAN IYYU YAA HAMII DU YAA MUBDI’U YAA MU’IDDU YA RAHIIMU YAA WADUUDU YAA DZAL ARSYILMAJIIDU YAA FA’AALAN LIMAA YURIIDU AGHNINI BIHALAA LIKA AN HARAAMIKA WAGH NINII BIFADLLIKA ‘AMMAN SIWAA KA WAH FAZH NII BIMAA HAFIZHTA BIHIDH DHIKRA WAN SHURNII BIMAA NAS HARTA BIHIR RUSULA INNAKA ALAA KULLI SYAI IN QADIIR WASHALLALLAAHU ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALIHI WASHAHBIHI WASALLAM ADADA KHALQIHI WAZI NATA ARSYIHI WAMI DAA DA KALIMAATIHI WAL HAM DU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN.

“Wahai Tuhan Kami, Ya Allah! Wahai Yang Maha Esa! Wahai Yang Maha Esa! Wahai Yang Maha Wujud! Wahai Yang Maha Pemurah! Wahai Yang Maha Memudahkan! Wahai Yang Maha Mulia! Wahai Yang Maha Menganugerahkan! Wahai Yang Mempunyai anugerah! Wahai Yang Maha Kaya! Wahai Yang Maha Mengkayakan! Wahai Yang Maha Pembuka! Wahai Yang Maha Pemberi Rezeki! Wahai Yang Maha Mengetahui! Wahai Yang Maha Bijaksana! Wahai Yang Maha Hidup! Wahai Yang Maha Berdiri dengan sendirinya! Wahai Yang Maha Pengasih! Wahai Yang Maha Penyayang! Wahai Yang Maha Mencipta tujuh petala langit dan bumi! Wahai Yang mempunyai Keagungan dan Kemuliaan! Wahai Yang Maha Pengasih! Wahai Yang Maha Mengurniakan! Kurniakanlah kepadaku daripadaMu dengan kurniaan yang baik yang menjadikan aku tidak memerlukan kepada selainMu: ”Jika kamu (wahai orang-orang musyrik) memohon supaya diberikan kemenangan (bagi pihak yang benar) sesungguhnya kemenangan (yang kamu pohon) itu telah datang (dan disaksikan oleh) kamu.” ”Sesunggunya Kami telah membuka bagi perjuanganmu (wahai Muhammad) satu jalan kemenangan yang jelas nyata.” ”Pertolongan daripada Allah dan kemenangan yang cepat (masa berlakunya).”

Ya Allah! Wahai Tuhan Yang Maha Kaya! Wahai Tuhan Yang Maha Terpuji! Wahai Tuhan Yang Maha Memulakan suatu kejadian! Wahai Tuhan Yang Maha Mengembalikan suatu kejadian! Wahai Yang Maha Penyayang! Wahai Tuhan Yang Mempunyai Arasy yang mulia! Wahai Tuhan Yang Melakukan apa yang dikehendakiNya!

Cukupkanlah aku dengan perkara-perkara yang halal daripada (memerlukan kepada) perkara-perkara yang haram, jadikanlah aku dengan kurniaanMu tidak berhajat kepada selainMu, peliharalah aku dengan apa yang telah Engkau pelihara dengannya al Quran, bantulah aku dengan pertolongan yang telah Engkau berikan kepada Rasul-rasul, sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa keatas segala sesuatu.” Selawat dan salamNya kepada junjungan kita Nabi Muhammad s.a.w. dan ke atas keluarga dan sahabat handai semuanya. Segala puji untuk Allah Tuhan pemerintah seluruh alam ini.

Sesetengah kitab pula meriwayatkan doa di atas seperti berikut:

Nota: untuk melihat doa di atas dengan lebih jelas, sila tekan mouse di sebelah kanan dan pilih “view image” dan kemudian di perbesarkan dengan menekan simbol mikroskop (+) pada doa tersebut. terima Kasih.

Doa Terhindar Dari Bencana

Ertinya:

“Wahai Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan bagiku kecuali hanya Engkau. PadaMu aku bertawakkal, dan Engkau adalah Tuhan dari ‘arsy yang besar. Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendakiNya pasti pula tidak akan terjadi, tiadalah daya upaya dan tiada pula kekuatan kecuali hanya dengan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Besar. Aku yakin, bahawasanya Allah berkuasa atas segala sesuatu dan bahawasanya Allah meliputi segala sesuatu dengan ilmunya. Wahai Allah, aku berlindung dengan Engkau dari kejahatan diriku dari kejahatan tiap-tiap makhluk yang melata di bumi ini, Engkaulah yang mengendalikannya. Bahawasanya Tuhanku sentiasa berada di jalan yang lurus.”

Keterangan:

Menurut riwayat Ibnu Sunny, seorang lelaki datang kepada Abu Darda’ lalu berkata :”Wahai Abu Darda’, saya lihat rumah engkau telah terbakar!” Abu Darda menjawap:”Bukan rumahku, kerana aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: ”Barangsiapa membaca doa ini (doa di atas) pada waktu pagi, terhindar dia dari bencana yang mungkin menimpa dirinya, ahli keluarganya dan hartanya”. Aku telah membaca doa itu pada waktu pagi hari ini. Lalu Abu Darda’ mengajak sahabatnya ke rumahnya untuk menyaksikan peristiwa kebakaran itu. Maka ternyatalah bahawa rumah-rumah di sekitar rumah Abu Darda’ sudah habis terbakar semuanya, sedangkan rumah Abu Darda’ masih kekal terpelihara.

Sekiranya doa ini di baca pula di waktu petang hari, maka terpeliharalah dari bencana yang mungkin menimpa dirinya di malam hari.

Kelebihan Solat Dhuha

Berkata Abu Murrah Ath-Tha’ifi r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. telah bersabda : Allah telah berfirman:

“Wahai anak Adam! Bersembahyanglah untuk Aku di awal pagi, niscaya Aku akan mencukupimu di akhirnya.”

(Riwayat Ahmad)

Hadis Qudsi ini menganjurkan kita mengerjakan Solat Dhuha yang mana antara faedahnya, Allah Ta’ala memberi jaminan akan melaksanakan segala keperluan-keperluan keduniaan manusia setiap hari.

Antara ibadat sunat yang dianjurkan dan menjadi amalan Rasullullah SAW sendiri ialah solat sunat Dhuha. Banyak hadis-hadis yang mengalakkannya dan menyatakan keutamaannya, antaranya dalam riwayat Abu Hurairah katanya:

“Kekasihku Rasullullah SAW telah berwasiat kepadaku tiga perkara, aku tidak meninggalkannya, iaitu ; supaya aku tidak tidur melainkan setelah mengerjakan witir, dan supaya aku tidak meninggalkan dua rakaat solat Dhuha kerana ia adalah sunat awwabin, dan berpuasa tiga hari daripada tiap-tiap bulan”

(Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat yang lain Rasullullah SAW pernah bersabda yang maksudnya :

“Pada tiap-tiap pagi lazimkanlah atas tiap-tiap ruas anggota seseorang kamu bersedekah; tiap-tiap tahlil satu sedekah, tiap-tiap takbir satu sedekah, menyuruh berbuat baik satu sedekah, dan cukuplah (sebagai ganti) yang demikian itu dengan mengerjakan dua rakaat solat Dhuha .”

(Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
Adapun kelebihan sembahyang Dhuha itu sepertimana di dalam kitab “An-Nurain” sabda Rasullullah SAW yang maksudnya : “Dua rakaat Dhuha menarik rezeki dan menolak kepapaan.”
Dalam satu riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya : “Barangsiapa yang menjaga sembahyang Dhuhanya nescaya diampuni Allah baginya akan segala dosanya walaupun seperti buih dilautan.”

(Riwayat Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)
Dan daripada Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW berkata: “Barangsiapa yang mengerjakan sembahyang sunat Dhuha dua belas rakaat dibina akan Allah baginya sebuah mahligai daripada emas”

(Riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi)
Waktu sembahyang Dhuha ialah dari naik matahari sampai se-penggalah dan berakhir di waktu matahari tergelincir tetapi disunatkan dita’khirkan sehingga matahari naik tinggi dan panas terik.
Cara menunaikannya pula adalah sama seperti sembahyang-sembahyang sunat yang lain iaitu dua rakaat satu salam. Boleh juga dikerjakan empat rakaat, enam rakaat dan lapan rakaat. Menurut sebahagian ulama jumlah rakaatnya tidak terbatas dan tidak ada dalil yang membatasi jumlah rakaat secara tertentu, sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah bermaksud :”Adalah Nabi SAW bersembahyang Dhuha empat rakaat dan menambahnya seberapa yang dikehedakinya.” (Hadis riwayat Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah)
Dalam sebuah hadis yang lain Nabi SAW bersabda bermaksud : ” Barangsiapa yang menunaikan sembahyang sunat Dhuha sebanyak dua rakaat tidak ditulis dia daripada orang-orang yang tidak lalai daripada mengingati Allah dan barangsiapa yang menunaikan nya sebanyak empat rakaat ditulis akan dia daripada orang-orang yang suka beribadat dan barangsiapa yang menunaikannya sebanyak enam rakaat dicukupkan baginya pada hari tersebut, barangsiapa menunaikanyan sebanyak lapan rakaat Allah menulis baginya daripada orang-orang yang selalu berbuat taat, barang siapa yang menunaikannya sebanyak dua belas rakaat Allah akan membina baginya mahligai didalam syurga dan tidak ada satu hari dan malam melainkan Allah mempunyai pemberian dan sedekah kepada hamba-hambaNya dan Allah tidak mengurniakan kepada seseorang daripada hamba-hambaNya yang lebih baik daripada petunjuk supaya sentiasa mengingatiNya,” (Riwayat At-Thabarani ).

Doa Solat Dhuha

ALLAAHUMMA INNADLDLUHAA-A DLUHAA-UKA WAL BAHAA-A BAHAA-UKA WAL JAMAALA JAMAALUKA WAL QUWWATA QUWWATUKA WAL QUDRATA QUDRATUKA WAL ‘ISHMATA ‘ISHMATUKA ALLAAHUMMA IN KAANA RIZQII FISSAMAAI FA ANZILHU WA IN KAANA FIL ARDLI FA AKHRIJHU WA IN KAANA MU’SIRAN FAYASSIRHU WA IN KAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU WA IN KAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU BIHAQQI DLUHAA-IKA WA BAHAA-IKA WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA AATINII MAA AATAITA ‘IBAADAKASHSHAALIHIIN.

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dluhaa adalah waktu dluhaa-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, kebagusan adalah kebagusan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rizqi kami di atas langit, turunkanlah, bila dalam bumi, keluarkanlah, bila sukar, mudahkanlah, bila haram, sucikanlah, bila jauh, dekatkanlah, dengan hak waktu dluhaa, keagungan, kebagusan, kekuatan dan kekuasaan-Mu. Berilah kepada kami apa-apa yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih-shalih.”

Doa Terhindar Dari Bencana

Ertinya:

“Wahai Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan bagiku kecuali hanya Engkau. PadaMu aku bertawakkal, dan Engkau adalah Tuhan dari ‘arsy yang besar. Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendakiNya pasti pula tidak akan terjadi, tiadalah daya upaya dan tiada pula kekuatan kecuali hanya dengan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Besar. Aku yakin, bahawasanya Allah berkuasa atas segala sesuatu dan bahawasanya Allah meliputi segala sesuatu dengan ilmunya. Wahai Allah, aku berlindung dengan Engkau dari kejahatan diriku dari kejahatan tiap-tiap makhluk yang melata di bumi ini, Engkaulah yang mengendalikannya. Bahawasanya Tuhanku sentiasa berada di jalan yang lurus.”

Keterangan:

Menurut riwayat Ibnu Sunny, seorang lelaki datang kepada Abu Darda’ lalu berkata :”Wahai Abu Darda’, saya lihat rumah engkau telah terbakar!” Abu Darda menjawap:”Bukan rumahku, kerana aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: ”Barangsiapa membaca doa ini (doa di atas) pada waktu pagi, terhindar dia dari bencana yang mungkin menimpa dirinya, ahli keluarganya dan hartanya”.

Aku telah membaca doa itu pada waktu pagi hari ini. Lalu Abu Darda’ mengajak sahabatnya ke rumahnya untuk menyaksikan peristiwa kebakaran itu. Maka ternyatalah bahawa rumah-rumah di sekitar rumah Abu Darda’ sudah habis terbakar semuanya, sedangkan rumah Abu Darda’ masih kekal terpelihara.

Sekiranya doa ini di baca pula di waktu petang hari, maka terpeliharalah dari bencana yang mungkin menimpa dirinya di malam hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s